Suami Tampanku

Suami Tampanku
38.


__ADS_3


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


Keesokannya Aldo memutuskan untuk mengajak Ica untuk pergi berbulan madu. Tanpa sepengetahuan Ica, Aldo sudah menyiapkan bawaan Ica didalam bagasi mobil, semua sudah siap, hanya yang perlu Ica lalukan duduk dengan manis dan ikut kemana Aldo akan membawanya.


Sekalian mencari suasana lainnya seperti yang di anjurka oleh dokter Revan untuk tidak membuat Ica tertekan dan stress.


Kebetulan juga sejak pernikahan mereka Ica hanya berada di dalam rumah. Karena Ica juga tengah mengambil cuti kuliah yah apapun bisa di lakukan keluarga Wijaya. Sebenarnya Ica tidak bisa mengambil cuti karena masih terhitung awal semester.


Tapi itu bukanlah masalah dengan membuat Aldo sebagai penyuntik dana terbesar di kampus membuat Ica dibebaskan dan di beri kelonggaran.


"Mudahnya jadi orang kaya, tak perlu pake otot untuk menyelesaikannya. Cukup gunakan uang mu." bantin Ica.


Sedangkan di dalam mobil Ica terlihat bingung, bagaimana tidak tahu-tahu Aldo bilamg akan mengajaknya kesuatu tempat dan menyuruhnya bersiap tetapi tak memeberi tahu Ica kemana tujuannya sebenarnya.


"Mas, sebenarnya kita mau kemana? Kok menuju ke bandara? Ah, pasti kamu ngajak aku untuk menyambut kepulangan Ayah dan Ibu?" tanya Ica bertubi-tubi.


"Ayah dan Ibu baru pergi beberapa hari, mereka akan pulang 2 bulan lagi sayang." jelas Aldo.


"Lantas, apa dong, Mas? Kamu buat aku penasaran." ucap Ica.


Aldo, mengambil 2 tiket yang ia pesan dan memperlihatkannya ke pada Ica 2 tiket untuk pergi ke Bali.


"Apa ini, Mas?" tanya Ica.


"Kamu lihat saja." ucap Aldo.


"Tiket ke Bali? Kita mau ke Bali, Mas?" tanya Ica terkejut.

__ADS_1


"Iya, Sayang." jabawa Aldo.


"Dalam rangka apa?" tanya Ica.


"Kok dalam rangka apa? Memangnya kalau seorang suwami ingin mengajak jalan istrinya dan ingin membahagiakan istrinya harus ada alasannya?" ujar Aldo.


"Emm, enggak sih, Mas. Tapi bagaimana dengan pekerjaan mu di kantor?" tanya Ica.


"Percuma aku punya sekretaris kalau hanya buat pajangan saja dan percuma juga memiliki bawahan kalau aku semua yang mengerjakan. Jadi kamu tenang saja, kamu hanya cuman cuku mikirin aku, dan hari ini hanya momen untuk kita berdua, tak ada siapapun." jelas Aldo.


"Baiklah, Mas." ucap ica tersenyum.


Perjalanan membutuhkan waktu 45 menit dari rumah menuju ke bandara.


Kini Ica dan Aldo tengah betada di dalam pesawat.


"Mas." panggil Ica yang tengah duduk di samping Aldo.


"Iya, ada apa sayang ?" tanya Aldo melihat raut wajah Ica yang pucat.


"Mas, aku taku." ucap Ica.


"Aku takut, Mas. Ini pertama kalinya aku menaiki pesawat." ujar Ica.


Fhuh, sesaat nafas Aldo kemabali lega, Aldo mengira ada suatu fatal yang Ica rasakan ternyata hanya rasa takut dan gugup.


"Sayang kalau kamu taku aku ada solusinya." ucap Aldo.


"Waktu pertama kali aku menaiki pesawat, Aku juga seperti mu, aku sangat taku. Kamu termasuk pemberani, dulu waktu aku kecil aku sampai menangis dan ingin turun tapi karena bisnis yang tengah Ayah rintis mengharuskan aku untuk pulang pergi dari negara satu ke tempat lainnya. Nih gunakan ini, pasti rasa takutmu akan berkurang." ucap Aldo.


Aldo memutar musik dan memberikan sebelah handsetnya ketelinga Ica dan sebelahnya lagi ke telinga Aldo.


Senandung irama lagu perlahan membuat Ica lebih rileks dan mengurangi takut serta gugupnya perlahan Ica mulai mengikuti alunan lagu dan memejamkan matanya. Hingga Ica tertidur dan kembali bangun dengan pemberitahuan bawah Ica telah sampai.


"Ternyata tidak terlalu menakutkan seperti yang aku fikirkan" batin Ica saat menuruni pesawat.


Perjalan membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai dari jakarta menuju Denpasar Bali.

__ADS_1


Tempat penginapan dan segala macanya sudah Aldo persiapkan tinggal membawa Ica menuju temapat yang telah di persiapkan.


30 menit kemudian Ica tiba di sebuah ruamah.


"Kita sampai sayang." ucap Aldo turun dari mobil lalu membukakan pintu mobil untuk Ica.


"Wah, sayang. Kita akan tinggal disini?" tanya Ica.



"Iya sayang, maaf ya aku enggak mencari tempat yang mewah. Aku cuman ingin menghabiskan waktu dengan mu tetapi aku tidak ingin kamu terbebani dengan semua itu." ujar Aldo.


"Mas, aku seneng terimakasih, kamu memang tau aku tidak begitu suka kemewahan segini sudah lebih dari cukup untuk ku dan ini sudah mewah untuk ku." ucap Ica memeluk Aldo.


"Yasuda, ayuk kita masuk, Mas. Ica, sudah tidak sabar mau melihat-lihat." ucapnya antusias.


Saat masuk pertama kali mata di suguhkan dengan melihat adanya ruang tamu.



Lalu ruangan sebelahnya akakan di suguhkan dengan adanya ruangan makan



Lalu Ica serta Aldo menaiki tangga untuk melihat kamar yang akan mereka tempati.


Ica melihat tempat tidur yang sudah di hiasi dengan bunga berbentuk hati.



Serta kolam berenang yang sudah ditata rapi dengan bunga dan terdapat tulisan Happy Honeymoon



"Bagaiman sayang? Kamu suka?" tanya Aldo.


"Iya aku suka, Mas" ucap Ica memeluk Aldo dengan tak senyuman manis yang Ica perlihatkan sejak mereka tiba.

__ADS_1


Dirinya sangat senang melihat senyum di wajah istri yang ia cintai ini, tak salah dirinya memilih tempat ini.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบSampai jumpa๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2