
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Kini Aldo sedang berada di rumah sakit.
Karena lanik Aldo langsung membawa Ica menuju rumah sakit. Kini Ica tengah di tangani oleh dokter dan sedang melakukan pemeriksaan.
Aldo terus menunggu hingga sang dokter keluar dari daa ruangan yempat Ica di rawat.
Beberapa menit kemudian dokter keluar. Aldopun berdiri dan memghampiri sang dokter.
"Dok, bagaimana keadaan Istri saya." tanya Aldo.
"Istri bapak tidak ada masalah apapun. Tapi jika bapak ingin memastikan, Bapak dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut." ujar san Dokter.
"Oh, baiklah dok. Terimakasih dok." ujar Aldo.
"Sama-sama Pak. Silahkan menemui istrinya." ucap sang dokter
"Baik, Dok "ucap Aldo dan lekas masuk kedalam ruangan.
Saat Aldo masuk kedalam kamar dilihatnyaica yang tengah terbaring tertidur.
Aldo fikir itu karena pengaruh obat yang di berikan oleh dokter.
"Sayang." ucap Aldo lesu. mendudukan diri di mengadap Ica yang terbaring.
"Kamu tau, aku begitu takut dan panik melihat kamu taksadarkan diri seperti tadi." ucap Aldo mengelus lembut pucuk kepala Ica.
Dipengannya tangan Ica. Aldopun megecup lembut tangan Ica menggenggam lembut jari jemari tangan Ica ysng mungil. Sepersi kaca porselin yang akan mudah hancur juka terlalu kencang di pegang.
Drttt.. Drttt!
Suara getar hp Aldo. Dilihatnya panggilan telepon dari sang Ibu. Digesernya untuk menjawab panggilan. Dengan satu tangan lagi memegang tangan Ica dan yang tangan lainnya mengangkat panggilan sang Ibu.
__ADS_1
"Halo, Bu." ucap Aldo mengangkat panggilan.
"Halo, Nak. Ibu dengar kabar, katanya Ica masuk rumah sakit?" tanya Ibu Dahlian terdengar mencemaskan keadaan Ica.
"Ia, Bu. Tapi Ibu tenang saja. Tadi kata dokter Ica hanya kelelahan saja. Tapi untuk pastinya Ica harus periksa lebih lanjut, Bu." jelas Aldo.
"Emm, lalu kamu setuju untuk periksa lebih lanjut?" tanya Ibu Dahlia.
"Belum, Bu. Nanti saja Aldo tanyakan kepada Ica terlebih dahulu soalnya sepertinya Ica masih di dalam pengaruh obat jadi belum siuman." ujar Aldo.
"Baiklah, nanti kabarin Ibu terus, untuk tau perkembangan Ica."ucap Ibu Dahlia.
"Baik, Bu. Nanti akan Aldo kabari lagi." ujar Aldo.
"Yasudah, baik-baik dan sehat kamu dan Ica disana. Atau apa Ibu pulang saja dan menju ke bali untuk menjenguk Ica?" ucap Ibu Dahlia.
"Tidak perlu, Bu. Ibu temani Ayah sajah disana mengurus bisnis. Ada Aldo disini yang menjaga Ica, Bu. Nanti bila mana Aldo memang butuh batuan Aldo akan menghubungi Jojo untuk datang." jelas Aldo.
"Oh. Baiklah, Nak." ucap Ibu Dahlia.
"Ia, Bu. Sampai jumpa." ucap Aldo mengakhiri panggilan.
Ketika selesai berbicara Aldo memutuskan membeli makanan. Siapa tau Ica lapar sewaktu sadar. Dan membeli buah jika Ica tidak ingin memakan makanan berat.
Dan ketika Also sudah selesai dengan urusannya di luar. Aldo bergas kembali kerumah saat menuju ruangan Ica. Namun, saat Aldo ingin masuk kembali ke ruangan Ica. Telepon Aldo kembali bergertar, kini dilihat Aldo, Jojo yang saat ini menghubunginya. Kemudian Aldo melepas gagang pintu dan mendudukan diri dikursi tak jauh dari ruangan Ica.
"Ada apa Jojo mengubungiku?" batin Aldo bertanya. Kemudian mengangkat panggilan Jojo.
"Halo, Jo ada apa?" tanya Aldo
"Al, gawat! Adu gue pusing banget nih, ngadepin nih nenek lampir. Dari awal dia dateng ke perusahaan teriak-teriak manggil nama lu. Terus karena elu enggak ada diangamuk-ngamuk dan tetep nanyain keberadaan lu." ujar Jojo berbicara seperti berbisik.
"Kok, suara lu begitu? Ngomong yang jelas!" ujar Aldo.
"Elu enggak tau sih, penderitaan gue. Asal lu tau gue lagi sembunyi di ruangan gue. Noh tuh! Lu denger enggak tuh cewek kaya tarzan! Barbar banget. Ini perusahaan udah kaya hutan tau enggak!" kesal Jojo.
"...."
"Al, lu denger enggak?" ucap Jojo.
"Emmm."jawa Aldo.
"Emm, ah emm. Serius ini! Brukkkkk brukk." suara gebrakan pintu terdengar oleh Aldo dari sambungan telpon Jojo.
__ADS_1
"Al! Gue tobat Al, Gue lebih baik lu kasih kerjaan setumouk deh dari oada harus ngadepin tuh cewek sundel Bolong, pintu ruangan kerja gue ancur deh lama-lama! Di dobrakin mulu." dumel Jojo.
"Gue enggak usurusin. Saat ini gue lagi di rumah sakit. Gue lebih mentingin keadaan istri gue untuk saat ini. Lu urusin ajah dulu ya, bay. "
"tut" suara Aldo mematikan sambungan telepon.
Lalu masuk kedalam ruangan Ica.
โใ
Sedangkan di tempat lain. Jojo bisa kesal dengan Aldo lantaran sambungan teleponnya di tutup sebelah pihak oleh Aldo membuat Jojo menjadi jengkel.
"Aduh, si Aldo! Gue belum selesai ngomong juga, udah dia udah matiin aja." ujar Jojo dengan suara lantang.
Hingga Amandapun mengetahui bahwa Jojo tengah bersembunyi di tuangannya.
"Jo! Keluar lu! Gue tau lu di dalem! Keluar gak lu atau nih pintu gue gergaji pake gerjaj mesin mau!" teriak Amanda.
Bukk, buk!
"Jojo!!" teriak amanda mengedor pintu.
Yang lainnya tak dapat membatu atau melerai Amanda karena takut kesalahan dan security yang bertugas pun berfikir demi kian. Amanda mengancam akan menuntu mereka jika berani menyentuh sehalaipun tubuhnya.
Amandapun mengakubahwa ia tunangan Aldo dan Aldo segera menceraikan Ica istrinya saat ini.
Semua karyawan mempercai ucapan yang Amanda lontarkan dan terlebih semu kariyawan yang bekerja di sana memang sudah mengenal Amanada sebagai calon istri Aldo. Dan itu mengapa semua tak habis fikir dan tak percaya bahwa Aldo menikah dengan wanita lain yaitu Ica.
Terlebih kandasnya hubungan Aldo dan Amanda dulu tidak diketahu halayah umum entah sebabnya mereka tak jadi menikah.
Dan kini Amandapun bersikap semena-mena karena melihat semua orang tunduk dan takut akan keberadaannya.
Kembali lagi di dalam ruangan Jojo.
Kini Jojo sangat frustasi apa yang harus ia lakukan. Ada 2 pilihan yang bisa Jojo ambil namun keduanya sama-sama menuju neraka, menurutnya.
"Andai aku punya sayap. Jangankan 50 tingkat 100 tingkat juga gue jabanin. Lah ini mah gu bisa mati konyol. Terjun mati , buka pintu juga mati. Harus pilih yang mana, hambamu ini ya Allah. Siapa yang buat masalah siapa yang kena imbasnya, emang dasar boss kampret!." Jojo pun berfikir sejenak.
Pasti ada cara untuk bebas dari wanita ini. Jojo terus berfikir dan lampu bolam di kepala Jojo pun akhirnya menyala. menandakan bahwa Jojo sudah memiliki ide untuk wanita itu.
"Hehe. Mau mengalah kan gue! Mimpi! Berguru dulu lu sama si buta dari gua hantu" gumam Jojo penuh ide-ide cemerlang.
"Kita lakuin kenakalan waktu sekolah, hehehehahahaha. Oke stop Jojo, tolong jaga wibawanya kesanya enggak ada banget. Jojo itu pria yang berwibawa dan memiliki banyak gadis, hanya saja gue enggak pamer kaya si Aldo. Dan karena ide cemerlang udah ada di otak gue. Baru ngebayangin ajah udah seneng. Enggak sabar gue bikin tuh nenek lampir jadi rempeyek." gumamnya pelan agar rencana Jojo tidak hancur berantakan dan diketahui oleh Amanda.
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumpa๐บ๐บ๐บ๐บ