
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Di pagi harinya Ica dan Aldo mulai melakukan aktifitas mereka seperti biasanya.
Aldo mengantar Ica ke kampus terlebih dahulu sebelum Aldo pergi menuju perusahaannya. Setelah mengantar Ica barulah Aldo menuju perusahaannya.
Sudah sebulan Aldo meninggalkan urusan perusahaan kepada Jojo. Terlebih mendengar terakhir kali soal apa yang Amanda lakukan di perusahaannya itu.
Mobilpun melaju dan Aldo tiba di purasahaanya.
Keluar dari dalam mobil dan memasuki perusahaan.
Para karyawan yang melihat kedatang Aldo membukukan badan memberi hormat kepada bos mereka.
Aldo terus berjalan dan sampainya Aldo di depan pintu ruangan kerjanya.
"Cklek." Aldo mebuka pintu dan melihat Jojo di sana dengan berkas yang menumpuk.
"Ada apa dengan ruangan kerjaku ini!" ujar Aldo begitu melihat keadaan ruangannya.
"Ah, Aldo! Elu kembali juga akhinya!"ucap Jojo dengan mata berbinar.
"Jangan tunjukan kepada ku wajah yang menggelikan itu, sekarang ku tanya ada apa dengan ruangan ku ini!" ketus Aldo.
"Haa ... Lu enggak inget yang waktu itu gue bilang, si Lampir Amanda itu datang kesini dan bikin kekacauan. Lebih tepatnya ruangan gue udah kaya basecamp peperangan. Ruangan gue udah enggak tau bentuknya kaya apa! Maka dari itu dua hari ini gua pake ruangan lu buat menyusun berkas-berkas."jelas Jojo.
"Gua enggak mau tau pokoknya nih ruangan dalam 15 menit mesti rapih seperti semuala." ujar Aldo.
"Mending lu gantung gue ajah deh Al di depan kantor! Lu gila ajah liat dong banyak begini lu kasih waktu 15 menit! Bener-bener, gila nih anak! Udah kaya kerja rodi gua." Protes Jojo.
"Huf... Yasudah gua kasih waktu ampe besok. Pokonya besok pagi gue mau pas gue masuk ruangan udah rapi seperti saat gue tinggalin." ujar Aldo.
"Nah! Gitu dong. Kan enak. Siap pokoknya besok ou masuk ruangan lu udah bersih dan cerah, secerah kehiduoan gue. Dan lagian sekali-sekali berbagi ruangan sama bawahan itu berkah tau." ujar Jojo.
"Ck! Enggak usah banyak mulut! Cepat selesaikan!" ketus Aldo.
"Yaaampun, yang abis pulang honymood bukannya happy malah mara-marah,enggak dapet jatah yah?" ejek Jojo.
"..." Aldo menatap tajam Jojo.
"Ia, ia. Ini tempat duduknya bos silahkan." ucap Jojo mengelap tempat duduk yang akan Aldo tempati.
Aldo kemudia duduk dengan memperhatikan Jojo bekerja. Tak berselang lama Jojo menawarkan Aldo sesuatu.
__ADS_1
"Al lu mau pesen minum enggak?" tanya Jojo.
"Boleh, gue kopi susu satu, gulanya sedang panasnya sedang." ucap Aldo.
"Oke!" ucap Jojo.
10 menit kemudian.
Minum Aldo dan Jojo telah datang.
"Silahkan Pak, ini minumannya." ucap Serly.
Menaruh 2 gelas cangkir kopi dengan membungkukan tubuhnya didepan Aldo dan Jojo. Serly Sengaja agar dapat memperlihatkan buah dadanya.
"Berapa lama kamu bekerja?" tanya Aldo tiba-tiba.
"Asik! Kayanya aku berhasil dapetin bos nih! Mak doakan anakmu!" batin serly bersorak ria.
"Ah, saya sudah bekerja 2 tahun, Pak." ujar Serly.
"Oh, nanti sehabis keluar dari ruangan saya kamu ambil uang pesangon kamu!" ujar Aldo.
"Loh! Kenapa, Pak? Apa salah Serly?" tanyanya bingung.
"Kamu berusaha menggoda saya dan sekretaris saya? Apa kamu diperusahaan saya ini dipekerjakan untuk berjualan diri atau menjual tenaga kamu untuk perusahaan!" ketus Aldo.
"Ma-maafkan saya, Pak. Saya tidak akan mengulanginya lagi. Tapi saya mohon jangan pecat saya, Pak." pinta Serly memohon kepada Aldo.
Tapi ternya ia langsung mendapatkan tembakan tepat di jantungnya. Sial sekali nasib serly baru mencoba sekali sudah tercebur ke jurang.
"Al, kasian. Anak orang asal lu pecat aja."ujar Jojo.
"Lu belain dia? Atau mau lu aja yang gua pecat!?" ujar Aldo.
"Hehe... Enggaklah! Yaudah pecat ajah." ucap Jojo.
"Ja-jangan, Pak.! selak Serly.
"Enggak sopan lu! Gua masih ngomong sama Pak bos, udah lu selak ajah!" kesal Jojo.
"Ma-maaf, Pak." ucap Serly.
"Haa... Sudah-sudah, Kalian buat palaku jadi pusing! Kamu sekarang keluar dari ruangan saya, elu Jo, cepet lu seleseiin semuanya hari ini juga!" ketus Aldo.
"Jadi? Serly enggak di pecat, Pak?"tanya Serly.
"Kalau kau masih mau di ruangan saya, maka kamu memilih untuk di pecat. Jika bertanya lagi langsung kuberhentikan sekarang juga!" kesal Aldo
"Ja-jangan, Pak. Serly akan pergi." ucap Serly keluar dari ruangan Aldo.
"Huff... Kenapa enggak ada yang bener di kantor ini." keluh Aldo.
"Deh! Gue enggak bener gitu?" ujar Jojo.
__ADS_1
"Menurut lu gimana? Lu orang bener bukan?" ucap Aldo.
"Bener lah!" ujar Jojo.
"Yaudah enggak usah sewot, kalo mara lu berati merasa." ujar Aldo.
"Gimana enggak mau marah! Lu ngomong gitu tepat di wajah gua?" sewot Jojo.
"Suka-suka gua dong! Gua kan bosnya." cuek Aldo.
"Huff... Nasib jadi anak buah punya bos kaya gini." gumam Jojo.
Sedangkan Aldo dan Jojo yang masih terus sibuk berdebat kita akan lihat Ica dan teman-temannya yang kini sedang berada di kantin.
"Yaampun, Ica. Lu tega banget sih! Ninggalin gue sama si kutu beras ini." ucap Sila.
"Hihi, maaf deh kan aku pengantin baru, butuh berduaan biar cepet jadi. Kalau ngajak kalian jatohnya liburan bareng dong." ujar Ica.
"Ihh, jahat!" ucap Sila menggembungkan pipinya.
"Hih, yaampun lucunya kalau lagi ngambek." ujar Dimas.
"Apaan sih! Lu jangan deket-deket deh, nanti para fans lu itu nyakarin wajah cantik gie ini." ujr Sila.
"Enggaklah, aku akan halangin kamu dari cewek-cewek hulk itu." ucap Dimas.
"Alah bohoong! Kalau di kerumunin ajah lu ngumpet di belakng tubuh gue mulu! Elu emang mau bikin gue mati muda kayanya." kesal Sila.
"Hihi, maaf deh." ucap Dimas mengecup tangan Sila.
"Ih apan sih!" ujar Sila menari tangannya.
"Ehem!! Bilang males, inilah, itulah, taunya aku sekarang kaya obat nyamuk. Ica serasa tembus pandang." ujar Ica.
"Ih, enggaklah, gue beneran kesepian tanpa lu, percayakan?" ucap Sila.
"Ia ia, percaya." ujar Ica.
"Yasudah, kita pesan makanan yuk, gue laper nih." ujar Dimas
"Boleh, elu yang pesenin ya. Gue mau Mie ayam, kalau lu apa, Ica?" tanya Sila.
"Aku mau bakso aja ah, lagi pengen tapi aku maunya baksonya di pakein saos di atasnya bentuk smile ya." ucap Ica.
"Hah? Kasih saos ajah ribet banget pake ada smile nya segala. Kaya biasa ajahlah." ujar Dimas.
"Enggak mau! Kalau enggak kaya gitu, gue enggak mau makan!" ujar Ica.
"Udah sih, kasih ajah! Lu tibet deh!" ucap Sila.
"Huff... Ia ia , para nyonya besar!" ujar Dimas pergi meninggalkan mereka.
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumpa๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1