
πΉπΉπΉπΉSelamat membacaπΉπΉπΉπΉ
β’
β’
β’
β’
Kini Aldo sedang dalam perjalan menuju rumah. Aldo sengaja memberi tahuakan bahwa dua hari lagi dia akan pulang. Tapi nyatanya di akan balik hari ini.
Beberapa menit kemudian mobil Aldo sampai di depan rumahnya.
Aldo masuk tanpa membangunkan orang rumah. Aldo segera masuk kedalam kamar tempat dimana istrinya berada.
Dilihatnya Ica tertidur dengan hanya memakai kemeja Aldo.
"Wah kamu nakal sekali sayang." gumam Aldo pelan.
Dikecupnya kening Ica berlanjut ke pipinya dan kini menuju bibir Ica. Membuat Ica yang tengah tertidur lelap menjadi terganggu dan terbangun dari tidurnya.
"Mas." ucap Ica yang melihat Aldo tengah berada di hadapannya.
"Sepertinya aku terlalu kangen sampai berhalusinasi gini. Padahal aku udah pake baju kamu biar merasa kamu disini. Tapi malah jadi berhalusinasi." ucap Ica mengucek kedua matanya memastikan apa yang ia lihat.
Aldopun tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggemaskan ini. "Kamu enggak berhalusinasi sayang, ini aku suwamimu." ucap Aldo.
"Mas? ini bener kamu?." ucap Ica tak menyangka bahwa yang dilihatnya bukan sekedar halusinasi tapi kenyataan.
"Ia sayang." ucap Aldo memluk Ica.
Ica pun membalas pelukaan sang suwami yang angat ia rindukan. Hangat dan nyaman saat di depanan sang suwami selalu membuat Ica tenang dan tak ingin lepas.
__ADS_1
"Hehe, kamu kaya kuala deh. Enggak lepas lepas meluk aku." ledek Aldo.
"Mas ih sebel." manyun Ica.
"Uh unyu banget sayang, hehe ia maaf. Istriku cantik dong masa kaya kuala." ujar Aldo.
"Mas, kok boong sih!" sebal Ica.
"Bohong apa?" tanya Aldo.
"Katanya pulang 2 hari lagi tapi ternyata tiba tiba udah dateng." ucap Ica.
"Lah? Cepet salah lama juga salah." bingung Aldo.
"Ih bukan begitu Mas, kalau Ica tau mas balik cepatkan Ica bisa buatin makanan kesukaan buat mas juga bisa nyambut kepulangan Mas." jelas Ica.
"Kejutan sayang, kalau di kasih tau namanya bukan kejutan dong. Dan juga aku sampai larut malam sayang kamu maaak juga belum tentu kemakan kasian kamunya udah capek nyiapin kalau enggak di makan. Dan juga aku mau tau apa yang istriku lakunkan kalau suwaminya enggak ada. Dan ternya kamu mesum ya sayang, sakingbkangennya sampai mengekan pakaian ku buat tidur." ucap Aldo.
"Ih Mas." ucap Ica malu.
"Kalau begitu mari kita olahraga sayang. Sudah lama nih." ucap Aldo menaik turunkan Alidnya.
Pagi harinya Ica bangun lebih dahulu.
ica mengecup bibir Aldo.
"Pagi suwamiku." ucap Ica.
Aldopun membalas ciuman sang istri.
"Pagi juga istriku." ucap Aldo yang mengagetkan Ica.
"Mas." kaget Ica.
"Kamu ini masih pagi udah mancing mancing." ucap Aldo.
__ADS_1
"Siapa yang mancing, udah ah mau mandi." ucap Ica.
Saat ingin bangun Ica merasa seluruh tubuhnya lemas dan pingganya terasa pegal dan sakit.
"Ah." pekik Ica.
"Kenapa sayang." tanya Aldo bangun dari tidurnya.
"Ini karena kamu, Mas." ucap Ica.
"Hehe, maaf sayang abis enak sih jadi keterusan deh." ucap Aldo. Membuat ica yang mendengar hanya mengendus kesal.
"Yasudah aku gendong ya." ucap Aldo mengendong Ica.
Di dalam kamar mandi.
"Mas, kenapa masi disini?" tanya Ica.
"Aku juga mau mandilah." ucap Aldo masuk ke bathtub.
Icapun pasra Ica terlebih dahulu membasuh diri dengan shower. Setelah itu dilihatnya Aldo telah menanti kehadiran ica untuk ikut bergabung dengannya masuk kedalam bathtub.
"Sini sayang gabung bareng aku." ucap Aldo.
"Mas, kamu jangan macem macem ini lagi di kamar mandi." ujar Ica.
"Enggak kok aku enggak macem macem. Paling satu macem doang." jawab Aldo.
Icapun masuk kedalam bathtub. Dan seperti dugaan Ica tangan Aldo mulai bergerayangan kesana kemari, jemari yang muali bermain di area dada dan tempat sensitif Ica.
"Mas, aku bilangkan jangan macem macem." ucap Ica. Namun Aldo tak mendengar ucapan Ica dan fokus bermain main dengan gunung Ica.
Aldo mulai mencium bibir Ica dengan tangan Aldo yang masih asik bermain dengan kedua gunung Ica. Membuat hembusan nafas Ica semakin berast Icapun juga mulai teransang dengan sentuhan yang Aldo berikan.
Mantap matapan pun terjadi, Ah udah Author sampai sini aja π, seterusnya bayangin sendiri ya π
__ADS_1
ππππSampai jumpaππππ
πΊπΊπΊπΊBersambungπΊπΊπΊπΊ