
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Jojo menemani Ica untuk sampai ke rungan Aldo.
Tok, tok, tok.
"Iya, masuk" ucap Aldo dari dalam ruangan.
"Krek." dibukanya pintu oleh Jojo.
"Ada apa Jo.." ucapan Aldo terputus melihat sosok wanita pujaan hatinya di belakan tubuh Jojo.
"Sayang?" ucap Aldo.
"Kamu kok bisa ada disini." tanya Aldo.
"Tadi pagi kamu buru-buru berangkat kantor dan lupa sarapan jadi aku masakin dan bawaiin kamu makan siang." ucap Ica tersenyum manis.
"Adu-aduh, tolong dong hargain gue jangan tebar-tebar bunga cinta, bikin panas aja." ucap Jojo.
"Kalau lu kepanasan, noh nyebur ajah di air mancur di depan perusahaan." ucap Aldo.
"Noh, liat tuh kelakuan suwami yang kau cintai, masa tega nyuruh temennya kaya gitu." adu Jojo.
"Haha, kalian berdua kaya film Tom and Jerry. Berantem enggak pernah akur." ujar Ica tak lepas dengan tawanya.
"Memang gue selalu disiksa sama suamimu nih, dari kuliah sampe sekarang." ucap Jojo.
"Memang, Mas Aldo dulu kaya gimana?" tanya Ica yang mulai penasaran ingin tahu.
"Dulu banyak cewek-cewek yang suka sama dia sampe sekarang pun juga sama." ucap jojo.
__ADS_1
"Berarti mantan, Mas Aldo banyak dong? tanya Ica kembali.
"Enggak, dia bukan tipe cowok yang memanfaatkan wajahnya dan menyakiti banyak hati wanita. Kalau menjalin cinta dia termasuk cowok yang setia." jelas Jojo.
"Jo, kok gue jadi jiji ya denger ucapan lu, elu enggak ada perasaan lebih kan sama gua? Gue udah punya istri, maaf ya Jo, elu di diskualifikasi." ucap Aldo sambil merangkul pinggang sang istri di pelukannya.
"Emang temen enggak tau diri, di sanjung malah menjatuhkan gue, lu emang Bos kurang ajar." kesal Jojo.
"Haha, abis sanjungan lu, di dengernya agak jijik gitu."ucap Aldo.
"Udah-udah, Mas. Kasihan Mas jojo." ucap Ica.
"Apa? Mas Jojo?" tanya Aldo mengakat satu alisnya.
"Ia, terus Ica harus panggil apa?" tanya Ica.
"Gantin, pokoknya aku enggak suka kalau kamu manggi si Jojo dengan sebutan Mas, atau untuk pria-pria lainnya. Kamu cuman boleh memanggil Mas, ke aku saja." ucap Aldo.
"Terus apa dong? Masa manggingnya Abang? atau Pak? Kaku sekali." ujar Ica.
"Boda amat, pokonya jangan pake sebutan Mas untuk memanggil pria lain selain suwamimu ini." ujar Aldo.
"Al, sejak kapan sih elu jadi overprotektif gini? Elu kaya perempuan ajah, seharusnyakan istri lu yang begitu ke elu karena banyak cewek yang suka sama lu, jadi Ica harus waspada sama cewek-cewek yang ngeces liatin elu." ujar Jojo.
"Dan satuhal sayang aku cinta kamu, prett apaan. Kentut." ejek Jojo.
"Jo, lu mau gue potong gaji lu!" ketus Aldo.
"Hehe, becanda bos, gitu ajah sensi." ucap Jojo.
"Sudahlah aku lapar, aku ingin makan dengan itriku berdua di ruangan ini. Kamu penggangu mending pergi saja ke laut." ucap Aldo, yang ingin menarik tangan Ica.
"Aw, Mas.!" pekik Ica saat pergelangan tangannya di pegang Aldo.
" Kamu kenapa sayang? perasaan aku pengang tangan kamu lembut." bingun Aldo.
Dilihatnya pergelangan tangan Ica yang mungil, ada bekas jejak tangan kemerahan di sana.
"Siapa yang ngakuin ini!" kasal Aldo dengan suara meninggi.
"Sudahlah, Mas. Aku enggak papah kok. Nanti juga hilang. Mas-Pak Aldo juga sudah membantuku tadi. Jadi semua sudah selesai." jelas Ica.
__ADS_1
"Selesai gimana? Liat tangan kamu sampe begini, betapa kerasnya dia mencengkram pergelangan tangan mu! Jo, sekarang lu kasih tau gue, ada apa sebenarnya? Jangan ada yang elu tutupin sedikitpun!" geram Aldo memandang pergelangan tangan sang istri.
"Jadi begi Al." Jelas Aldo menceritakan kejadian yang telah terjadi samapi menyebabkan tertinggalnya jejak cengkraman di pergelangan tangan Ica.
"Brengsek!" Kesal Aldo dengan amarah yang memuncak.
"Gbrak!" suara gebrakan meja.
"Aku tidak mau tau pecat kedua security itu dan Juga kepada kedua wanita itu untuk tidak akan pernah bisa mendapatkan pekerjaan apaanpun dan dimanapun setelah keluar dari perusahaanku." ucap Aldo kepada Jojo.
"Mas, jangan. Kedua security itu tidak salah, dia hanya di suruh dan menjalankan kewajibannya untuk mengurus jika ada yang mengganggu kenyamanan perusahaan. Dan untuk kedua wanitu itu, mereka sudah di pecat itu sudah setimpal dengan apa yang mereka perbuat. Jangan lakukan itu, kalau kamu memang benar sayang sama aku, turuti permintaan ku, Mas." pinta Ica.
"Sayang tapi, apa yang mereka lakukan itu sudah kelewatan." ucap Aldo.
"Mas, kumohon." ucap Ica.
"Huf, baiklah jika memang seperti itu keinginan mu sayang. Tapi ingat jika hal seperti ini dan terulang kembali aku ingin melakukan dengan caraku sendiri." ucap Aldo.
"Iya, Mas. Aku enggaka akan ikut campur lagi." janji Ica.
"Jadi gimana nih? Jadi enggak Eksekusinya?" tanya Jojo.
"Eksekusi di tiadakan, hakimnya memaafkan." ucap Aldo malas.
"Yasudah, lebih baik sekarang bekel yang aku bawa di makan. nanti keburu enggak enak loh, Mas." ucap Ica membuka tutup tempat makan satu persatu.
"Wah, rendang sama sambel ijo kesukaan ku sayang. Kamu tau ajah ngembaliin seleraku. Emm, Aromnya wangi. Pasti enak banget nih masakan istriku." ucap Aldo antusias sambil melihat kotak makan di depannya.
"Bagi dong." ucap Jojo.
"Beli sono, ini di masak khusu untuk ku." ucap Aldo mengambil suapan pertama yang di suapkan Ica ke mulut Aldo.
"Tenang, aku bawa bekel lebih. Ini untuk, Pak Jojo." ucap Ica memberikan satu kotak bekal lainnya.
"Asik, makasih istri Bos. Dapet juga pembagian makanan. Emang kalau orang baik tuh ada ajah rezekinya." ucap Jojo membuka tutup tempat bekal.
"Ngapain kamu?" tanya Aldo.
"Makan lah, Bos." ucap Jojo.
"Enak ajah, jangan gangu. Sana makan di runganmu sendiri." ucap Aldo mengusir Jojo.
__ADS_1
"Yailah, ydh. Dasar pelit." kesal Jojo dan pergi meninggalkan ruangan dengan tidak lupa membawa kotak bekalnya.
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumapa๐บ๐บ๐บ๐บ