
Terimakasih untuk semua dukungannya. Author bisa sejauh ini berkat dukungan dari kalian semua. Semoga sukses dan sehat selalu untuk kalian semua. Semua dukungan yang kalian berikan sangat berarti dan author sangat menghargainya. π π
πΈππΈππΈππΈππΈππΈππΈππΈ
πΉπΉπΉπΉSelamat membacaπΉπΉπΉπΉ
β’
β’
β’
β’
Selesainya Ica pun di gendong kembali oleh Aldo.
"Sayang kamu capekan, kamu istirahat saja ya. Aku siap siap berngkat ke kantor ya sayang. Nanti aku bilang ibu kamu istirahat oke." ucap Aldo mengecup kening Ica.
"Ia, Mas." ucap Ica.
Aldopun bersiap dan turun ke bawah untuk sarapan dengan yang lainnya.
"Pagi, Ibu, Ayah, Nenek." ucap Aldo.
"Pagi sayang."ucap Ibu Dahlia.
"Pagi, Nak." ucap Ayah dan Nenek.
"Mana Ica tidak ikut turun kebawah?" tanya Ibu Dahlia.
__ADS_1
"Ica capek, Bu. Jadi Aldo sudah suruh bi Tini untuk mengantar makan ke dalam kamar." ujar Aldo.
"Em, baiklah." ucap Ibu Dahlia.
Dan selesainya Aldo phn berpamitan dengan yang lainnya.
Sesampainya di dalam kantor Aldo melihat Jojo di depan ruangannya dengan wajah yang gusar.
"Ada apa kamu di depan ruanga kerjaku." tanya Aldo.
"Gawat, Al. Si uler dateng." ucap Jojo.
"Huf."
"Gue udah usir dia tapi dia bilang elu mau nikahin dia! jangan bilang itu bener?" tanya Jojo.
"Aku akan menanganinya." ucap Aldo yang langsung masuk kedalam ruangannya.
"Mengapa kau kemari." ketus Aldo.
"Kan alu udah bilang sabar, ini baru beru lewat satu hari. Enggak segampang itu Amanda tolong kasih waktu." jelas Aldo.
"Baik, aku kasih kamu waktu 2 minggu untuk meminta jawaban pasti dari kamu. Ingit ya sampe kamu bohong kamu akan tau akibatnya." pungkas Amanda meninggalkan Aldo.
Begitu Amanda keluar Jojo masuk kedalam ruangan Aldo.
"Al sebenarnya ada apa sih ini?" tanya Jojo.
"Kenapa lu bisa ada hubungan lagi sama tuh cewek" ucap Jojo kembali.
"Enggak tau, Jo. Gue bingung harus gimana." ujar Aldo.
__ADS_1
"Jangan bilang ilangnya lu waktu itu ada kaitannya sama Amanda." ucap Jojo. Aldo lalu menganggukan kepalanya pelan naik turun.
"Wah, elu tidur sama dia." ujar Jojo.
"Hah? lu kenal gue kan emang gue cowok kaya gitu, paran ajah dia enggak pernah gue sentuh apalagi sekarang gue udah nikah." ucap Aldo.
"Terus." tanyanya curiga.
"Buang tuh pandangan lu, gua bukan cowok gitu. Gue itu di culik, saat itu di minuman gue ada obat tidurnya jadi pas gue enggak sadarkan diri gue di bawa sama dia. Tangan gue juga di iket mulut gue juga di tutup tajdi enggak ada kesempat gue buat kabur." jelas Aldo.
"Terus kenapa lu harus nikahin dia? aturan lu bawa ke jalur hukum buat menjariin dia." ucap Jojo.
"Andai semudah itu, udah gue lakuin sebwlum lu ngomong. Masalahnya dia itu merekam video dimana keliatannya di sudah di lecehkan dan ada beberapa foto gue dan dia juga yang dia ambil diman posisinya jika orang liat gue baru saja menghabiskan malam yang hangat dengan dia." jelas Aldo.
"Yah elu jelasin sama keluarga dan sama istri lu." ujar Jojo.
"Enggak segampang itu. Gue juga harus mikirin perusahaan gue dan para karyawan yang berkerja di sini, jika purasahan gue terguncang bagaimana nasib meeka nanti. Gue enggak bisa seegois itu Jo, gue harus mikirin yang lainnya bukan untuk keuntungan gue semata." jelas Aldo.
"Jadi gimana? lu bemer mau nikahin dia?" tanya Jojo.
"Tentu ajah enggaklah. Sebisa mungkin gue bakalan memperlama sambil mencari jalan keluar lainnya." ujar Aldo.
"Al, ape banget nasib lu." ujar Jojo.
"Sengke lu." kesal Aldo.
"Tenang, gue sahabat lu. Gue selalu ada untuk lu saat lu butuh bantuan gue hubungin ajah gue." ucap Jojo.
"Makasih, Jo." ucap Aldo.
Aldo hanya bisa membuang nafas kasar sambil terus terbayang akan sang istri jika mengetahui semua ini.
__ADS_1
ππππBersambungππππ
πΊπΊπΊπΊSampai jumpaπΊπΊπΊπΊ