
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Sesampainya di rumah Aldo bingung apakah ia harus jujur atau menyembunyikannya sendiri.
"Bagaimana nanti kalau Ica tau dan dia marah kepada ku. Padahal kami baru saja menjalin mahligai rumah tangga tapi mengapa ujian yang datang begitu besar menghadang rumah tanggaku." fikir Aldo.
"Mas." panggil Ica.
"Mas." panggil Ica kembali namun Aldo hanya diam tak menanggapi panggilan Ica.
"Masss." panggilnya kini dengan nada yang sedikit meninggi.
"Ah ia ada apa sayang." ucap Aldo.
"Kamu kenpa, Mas? Kamu ada masalah, dari tadi aku panggilin kamu kaya lagi mikirin sesuatu gitu." ujar Ica.
"Enggak kok, enggak ada apapun." elak Aldo.
__ADS_1
"Mas, kamu nganggep aku apa sih?" tanya Ica.
"Yah istrikulah." ucap Aldo.
"Terus kenapa? Mas, kaya lagi nutupin sesuatu sama aku. Dari kamu dateng sampe sekarang fikiran kamu kaya lagi enggak disini. Tubuh kamu memang disini tapi fokus dan fikiran kamu entah kemana." pungkas Ica.
"Enggak ada yang di tutupin. Aku cuman capek ajah banyak banget pekerjaan yang harus aku urus di perusahaan. Aku tidur duluan ya sayang." ucap Aldo mengecuk kening Ica dan beranjak ketempat tidur.
"Aku tahu, kamu enggak jujur, Mas. Pasti ada yang kamu sembunyiin. Kenapa harus bohong. Apa kamu punya wanita lain."batin Ica.
Ica ingin menanyakan sekali lagi kepada Aldo namum sepertinya Aldo sudah tertidur dan mau tidak mau Ica pun ikut tidur.
"Malam, Mas." ucap Ica pelan dan kemudian memeluk sang suwami. Dipejam kannya kedua mata Ica.
Saat Ica sudah tertidur pulas Aldo membuka matanya kembali.
"Maaf sayang. Selamat malam." gumam Aldo pelan.
Setelah itu Aldo memejamkan kembali kedua matanya.
Sebenarnya Ica belum tertidr hanya memejamkan matanya saja. Ica dapat mendengar ucapan Aldo walau dia menngucapkannya pelan.
Ica membuka matanya kembali , dilihatnya kali ini Aldo sudah benar benar tertidur pulas.
"Mas, apa yang kau ucapkan itu? Maaf untuk apa? Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari aku." lirih Ica.
Karena fikiran Ica kacau ia tak dapat kembali tertidur. Ada banyak sekali pertanya pertanyaan yang ada di dalam fikirannya.
__ADS_1
Ica keluar dari dalam kamar, dengan perlahan tanpa membangunkan sang suwami.
Didapur Ica menuangkan segelas air. Icapun terdiam dan merenung sejenak.
"Nak, mengapa kamu belum tidur sayang." tanya Nenek Sumi.
"Nenek? Emm, tidak ahmaksudnya, aku hanya haus saja jadi keluar dari kamar untuk mengambil air minum." jelas Ica.
"Kamu yakin?" tanya Nenek Sumi.
"Ia." ucap Ica memasang senyum agar sang Nenek tak terus bertanya dan percaya bahwa dirinya baik baik saja.
"Baiklah kalau memang begitu, Nenek masuk lebih dulu ya." ucap Nenek Sumi.
"Baik, Nek." ucap Ica tersenyum.
"Apa yang harus ku lakukan? Fikiranku benar benar kacau saat ini. ucapnya berbicara sendiri.
"Masih pukul 02.00 dini hari. Apa yang bisa kulakuna." ujar Ica.
Karena bingung apa yang hus ia lakukan untuk menjernikan dan menenangkan kembali perasaan dan fikirannya, dirinya memutuskan untuk kembali kekamar.
Dilihatnya Aldo masih tertidur dengan posisi yang sama. Icapun perlahan menaiki tempat tidur dan pelan pelan memeluk sang suwami. Dipejamkannya maca Ica dan lama Ica mulai tertidur kembali.
๐๐๐๐Bersambung ๐๐๐๐
๐บ๐บ๐บ๐บSampai jumpa๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1