Suami Tampanku

Suami Tampanku
20.


__ADS_3


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


Sekarang adalah hari yang paling Aldo dan Ica nantikan. Kini waktunya untuk Ica dan Aldo melepas masa lajang mereka. Memulai membinah rumah tangga. Sehidup semati, susah senang dilalui bersama. Segala macam rintangan yang datang kan di hadapi berdua. Mencintai dan menerima kekurangan dan kelebihan pasangan satu sama lainnya. Menjadi pribadi yang lebih baik setelah berumah tangga.


Prosesi pernikahan dimulai. Haru dan bahagia juga sedih bercampur menjadi satu menghiasi momen pernikahan Aldo dan Ica.


Selsainya sesi pernikahan kini tinggal para tamu undangan memberika selamat kepada kedua belah pihak mempelai.


"Selamat ya Ca." Ucap Salsa.


"Ia, makasih Sa." Ujar Ica.


"Semoga jadi keluarga yang Sakinah,ย Mawaddahย danย Warahmah ya." Ujar Salsa.


"Amin. Makasih ya Sal untuk doanya." Ucap Ica.


"Ia, dan satu lagi cepet kasih gue keponakan yang lucu lucu ya." Ucap Salsa.


"Tenang langsung di buat." Ucap Aldo.

__ADS_1


Membuat Kedua orang tua Aldo dan Salsa juga Dimas tertawa mendengarnya. Sedangkan Ica tertuduk malu.


"Aduh yang gak sabar. Santai bro." Ledek Dimas. Aldo yang mendengar hanya cuek tak menghiraukan.


"Sombong." Kesal Dimas yang di cuekin Aldo.


"Udah ayuk turun." Ucap Salsa menarik tangan Dimas.


Dimas dan Salsa akhirnya meninggalkan tempat karena harus bergantian dengan yang lain yang ingin mengucapkan selamat kepada Aldo dan Ica.


Acara pun berjalan lancar. Tamu yang hadir satu persatu mulai meninggalkan acarapernikahan Ica dan Aldo telah usai.


Aldo dan Ica tidak pulang ke kediaman Keluarga Wijaya. Aldo telah menyiapkan rumah sebagai kejutan untuk Ica.


Saat di perjalanan.


"Tuan mengapa lewat sini? Ini bukan arah ke rumah." Tanya Ica.


"Lantas ? Mau kemana kah kita?" Tanya Ica kembali.


"Kamu duduk saja yang anteng, nanti juga kamu tau begitu kita sampai."jelas Aldo.


Ica yang mendapatkan jawaban tidak memuaskan dari Aldo menjadi kesal dibuatnya.


Perjalan memakan waktu sekitar 40 menit. Ica dan Aldo tiba di sebuah rumah. Dibunyikannya kelakson mobil Aldo. Seirang pria cukup berumur membukakan pintu gerbang.


Lalu Aldo memasuki rumah. Dibukannya pintu mobil Ica oleh Aldo.


Ica keluar dari mobil dengan bingung. Aldo yang melihat kebingunan dari wajah Ica menjelaskan kepada Ica.

__ADS_1


"Ini rumah kita berdua mulai sekarang." Ucap Aldo.


"Apa? rumah kita?" Tanya Ica tak percaya.


"Ia, kenapa?apa rumahnya kurang bagus? "Tanya Aldo.


"Enggak justru ini terlalu besar kalau hanya untuk di tempati dua orang." Ucap Ica.


"Kamu tenang aja, sudah ada pembantu yang akan mengurus rumah. Kamu itu Istriku untuk apa lagi kamu kerjakan semuanya sendiri." Jelas Aldo.


Lalu meka berdua memasuki rumah, Di sambutnya Ica dan Aldo dengan kehadiran 2 orang pembatu.


"Selamat datang Nona, dan selamat datang juga Tuan." Ucap mereka berdua.


"Selamat malam juga bi." Ucap Aldo dan Ica bersama.


"Perkenalkan saya Ina, Biasa di panggil simbo Ina" Ucap Mbo Ina usianya sekitar 45 tahun.


"Kalau saya Tini, biasa di panggil Bi Tini" Ucap Bi Tini yang usianya lebih muda dari Mbo Ina. Usia Bi Tini 35 tahun.


"Baiklah Mbo Ina dan Bi Tini, Saya Ica Istri Tuan Aldo. Kalian bisa panggil saya dengan sebutan Ica saja jangan panggil saya dengan sebutan Nona atau enon atau sebutan yang lainnya karena saya kurang begitu nyaman." Jelas Ica.


Mbo Ina dan Bi Tini yang mendengar perkataan Ica segera mengalihkan pandangan ke arah Aldo menanyakan apakah mereka boleh memanggil nya tanpa sebutan Nona.


"Sudah Mbo, Bibi Panggil Ica sajah tapi kalau ada Nyonya dan Tuan atau teman dan sodara kalian baru panggil Ica dengan tambahan Nona."Jelas Aldo.


"Baik Tuan" Ucap Mbo Ina dan Bi Tini.


Ica dan Aldo yang merasa letih segera menuju kamar mereka berdua.

__ADS_1


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSampai jumpa๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบBersambung๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2