
๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Sudah sejam Jojo mencari keberadaan Aldo namun tak kunjung mendapatkan hasil.
"Kemana si lu bos sebenarnya." ucap Jojo.
Di tempat lain Aldo masih berada di dalam kamar dengan tangan terikat dan mulut pun ikut di bungkap dengan kain yang diikat di mulut Aldo.
"Krek" suara pintu terbuka Amanda masuk kedalam dengan membawa sesuatu di tangannya.
"Sayang gimana kabar mu, aku punya hadia untuk mu." ucap Amanda.
__ADS_1
Dikeperlihatkannya ternya Amanda membawa foto dan beberapa video dirinya dan Aldo.
"Bagaimana sayang bagus banget kan. Kita seperti pasangan yang saling mencintai. Nah sekarang dapatkah kita mulai negosiasinya sayang." ucap Amanda.
"Ah ia aku lupa mulutmu masih tersumpal." ucap Amanda membuka ikatan di mulut Aldo.
"Apa sebenarnya mau mu?" bentak Aldo.
"Ah sabar sayang, kamu kalau marah kaya gini buat aku makin ingin mencumbu mu." ucap Amanda dengan suara menggodan dan desahan yang kelurkan Amanda.
"Aku mau kamu nikahi aku, dan tinggalkan istri kamu, maka akan ku hapus foto dan video itu. Tapi jika kau menolak, persiapkan dirimu untuk mendapakan kabar tersebarnya foto dan video kita berdua sayang." ucap Amanda.
"Cuih! Tidak akan kuberikan apa yang kau ingin, terlebih harus meninggalkannya demi wanita seperti mu." ucap Aldo.
"Kau sakit Amanda. Kau sudah gila." ucap Aldo.
"Seterah apapun yang mau kau katakan. yang ingin ku dengar kau setuju dengan keingannku. Ku hitung sampai hitungan ketiga jika belum setuju foto ini akan lansung kukirimkan kepada istrimu itu. Ck memanggil dia istrimu membuat mulutku jiji mengucamnya. Wanita kampung." ucap Amanda yang mulai menghitung. Sebelum Amanda menyebut anaka terakhir Aldopun berkata.
"Tunggu. Baiklah akkan ku ikuti keinginan mu tapi aku tak bisa begitu saja menikahimu. Aku hanya bisa berrunangan dulu untuk mu. Bagaimana apakah kau mau. Jika tidak yasudah sebarkan saja kehalayak umum." ucap Aldo acuh.
"Kenapa tidak menikahi ku langsung?" tanya Amanda.
__ADS_1
"Karena aku harus mengurus proses perceraian dan mengatur masyarakat agar tidak menghujat mu, semua harus di fikirkan baik baik." jelas Aldo.
"Em, sayang ternyata kamu masih peduli sama aku. Baikalah aku akan setujuh dengan itu. Tapi kau jangan memlermainkanku jika sampai itu terjadi kau harus hancur di tangan ku, tak boleh ada yang mendekatimu dan berada di samping mu selain diriku." ucap Amanda memeluk tubuh Aldo.
"Syukurlah aku dapat menanganinya untuk saat ini." batin Aldo.
"Haha, wanita kampung lihat siapa yang menang. Aku berhasil mendapatkannya kembali. Aku yakin Aldo masih mencintaiku." fikir Amanda mengukir senyum di bibirnya.
"Oke sekarang bisakah kau lepaskan ikatannya? Aku harus menghadiri rapat penting pagi ini." ucap Aldo.
"Ah baiklah sayang, aku bukan bermaksud kasar tapi kamu taukan ini semua kulakukan agar kamu tidak pergi dari ku." ucap Amanda membuka ikatan tangan Aldo.
"Ia aku tahu." ucap Aldo.
"Apa tak memberiku kecupan manis? Dulu kau selalu meberiku kecupan manis." ujar Amanda.
Ald mendekat di kecupnya pucuk kepala Amanda tapi Aldo tak sebodoh itu mau saja mencium Amanda sebelum Aldo mencium Amanda tangan Aldo tengah berada di pucuk kepalanya dan dengan cepat Aldo mengecup pucuk kepala Amanda yang secara tak langsung dirinya hanya sedang mencium tangannya sendiri.
"Dah sayang." ucap Amanda senang. Aldo hanya menggangukan kepala dan pergi meninggalkan kamar itu.
๐๐๐๐Samapi jumpa๐๐๐๐
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ