
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Disisi lain Amanda yang mengetahui bahwa Aldo telah menikah seorang wanita namun bukan dengan dirinya membuat Amanda naik pitam. Dibantingnya setiap barang yang ada di dekatnya. Meluapkan emosinya yang berapi api. Kini keadaan kamar Amanda bagai kapal pecah tak berbentuk semua Amanda hancurkan dan pecahkan.
"Krek."Suara pintu di buka.
"Asataga Amanda apa yang elu perbuat ini tempat kaya abis kena bencana" Ucap Lisa sahabat Amanda. Dilihatnya sekeliling tempat yang kacau balau.
"Gue enggak terima Lis" Ucap Amanda menangis histeris di hadapan Lisa.
"Enggak terima kenapa? ada apa sih sebenar? Jelasin Amanda." Tanya Lisa.
"Aldo, Aldo Lis." Ucap Amanda.
"Kenapa sama Aldo?" Tanya Lisa.
__ADS_1
"Dia udah nikah! Tapi bukan sama gue!" Ucap Amanda frustasi.
Lisa sekarang mengerti kenapa sahabatnya bisa seperti ini. Apalagi jika bukan mengenai Aldo yang membuat Amanda sefrustasi ini.
"Sabar Amanda. Lagian ini kaya bukan elu deh, biasanya lu punya banyak cara buat ngedapetin apa yang elu mau." Ucap Lisa.
"Elu bener Lis. Gue enggak boleh kaya gini kehidupan enak udah ada didepan mata gue, enggak mungkin gue lepas gitu aja. Gue pastiin apapun yang gue mau bakalan jadi milik gue mau itu barang atau cowok sekalipun." Ucap Amanda menghapus air matanya.
"Nah gitu dong. Lagian kalo mereka udah menikah memangnya kenapa? lu bisa buat mereka bercerai." Ucap Lisa tersenyum licik.
"Bener Lis, gue harus buat mereka bercerai." Ucap Amanda menyunggingkan senyum.
"Jadi gimana rencana lu?" Tanya Lisa.
Sementara di tempat yang berbeda Ica merasa canggung. Karena malam ini berbeda dari malam yang lain. Saat Ica keluar dari kamar mandi dirinya melihat Aldo yang tengah berada di atas tempat tidur.
"Mengapa kau diam di situ? Sini." Ucap Aldo menepuk nepuk tempat tidur yang berada di sampingnya.
Ica pun mulai mendekat, di dudukannya dirinya di samping Aldo.
"Tenang Aku tau kau lelah,sekarang kau milikku kewajibanmu dapat ku minta kapan saja. Jadi beristirahatlah." Ucap Aldo menengok ke arah Ica membelai pucuk kepala Ica dan mencium keningnya.
"Selamat malam istriku." Ucap Aldo.
"Selamat malam juga suwamiku." Ucap Ica.
__ADS_1
Aldopun mematikan lampu kamar dan mereka berdua terlelap tertidur dengan Ica memeluk Aldo dan Aldopun mendekap Ica kedalam pelukannya.
Saat pagi datang Ica bangun terlebih dahulu. Dilihatnya wajah Aldo yang masih terlelap.
Dilihatnya wajah Aldo mulai dari matanya yang memiliki bulu mata yang lentik berlanjut ke hidungnya yang mancung dan beralih ke bibirnya yang yang seksi dan menggoda dengan warna bibir yang merah memberi kesan semakin menggoda.
"Astaga apa yang kufikirkan? Berfikir mesum dengan suwamiku sendiri." Batin Ica.
"Mau sampai kapan kau menatapku." Ucap Aldo mengagetkan Ica.
"Kau sudah bangun? Dari kapan?" Tanya Ica.
"Dari kau terbangun lalu menatapku dengan tatapan mesummu." Ucap Aldo mengecup bibir Ica.
Bluss pipi Ica menjadi panas dan memerah seketika.
"Siapa yang mesum!" Elak Ica lalu pergi ke arah kamar mandi meninggalkan Aldo.
Aldo pun tersenyum melihat tingkah istrinya yang mengemaskan ini.
"Jika kau terus semenggemaskan ini, bagaimana aku bisa kuat menahan meminta kewajibanmu." Ucap Aldo tersenyum.
๐๐๐๐Sampai jumpa๐๐๐๐
๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1