
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Didalam kamar mandi dengan pipi yang merah merona hati Ica merasa dak dik duk dibuatnya.
"Bagaimana enggak diabetes kalau tiap hati di suguhin wajah setampan dan semanis suwamiku." Ucap Ica malu.
Tak berselang lama Ica keluar dari dalam kamar mandi.
"Kau piknik di dalam?" Tanya Aldo.
"Piknik? yah aku mandi siapa yang piknik?" Jawab Ica.
"Oh, kirain abis kamu mandinya lama banget. Malah kukira kamu ketiduran." Ucap Aldo menahan senyum melihat mimik wajah Ica yang kesal.
"Memang salah siapa kalau aku lama,dasar tidak peka tentu saja karena kamu aku malu. Aku harus mepersiapkan diriku melihat mu lagi. Tak mungkin ku keluar dengan wajah yang semerah tomat." Gerutu Ica dalam hatinya.
Ica yang kesal keluar lebih dulu dari kamar dengan memasang wajah cemberut memonyongkan bibirnya meninggalkan Aldo yang tadi berada di depan Ica dan sekarang berganti posisi dengan Aldo yang berada di belakangnya.
Karena sudah ingin mendekati meja makan, Aldo mempercepat langkah kakinya memeluk tubuh Ica dari belakan dan berbisik di telinga Ica agar Ibu, Ayah serta Nenek Sumi tak dapat mendengar Ucapannya.
"Kalau kamu bersikap gemesin kaya gini, jangan salahin aku minta jatahku malam ini." Bisik Aldo di telinga Ica dan blus wajah Ica memerah kembali seperti tomat.
Yang lain hanya tersenyum melihat kelakuan Aldo kepada Istrinya itu.
__ADS_1
"Yaampun sayang wajahmu merah sekali apakah kamu demam sayang." Tanya Ibu Dahlian saat Ica sudah duduk di meja makan. Kebetulan Ibu Dahlia, sang Ayah dan Nenek Sumi sengaja datang pagi untuk makan bersama dengan Ica dan Aldo. mereka sudah terbiasa makan bersama jadi tak heran jika sang Ibu ingin makan bersama dengan Ica terlebih sekarang Ica telah menjadi bagian dari keluarganya.
"Emm, tidak bu." Ucap Ica melirik tajam ke arah suwaminya itu.
Aldo yang mendapat lirikan pedas sang Istri hanya menaikan bahu memasang wajah polos tak berdosa. (Memang apa yang kulakukan) begitulah artian dari sikap Aldo.
Membuat Ica makin sebal melihatnya.
Lalu mereka mulai memakan bersama.
Diambilnya Nasi untuk sang suwami, Nenek Sumi baru untuk Ayah dan Ibu begitu juga dengan lauk diberikan kepada suwaminya dan seterusnya.
Saat di tengah makan bersama, karena Ibu Dahlia yang penasaran tak dapat menunda lagi lebih lama.
"Sayang bagaimana malam pertamanya." Tanya Ibu Dahlia.
Membuat Ica yang tengah menyuapkan makanan delama mutunya terbatuk batuk.
"Ini sayang, pelan pelan minumnya." Ucap Aldo membantu meminumkan air kepada sang Istri.
"Bagaimana udah mendingan." Tanya Aldo.
" Udah mas terimasih makasih."Ucap Ica.
"Maafin Ibu ya sayang." Ucap Ibu Dahlia tak enak hati kepada menantu kesayangannya itu.
"Tak apa Bu, memang Ica yang selebor tidak dapat lebih berhati hati." Ucap Ica sambil memasang senyum di wajahnya. Ibu Dahlia yang mendengarpun menggukan kepalanya.
Sedangkan Aldo yang mendengar ucapan Ica memanggilnya Mas menjadi senang dan tersenyum manis.
Flesback on.
Kenapa Ica bisa memanggil Aldo dengan sebutan Mas bukan Tua Mua karena saat itu tengah malam waktu Ica tertidur Aldo yang tahu Ica belum tertidur beebisik di telinga Ica lembut. "Mulai besok panggil aku dengan semutan Mas. Aku bukan lagi Tuan Muda mu tetapi aku ini suwamimu." Bisik Aldo kemudian memeluk Ica di dalam kedalam dekapannya.
__ADS_1
Flasback off.
"Kamu kenapa kok senyum senyum sendiri gitu Mas." Tanya Ica.
" Engak, aku seneng liat wajah kamu." Ucap Aldo.
" Kamu seneng liat aku kesedak batu batuk gitu." Ucap Ica pelan seperti berbisik.
"Enggaklah sayang." Jawab Aldo mencium kening Ica siapa yang enggak lulu coba diginiin Ica yang kesalpun menjadi gagal marah karena sifat manis Aldo.
"Ehem! tolong di lanjutkan di dalam kamar ya." Ucap Sang Ayah.
Membuat Ica salah tingkah di buatnya karena malu Ica menenggelamkan kepalanya di dada Aldo.
Papa nih ngeledekin Istriku aja. Kalau Ayah mau minta sama Ibu kan juga bisa mantap mantapan" Celetuk Aldo.
"Wah boleh juga tuh ide kamu. Yuk mah, kita kekamar." Ucap sang Ayah.
" Ih kamu Yah, ih malu tahu Yah." Ucap Ibu Dahlia manja mencubit lengan sang Suwaminya.
Aldo yang melihat memutar balikkan kedua bola matanya malas lalu merangkul pinggul Ica.
"Ayuk sayang kita cabut." Ucap Aldo.
"Cabut, mau bolos sekolah emang?" Ucap Ica.
"Hehe.. Udah ayu males deh liat Ayah sama Ibu masa lebih mesra si bandingkan kita pengantin baru." Ucap Aldo.
Ica pun hanya mengikutin sang suwami. Tapi sebelumnya Ica izin untuk meninggalkan meja makan lebih dulu. Yang lainpun memakluminya namanya juga pengantin baru masih mau nepel terus.
๐๐๐๐Sampai jumpa๐๐๐๐
๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ
__ADS_1