
๐น๐น๐น๐นSelamat membaca๐น๐น๐น๐น
โข
โข
โข
โข
Amanda yang telah di usir secara paksa, tidak teriama dengan perlakuan yang telah ia terima.
"Aldo liat saja, kau takkan kulepaskan, kau hanya milikku seorang hanya aku yang pantas berada disisimu." Ujarnya dengan penuh kekesalan.
Amanda pergi meninggalkan perusahaan milik Aldo, kini dirinya berada di dalam mobil.
"Mengapa dia tidak memberi kabar apapun! Kemana saja dia, dasar tidak berguna!" Kesal Amanda yang tak kunjung mendapatkan kabar dari orang suruhannya. Amanda belum mengetahui bahwa pria itu telah di tangani oleh Aldo.
Karena kesal Amanda yang tak memiliki kesabaran, Akhirnya memutuskan untuk menjalankan rencana selanjutnya.
Amanda sudah menyuruh orang lain untuk mengintai rumah Aldo saat dirinya berada di Paris dan belum lama ini Amanda mendapatkan informasi bahwa ada seorang wanita yang telah tinggal di kediaman Wijaya.
Dilajunya mobil yang ia kemudikan menuju suatu tempat, perjalan cukup memakan waktu hingga Amanda datang ke sebuat tempat disana Amanda berjalan mendekati ruangan tak lama terlihat seorang pria bertubuh besar berbadan kekar tengah meneguk segelas minuman keras. Pandangan pria itu teralihkan dengan kedatangan Amanda dengan baju yang seksi memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Amanda mendudukan dirinya tepat di hadapan pria itu.
"Ada perlu apa kau kemari?" Tanya pria itu.
"Aku perlu bantuan mu Jino." Jawab Amanda.
Pria itu ialah Jino ketua geng mafia terbesar di urutan ke 6. Jino ialah ketua geng Serigala, semua dapat ia lakukan asal pembayaran yang di ajukan dapat memuaskannya.
"Tak masalah, kau tau bukan bagaimana membayarnya?" Ucap Jino.
"Itu hanya pembayaran awal. Sisanya akan ku beri saat tugasmu sudah selesai" Ucap Amanda mengeluarkan amplop yang berisi uang ditaruhnya di atas meja.
"Ini kurang menarik" Ucap Jino.
__ADS_1
"Apa maksudmu!" Tanya Amanda.
"Bagaimana dengan sedikit tambahan."
Ucap Jino.
"Baiklah akan ku tambahkan uangnya." Ucap Amanda.
"Bukan itu yang kuinginnkan, aku ingin kamu menemani ku malam ini. Memuaskan dan menghangatkan ranjangku sayang." Ucap Jino sambil memandangi bentuk tubuh Amanda.
"Apa! Apa kau gila Jino. Kau sadar dengan apa yang kau minta! Yang lain akan kuturuti tapi tidak yang satu itu." Ucap Amanda.
"Yah, seterahh.. Jika tidak mau tak masalah kau bisa mencari yang lain, dan kau tahu pintu keluarnya bukan?" Ujar Jino.
"Baiklah, tapi ingan hanya untuk malam ini! Ucap Amanda.
"Tenang saja, mari kita bersenang senang kemarilah sayang" Ucap Jino.
Amanda kemudian mendekati jino.
"Duduklah dipangkuan ku" Ucap Jino
Amanda menuruti apapun yang Jino katakan, kegiatan semakin panas Amanda mulai bergairah dengan perlakuan yang Jino berika. Sentuhan demi sentuhan dinikmati Amanda dirinya terbuai dengan kegiatan intens ini.
"Kau munafik sekali. Mulutmu berkata tidak tetapi tubuhmu mengatakan sebaliknya, sepertinya tubuhmu menyukai sentuhanku" Ucap Jino.
Amanda tak dapat membantah apa yang Jino katakan memang benar. Dirinya menikmati sentuhan yang Jino berikan.
"Baiklah sayang sepertinya tubuhmu sudah sangat basah, dia ingin di elus oleh adek kecilku" Ucap Aldo menggedong tubuh Amanda.
Dibawanya Amanda kedalam sebuah kamar. Dijatuhkannya tubuh Amanda, dengan tidak membuang waktu Jino langasung menerkam tubuh Amanda. Suara erangan Amanda memenuhi ruangan, deburan hembusah nafas yang terengah engah terdengar. Menambah keintiman suasana yang terjadi.
Disisi lain Aldo dan sanak keluarga tengah berkumpul di ruang kekuarga membahas mengenai pernihan mereka.
"Baigaimana? Apa semua sudah siap?" Tanya Ibu Dahlia.
"Sudah Bu, semua sudah beres, undangan juga sudah dibagikan." Ucap Aldo.
"Baguslah, 3 hari lagi kalian akan menikah dan satu lagi Ica kamu tidak di izinkan untuk keluar ruamah, selang waktu selama tiga hari ini, mama sudah meminta izin ke pihak Kampus. Jadi nanti kamu Akan melakukan perawatan selama 3 hari ini bersama Ibu, dan kamu tidak di perbolehkan untuk menemuai Aldo ataupun sebaliknya." Ucap Ibu Dahlia.
__ADS_1
"Baiklah Bu." Ucap Aldo dan Ica. Mereka takkan bisa menolak ucapan yang Ibu Dahlia katakan.
"Untuk kamu juga Aldo kamu akan bekerja di rumah saja. Jika Ada urusan yang penting kamu bisa menyuruh Jojo untuk datang kemari mengurus semua itu." Ujar Ibu Dahlia.
"Kok gitu Bu, mana bisa Aldo harus tetap kekantor." Ucap Aldo.
"Tidak bisa, kamu mau membatah Ibu, surga di telapak kaki Ibu, kamu jangan ngelawan" Ucap Ibu Dahlia.
"Huff.. baiklaih Bu." Pasrah Aldo.
"Gitu dong, baru anak Ibu." Ucapnya senang.
"Baiklah Sudah malam, waktunya semua untuk beritirahat." Ucap Ibu Dahlia.
โข
โข
Ke esokan paginya keluarga Wijaya tengah berkumpul untuk sarapan bersama, selesainya Aldo langsung menuju ruangan kerjanya tetapi buakan di ruang kerja perusahaan melainkan ruang kerjanya yang berada di kediaman rumahnya. Dan untuk sang Ayah berangkat keperusahaannya.
Sedangkan Ibu Dahlia membawa Ica serta Nenek Sumi kedalam ruangan tempat mereka akan melakukan perawatan. Semua orang sibuk dengan kegiatannya. Sampai waktu berlalu sudah menjelang sore hari. Ibu Dahlian menyuruh Ica dan Nenek sumi Untuk beritirahat. Ica kini tengah berada di dalam kamarnya.
Direbahkannya tubuh Ica. Semua perawatan yang di lakukan hari ini sangat melelahkan bagi Ica yang tak terbiasa dengah hal hal semacam itu.
"Mengapa semua wanita kaya menyukainya hal hal seperti itu" Fikir Ica.
Tak lama Ica mendapat pesan. Ica melihat dari siapakah pesan Itu.
Dilihatnya Ternyata Itu pesan dari Aldo.
Ica dengan cepat membuka dan membaca Isi pesannya.
โช
โช
โช
๐๐๐๐Sampai jumpa๐๐๐๐
__ADS_1
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บBersambung๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ