Suami Tampanku

Suami Tampanku
25.


__ADS_3


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนSelamat membaca๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โ™ข


โ™ข


โ™ข


โ™ข


Tak berselamg lama Aldo datang membawa buah semangka yang telah di pong di atas piring.


"Maaf sayang, lama ya?" Tanya Aldo.


"Enggak kok mas." jawab Ica.


"Ini buahnya untuk istriku tercinta." Ucap Aldo menaruh sepiring buah segar di samping Ica.

__ADS_1


"Makasih ya mas." Ucap Ica tersenyum manis.


Mereka berdua mulai bercakap saat di pertengahan pembicaraan Aldo berkata.


"Sayang besok aku harus pergi ke kota A untuk urusan bisnis." Ucap Aldo.


Seketika ekspresi keceriaan yang ada di wajah Ica hilang.


"Memang tidak bisa di wakili oleh sekretaris kamu mas." Ucap Ica memasang wajah masam.


"Yah gimana lagi sayang. Aku sudah coba dan pihak sana tidak mau jika diwakilkan orang lain. Aku kesana untuk pekerjaan, percaya sama aku. Begitu selesai aku akan langsung balik." Ucap Aldo lalu mengecup kening sang istri lembut.


"Maafin Mas yah. Seharusnya hari ini kita kita menghabiskan waktu bersama. Setelah semua selesai Mas akan mengganti waktu kita yang terlewat hanya untuk kita berdua." Ucap Aldo membelai lembut wajah sang Istri, sebenarnya dirinya juga enggan untuk pergi jauh meninggalkan sanng istri terlebih dirinya baru sajah melangsungkan pernikahan. Tapi apa boleh buat, tuntutan pekerjaan yang memaksanya mau tak mau meninggalkan sang istri.


"Ia Mas tak apa." Ucap Ica memeluk sang suwami. Bukan dirinya seperti anak kecil tapi dirinya berfikir bolehlkah sekali sajah dia egois menginginkan suwaminya untuk selalu dekat dengan nya.


"Aku sudah bilang pada Ibu dan Ayah juga kepada Nenek Sumi. Untuk menemani mu di rumah ini walau ada Simbok Ina dan Bi Tini tapi aku akan jauh lebih tenang bila ada Ibu dan nenek yang ikut menemanimu." Ucap Aldo.


"Baiklah mas. Jangan lama perginya." Ucap Ica manja.

__ADS_1


"Hehe, kamu ini aku saja belum jalan kesana kamu sudah bilang jangan lama. istriku ini manja sekali." Ucap Aldo memeluk erat sang istri.


Icapun memejamkan mata merasakan pelukan sang suwami yang begitu hangat mendekap tubuhnya.


Disisi lain Amanda yang tahu bahwa Aldo akan pergi kekota A, bergegas memasang Ide untuk mendapatkan Aldo kembali. Diri tak rela kalah hanya dari seorang wanita kumel itu. Tak sederajat dari pada dirinya yang Cantik dan modis.


"Amanda bagaiman ? Apa udah ada rencana yang lu buat?" Tanya Lisa.


" Tenang semua udah gue atur. Lu tinggal duduk manis dan tontonin aja pertunjukannya." Ucap Amanda menyunggingkan senyum.


"Oke deh, lupastiin rencana lu enggak bakalan gagal. Jangan lupa gue kecipratan yah kalau lu udah jadi menantu Wijaya." Ucap Lisa.


"Tenang aja. Apa yang lu mau gue beli asal gue udah jadi menatu keluarga Wijaya apa sih yang enggak bisa gue beli." Ucap Amanda tersenyum membayangkan kemenangan sebentar lagi berada di gengamannya.


"Asik. Gue mau tulis ah, Apa aja yang gue mau nanti tinggal gue kasih sama lu." Ucap Lisa senang.


"Tulis sebanyak yang lu mau." Ucap Amanda dengan angkuhnya.


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐ŸSampai jumpa๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบBersambung๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2