
"Waduh, mampus aku. Sepertinya aku baru saja membuat kesalahan fatal," gumam Luke setelah menerima pesan balasan dari Dede.
Ia tidak mungkin salah dengar. Kak Tyas dan suaminya sedang berada di kampung halaman. Baru saja sore tadi mereka berangkat. Luke juga tidak pernah mendengar mereka bermain selama ini. Kalau rumah lain, ia tak mungkin mendengarnya sejelas ini. Sudah pasti itu rumah nomor tiga.
"Dede tidak mungkin mempermainkanku kan? Atau ia mengirim foto lama agar ia tidak kuganggu lagi saat bermain?" Luke bergelut dengan pikirannya sendiri.
Semetara di kamar sebelah, kedua insan masih berpadu dalam melodi. Tidak tahu apa yang telah dilaporkan Luke pada suaminya. Dia terus menikmati pergulatan itu hingga titik darah terakhir.
Ia mengelap peluhnya yang sebesar butiran jagung. Udara kontrakan sempit itu benar-benar panas. Gajian bulan depan, ia harus meminta Dede membelikan mesin pendingin ruangan.
"Kok dikeluarkan sih?" kesal Ina. Ia baru saja hampir mencapai ke puncak.
"Aku lupa pakai pengaman," ujar pria itu.
"Ah, sudahlah. Teruskan saja. Suamiku juga pasti mengira ini anaknya. Kemarin saja ia tidak tahu. Untung saja aku keguguran," ujar Ina.
"Hei, tidak bisa begitu, jika nanti sampai hamil hingga melahirkan, pasti akan menimbulkan pertanyaan jika ciri tubuhnya tidak mirip dengan ayahnya."
"Sudahlah, pikirkan saja nanti, aku tinggal membuatnya menjadi keguguran lagi, kan?" jawab Ina acuh.
"Gila juga nih cewek," gumam pria itu dalam hati.
"Baiklah, tetapi jika terjadi sesuatu nantinya, aku tidak ingin terlibat lebih jauh. Cukup kita simpan hal ini di dalam hati masing-masing," jawab pria itu.
__ADS_1
"Oke.. oke... sekarang lanjutkanlah sebelum moodku berubah," desak Ina.
*****
Di kamar nomor empat, keadaan turut menjadi panas.
"Apa?" gumam Luke. Ia tidak mempercayai yang barusan di dengarnya.
Bagaimana mungkin? Pernikahan Dede dan Ina terlihat baik-baik saja. Jadi beberapa waktu lalu saat Dede tertidur di rumah Luke, apakah Ina juga bermain dengan pria lain?
Kepala Luke tiba-tiba menjadi sangat berat. Ia tidak bisa lagi fokus pada pekerjaannya.
Ini benar-benar masalah besar. Bagaimana jika Dede melabrakku dan meminta jawaban pasti? Bagaimana jika nanti Ina mengelak? Atau, bagaimana jika Dede tiba-tiba datang dan menangkap basah mereka?
Ugh, Luke tidak bisa berpikir jernih saat ini. Ia lebih berharap Dede tidak memburunya dengan berbagai pertanyaan. Tetapi di sisi lain, ia juga tak tega melihat pria itu menjadi korban selingkuh.
Luke mengemasi seluruh pekerjaannya, mengecek pintu dan jendela, lalu mematikan lampu. Ia benar-benar berharap tidur sangat lelap malam ini.
"Aku berharap tidak mendengar apapun lagi malam ini," bisik Luke.
Sepertinya harapan Luke masih belum dikabulkan. Beberapa saat kemudian, terdengar suara sepeda motor. Tak lain dan tak bukan, itu adalah sepeda motor Dede, suami Ina.
"Gawat. Mengapa ia pulang lebih cepat dari jadwalnya?" ucap Ina panik.
__ADS_1
Mereka langsung menghentikan permainan yang masih separuh jalan. Pria itu segera memasang pakaiannya. Demikian juga dengan Ina.
Tetapi beberapa saat kemudian mereka bingung, lelaki itu harus keluar dari mana? Rumah ini hanya memiliki satu akses keluar, yakni pintu depan. Jendela juga hanya ada di sisi yang sama dengan pintu. Sementara dinding dapur mereka berbatasan langsung dengan dinding dapur kontrakan belakang.
Ceklek... ceklek...
"Sial," umpat lelaki itu.
Tok... tok... tok...
"Ina... Buka pintunya," seru Dede dari luar. Ia rupanya tak bisa membuka pintu dari luar, karena dikunci slot dari dalam.
"Iya... sebentar... " sahut Ina pura-pura baru bangun tidur. Ia menarik-narik sprei tempat tidur agar sedikit lebih rapi. Ia juga mengambil tisur yabg berserakan di lantai kamar.
Ceklek.. Akhirnya Ina membukakan pintu. Rambutnya sedikit berantakan. Wajahnya berkeringat, napasnya sedikit ngos-ngosan.
Dede melangkahkan kaki dan melihat sekeliling. Tidak ada siapa pun di sana, kecuali Ina dan dirinya.
Sementara Ina menahan napas. Hatinya berdebar-debar. Akankah ia selamat malam ini?
Luke yang turut mendengar semuanya di rumah sebelah, ikut menahan napas di balik selimutnya.
(Bersambung)
__ADS_1
Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa like, share dan subscribe ya.
Sampai jumpa lagi...