
"Flo, kamu pasti tahu sesuatu, kan? Ceritakan padaku semuanya," desak Dede ketika mereka berjalan di koridor dekat parkiran.
Mereka berdua akhirnya diusir dari depan IGD, karena telah membuat keributan dan mengganggu kenyamanan pengunjung lainnya.
"Kenapa kamu seperti peduli padanya? Padahal kamu sendiri masih punya istri yang sah," elak Flora. Ia duduk di sebuah kursi besi yang di cat putih. Kakinya mulai terasa pegal, karena sedari tadi berdiri.
"Pernikahanku dengan Ina memang masih sah secara hukum, Flo. Tetapi aku sudah memberikan talak satu padanya. Atas izin dari orang tuanya," jelas Dede.
"Jadi maksudmu, tidak apa-apa jika kamu mulai mendekati Luke? Apa kamu tidak berpikir, kalau itu bakal membuat hatinya lebih sakit lagi?" ujar Flora.
"Flo, justru aku berbuat begini karena aku ingin bertanggung jawab," jelas Dede.
"Bertanggung jawab? Maksudmu?" tanya Flora dengan suara agak tinggi.
"Waktu aku mengantarnya pulang saat ia sakit dulu, aku... sudah melihat seluruh tubuhnya, tanpa terkecuali," jelas Dede. B*r*ngnya mulai mengeras kembali mengingatnya. Semua l*kuk dan l*b**g wanita itu, sudah ia lihat dan sentuh.
"Hei... Hei... kamu nggak bercanda, kan?" tanya Flora tanpa mengalihkan pandangannya dari resleting Dede.
"Nggaklah. Itu memang kesalahan fatal yang telah kubuat. Tetapi aku juga tidak pernah menyesalinya. Karena malam itu benar-benar pengalaman yang luar biasa dalam hidupku," ujar Dede. Ia membetulkan posisi duduknya, agar tonjolannya tidak terlalu terlihat.
"Brngs*k kamu! Jadi kamu telah melakukannya dengannya?! Jadi itu sebabnya kamu berpikir Luke memiliki bayi darimu?!" marah Flora.
__ADS_1
"Hei, Flo. Tenang dulu. Makanya jelaskan padaku apa yang terjadi pada Luke selama beberapa bulan terakhir. Aku hampir gila karena selalu merasa bersalah dan memikirkannya," pinta Dede.
"Jawabanku sama dengan dokter tadi. Sebelum Luke sendiri yang menceritakannya, maka aku pun tidak mau mengatakannya pada orang lain," tegas Flora.
"Tapi, Flo..."
"Kamu pikir kenapa dia selalu bungkam, jika bukan untuk menyimpannya darimu? Terkadang, menutupi keadaan yang sebenarnya dari sebagian orang, adalah suatu proses penyembuhan yang sangat baik. Sampai dirinya sendiri siap untuk membuka diri," kata Flora.
"Tetapi hatiku tak tenang, Flo," desak Dede lagi.
"Aku ingin tanya satu hal padamu. Sejak kapan kamu menyukainya?" tanya Flora.
"Aku..." Dede mengalihkan pandangan dari Flora sambil mengacak rambutnya sendiri.
"Bukan seperti itu, Flo. Aku hanya tidak menyadarinya, sejak kapan aku mulai ada rasa padanya," jawab Dede ragu.
"De, kamu mungkin memang pernah menyukainya. Tetapi semua hal itu kalah dengan rasa gengsimu. Lihatlah, kamu bahkan tega menyakiti perasaan Luke berulang kali, hanya demi menaikkan popularitasmu, kan? Atau semua itu hanya nafsu karena kamu telah melihat semuanya?" kata Flo dengan mata berapi-api. Jelas sekali dia merasa marah, seseorang telah melukai hati sahabatnya.
"Lalu aku harus bagaimana? Apa yang harus aku lakukan?" ucap Dede lirih.
Dia masih mengingat jelas keadaannya ketika ia kembali dari rumah Luke saat itu. Pakaiannya penuh dengan bercak putih yang mengering dan berbau anyir.
__ADS_1
Selama pernikahannya dengan Ina, ia belum pernah mengeluarkan cairan sebanyak itu, dan merasakan tubuh yang sangat rileks seperti malam itu.
Ah, siapa sangka. Gadis yang selama ini ia remehkan karena penampilannya yang jauh dari kata feminim, justru membuat pengalaman s**snya sangat luar biasa. Bagaimana bisa ia meninggalkan wanita itu lagi?
"Jadi, kamu benar-benar tak mau menceritakannya padaku?" bujuk Dede lagi.
"Selama enam bulan terakhir, Luke dirawat di sini. Dibawah pengawasan dokter jiwa dan dokter kandungan. Beberapa minggu yang lalu, ia sudah dinyatakan sembuh. Tetapi siapa sangka, kalau dirinya bakal drop lagi?" ujar Flora.
"Terus?" Dede menatap Flora dengan ekspresi terkejut.
"Hanya itu yang bisa ku katakan padamu, De. Setelah itu kamu bisa bertanya langsung padanya," tolak Flora. "Tetapi apa yang kamu lakukan jika Luke benar-benar tak memiliki bayi darimu?"
"Aku harus tetap meluruskan masalah dengannya," ucap Dede.
Semua perkataan Flora menambah rasa penasaran Dede. Namun sepertinya ia harus sedikit bersabar lagi, sampai wanita berambut merah itu membuka diri padanya.
(Bersambung)
Terima kasih sudah membaca. Sampai jumpa lagi.
Yuk, baca juga Novel Fantasy-Mystery karya author.
__ADS_1