
Luke gelisah di dalam selimutnya. Hatinya benar -benar tidak tenang.
"Bagaimana ini? Apa aku harus keluar juga seperti tetangga yang lain? Tetapi jika mereka marah padaku bagaimana? Sedikit banyak, semua ini karena aku mengeluh pada Dede tadi."
Meski ia sedikit menaruh dendam pada lelaki itu, tetapi kejadian ini tetaplah bukan keinginannya. Luke bukanlah orang yang terbiasa melakukan hal keji pada orang lain. Apalagi menghancurkan rumah tangga orang.
*****
Dede melihat CCTV dengan hati tersayat-sayat. Ia tidak menyangka sahabat karibnya sejak SMA, justru menjadi duri dalam daging di kehidupan rumah tangganya.
Sejak Luke mengatakan sering mendengar suara permainan panas beberapa minggu yang lalu, ia berinisiatif memasang CCTV di ruang tamunya.
Kedengaran gila memang. Ditambah lagi biaya yang tak bisa dibilang kecil untuk memasangnya. Tetapi tingkah laku Ina yang mulai mencurigakan, seperti melarang melihat ponsel milik istrinya dan bertanya hari apa saja ia lembur, Dede pun nekat melakukan hal gila itu.
Ia juga beberapa kali menemukan bungkus k*nd*m di dalam tempat sampahnya. Meski sudah ditutup sedemikian rupa dengan plastik, tetap saja Dede bisa melihatnya.
Namun setelah ia memasangnya, Dede belum sempat mengecek CCTV yang dipasangnya dekat hiasan dinding itu. Kesibukan kantor benar-benar menyita waktunya. Ia pun masih berusaha untuk percaya pada gadis yang dipacarinya sejak tamat SMA itu.
Tidak disangka, video pertama yang dilihatnya adalah permainan mesra istrinya dengan pria lain, bak bintang film dewasa yang telah profesional. Mereka saling aktif meningkatkan gairah, tak ada canggung ataupun malu.
Dede juga tidak menyangka, tubuh istrinya yang molek itu, kini menjadi tontonan beberapa pria lain yang turut menjadi saksi perselingkuhan Ina dan Teguh.
Meski mereka tidak menonton seluruhnya. Tetapi hal itu cukup membuat malu Dede sebagai suami.
Ina menatap Dede sambil menangis. "Maafkan aku, aku telah khilaf," ucapnya di tengah isak tangis. Pasangan mes*mnya duduk di sebelahnya dalam keadaan tangan masih terikat tali tambang. Beberapa petugas keamanan masih bersama mereka. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Untuk apa kamu katakan maaf sekarang?" ucap Dede sengit.
__ADS_1
Tuuutttt....
Dede menelepon Lian Sari, istri Teguh. Lili, sapaan akrab wanita keturunan Tionghoa itu, adalah teman sekelas Dede dan Luke di SMA.
"Tolong, De. Jangan beritahu istriku," pinta Teguh.
Dede tidak peduli. Ia tetap mencoba menelepon teman SMAnya itu di pagi buta begini. Masih belum diangkat juga.
"Aku akan lakukan apapun, asalkan tidak memberitahu hal ini padanya," pinta teguh lagi sambil memelas.
"Ah, ribut kali kau ini. Tadi kau berani ***-*** dengan bini orang. Sekarang memohon-mohon kayak pengemis. Mending kau buang saja vitalmu itu. Gak cocok kau jadi laki-laki," ucap Bang Tigor kesal.
"Nah iya. Benar itu. Kalau kamu berani berbuat, harusnya sudah tahu dong apa resikonya," sahut Lukman.
Tlik. "Halo?" jawab Lili. Akhirnya dia mengangkat telepon Dede.
"Ko Teguh? Gak ada. Belum pulang dari bisnis luar kota," jawab Lili polos.
Dede terdiam. Bisnis luar kota? Jadi selama ini ia berbohong sambil mengatakan melakukan bisnis pada istrinya? Rasanya ia tidak ingin membisrkan wanita baik hati ini mengetahui sikap bejat suaminya.
"Hei, kamu mau pilih, dia dibohongi terus sama suaminya, atau kamu beritahu kenyataan pahit ini agar ia bisa membuat pilihan?" bisik Lukman.
Teguh hanya bisa bungkam. Jika ia bicara, otomatis istrinya akan mengenali suaranya.
"Ada apa, De?" tanya Lili bingung. Tak pernah ia menerima telepon jam dua pagi begini selain dari suaminya.
"Bisakah kamu datang ke firma hukum R.U pagi ini? Ada sebuah hal penting yang ingin aku sampaikan terkait suamimu," ucap Dede.
__ADS_1
"Em.. Aku harus tanya suamiku dulu. Sebenarnya ada apa ini?" tanya Lili tak sabar.
"Kamu tak kan bisa bertanya padanya. Ia tak akan bisa pulang sebelum kamu datang," ujar Dede.
Tak ada jawaban dari seberang sana. Apakah mungkin Lili merasa ditipu saat ini?
"Begini sajalah. Aku akan kirimkan sebuah video CCTV padamu. Silakan kamu sendiri yang memutuskan, apakah kamu akan datang atau tidak," kata Dede kemudian.
"Video apa?" tanya Lili.
"Kamu lihat saja sendiri nanti. Pastikan kamu melihatnya dengan benar. Jika aku katakan sekarang, maka kamu pasti akan menutup teleponnya sebelum aku selesai bicara," ujar Dede.
"Hmmm... Baiklah," ucap Lili.
"Tetapi jika kamu tidak datang, dan terjadi sesuatu padamu di masa depan, maka aku tak akan membantumu," tegas Dede sebelum menutup telepon.
"Hei, jangan main-main padaku. Aku bisa laporkan dirimu atas pencemaran nama baik. Karir yang sudah kamu bangun sejak lama, akan hancur begitu saja," ancam Teguh.
"Oh, iya? Lalu aku akan menuntut kalian atas kasus penipuan dan perselingkuhan, dengan bukti yang kuat. Maka hidup yang sudah kalian susun dengan sempurna itu juga akan hancur dalam sekejap mata," ucap Dede sambil memegang rekaman kamera CCTV itu.
Brakk!!! Teguh nekat mengangkat kedua kakinya yang terikat dan mengarahkannya ke Dede dengan sekuat tenaga. Lelaki tampan itu tersungkur ke belakang. Rekaman CCTV yang tadi dipegangnya hancur seketika.
(Bersambung)
Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa like, share dan votenya ya.
Sampai jumpa...
__ADS_1