
Brakk!!! Teguh nekat mengangkat kedua kakinya yang terikat dan mengarahkannya ke Dede dengan sekuat tenaga. Lelaki tampan itu tersungkur ke belakang. Rekaman CCTV yang tadi dipegangnya hancur seketika.
Teguh tertawa melihat kotak kecil itu hancur berkeping-keping. Ia pikir, dengan menghancurkan bukti itu, maka barang bukti hilang, dan tuntutan hukum semakin melemah.
"Kamu pikir bisa mengalahkanku dengan satu tendangan itu saja?" ujar Dede sambil mengelap hidungnya yang berdarah akibat tendangan tadi.
Mata Dede menatap Teguh dengan nanar. Kebenciannya semakin memuncak melihat lelaki yang sudah sekian kali mencicipi tubuh istrinya. Tak ada rasa bersalah sedikit pun terpancar di wajah pemuda keturunan Surabaya-Tionghoa itu. Hanya ada rasa angkuh di hatinya.
"Aku tak sebodoh itu, Guh. Dengan sekali tekan saja aku bisa mengirimkan video ini pada istrimu. Aku punya banyak salinannya, yang tak bisa kau musnahkan satu per satu," ucap Dede.
Menjelang subuh, kedua tersangka perselingkuhan itu diamankan di kantor kelurahan. Dede sebenarnya ingin sekali menghajar keduanya. Namun dihalangi oleh beberapa tokoh masyarakat setempat.
Luke yang akhirnya memilih untuk tidak keluar dari rumahnya, tetap terjaga sampai pagi. Ia mendengar semua pembicaraan di sebalik dinding kamarnya itu.
Tak disangkanya, wanita cantik berambut hitam panjang bak bintang iklan sampo itu, berani berbuat nista dengan seorang pria yang bukan pasangsn resminya.
*****
Dip.. Dip... Sebuah pesan video masuk ke ponsel Lili. Hatinya gundah gulana sejak mendapat telepon dari rekan sekolahnya itu. Sudah lebih dari delapan tahun ia tak menerima telepon dari Dede, meski suaminya cukup dekat dengan pria itu.
Nada suara Dede yang tinggi dan terdengar menahan amarah itu, membuat Lili takut membuka pesan video yang baru saja diterimanya. Entah apa yang baru saja dilakukan suaminya, hingga Dede menjadi semarah itu.
__ADS_1
"Kau sudah melihatnya?" tanya Dede melalui pesan singkat.
Dengan segenap kekuatan yang baru saja dikumpulkannya, Lili membuka video itu.
"Astaga! Apa ini?" seru Lili saat melihat isinya. Ia tak sanggup melihatnya hingga akhir. Ia melemparkan ponselnya ke atas tempat tidur.
"Ada apa, Ma?" Putra pertamanya terbangun mendengar suara teriakan ibundanya.
"Tidak, tidak apa-apa sayang. Tidurlah lagi. Hari masih malam," ucap Lili sambil mengelus kepala putranya dengan lembut. Bocah berusia enam tahun itu pun terlelap lagi.
"Apa maksudnya ini?" tanya Lili pada Dede.
*****
Waktu belum menunjukkan pukul delapan. Tetapi firma hukum R.U telah ramai. Beberapa aparat tampak berjaga. Sementara yang lainnya hanya duduk-duduk sambil mengobrol.
Lili datang seorang diri menggunakan mobil Agya miliknya. Kedua anaknya dititupkan pada salah seorang kerabatnya.
"Apa-apaan ini, Mas? Jadi selama ini kamu izin keluar kota, hanya untuk bermain dengan wanita ini?" tanya Lili pada Teguh dengan suara tinggi.
"Ini bukan seperti yang kamu lihat. Pria itu yang membuatku jadi begini," balas Teguh.
__ADS_1
Plak! Lili menampar pipi Teguh dengan kuat. Ini pertama kalinya ia melawan pada suami.
"Kamu pikir aku bodoh?" teriak Lili. " Aku sudah lihat video itu, dan aku yakin itu asli. Aku tidak menyangka kamu seperti itu. Kamu juga! Wanita jal*ng tidak tahu malu," ucap Lili berapi-api.
"Li, sudah. Kita selesaikan pelan-pelan, ya," bujuk Dede.
"Biarkan aku melampiaskan rasa marah dan sakit hatiku dulu," ucap Lili. Dede pun mundur. Ia membiarkan teman sekelasnya itu mengeluarkan semua uneg-unegnya.
"Papaku menguliahkanmu hingga selesai. Memberikanmu modal untuk membuka usaha bengkel dan impor kosmetik. Tetapi rupanya ini balasanmu untuk keluarga kami," kata Lili sambil menyeka air matanya. Luke yang turut hadir di situ sebagai saksi, merangkul bahu Lili yang mulai lemah.
"Li. Aku sadar, aku salah. Tetapi biarkan aku memperbaikinya. Aku tak akan mengulanginya lagi," ucap Teguh.
"Terlambat. Aku sudah mengirimkan video itu pada papaku. Silakan tunggu keputusannya. Jangan harap kami memberimu bantuan lagi," tegas Lili.
"Lalu bagaimana keputusanmu, De?" tanya Lukman pada Dede.
Dede menatap Ina Dengan tajam. "Aku... Ingin... "
(Bersambung)
Terima kasih sudah membaca. Jangan lupa like, share, dan vote ya. Sampai jumpa...
__ADS_1