Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
bimbang


__ADS_3

Di dalam mobil, tak ada pembicaraan sedikitpun. Hanya terdengar alunan musik favorit Abdi. Abdi fokus menyetir sedangkan Kayla terlihat galau sambil melihat-lihat situasi luar dr kaca mobil dan sesekali memperhatikan ponselnya.


Kayla benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan ke depannya.


Kayla dikagetkan suara notif dari ponselnya saat tengah melamun. Ia segera melihat layar ponselnya. Ternyata chat dari Beny.


Temui aku di cafe biasa nanti jam 7 malam beib_ (Beny)


Kayla jengkel dan tidak tahu harus bagaimana menghadapi orang seperti Beny. Sudah jelas-jelas ia sudah sangat menyakiti hatinya, tiba-tiba saat ini chat minta ketemuan.


Merasa tidak ada balasan dari Kayla, Beny segera mengirim chat lagi.


Ada sesuatu yang harus aku jelaskan. Tolong kamu datang. Aku tadi ke kosmu tapi kata Nuri kamu tidak pulang._ (Beny)


Kayla dongkol hatinya. Ingin sekali saat ini ia meneriaki Beny dengan umpatan-umpatan yang dapat melegakan hatinya.


"Chat dari siapa, Kay?" tanya Abdi karena sesekali melirik Kayla yang sedang gelisah di sampingnya.


"Hmmm, enggak kok, Mas, cuma grup kampus aja." jawab Kayla berbohong.


Karena sejujurnya Kayla ingin ketemu dengan Beny lantaran bukan karena mencintai Beny, tapi lebih ingin membuat wanita kecentilan itu sakit hati. Ya, Kayla ingin membalas sakit hatinya kepada orang yang selama ini menjadi temannya meskipun bukan teman dekat.


Abdi terus mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya tanpa bertanya lagi.


Sampai di rumah, Abdi bergegas masuk dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan berganti pakaian santai.


Kayla hanya terduduk di kursi sambil melamun dan memutar-mutar hpnya.


Abdi membersihkan kamar sebelah yang memang tidak ditempati. Dengan serius Abdi membersihkan kamar itu agar bisa ditempati untuk Kayla sementara waktu. Sebetulnya Abdi sedikit keberatan jika Kayla harus menginap di rumahnya lagi. Tapi karena tidak tega, Abdi harus menampung Kayla yang sedang kalut itu.


Di tengah lamunannya, Kayla berniat menjawab chat dari Beny. Ya, tekadnya sudah bulat ingin menyakiti hati Sita.


Oke, aku akan ke sana nanti jam 7 malam. _ (Kayla)


Membaca balasan dari Kayla, membuat Beny tersenyum menang. Ya, Beny sejujurnya tidak menampik kalau masih menginginkan Kayla. Ia masih penasaran ingin mendapatkan Kayla, meskipun sebenarnya ia sudah akan bertunangan dengan Sita karena kedua orangtua mereka sama-sama sudah menentukan tanggal lamaran. Beny melakukan itu karena ia masih ingin mendapat ciuman dan tubuh Kayla. Ya, gadis itu selama pacaran tak sekalipun mau disentuh membuat Beny tersiksa dan semakin ingin mendapatkannya. Beda dengan Sita, yang hanya dengan pujian dan rayuan sangat mudah mengajaknya check in di hotel untuk menikmati tubuhnya. Pacaran dengan Kayla, menggenggam tangannya lama dan memeluknya saja sudah sangat beruntung.


Kayla memang bukan gadis sembarangan. Ia mempunyai prinsip bahwa ciuman pertamanya bahkan mahkotanya akan ia serahkan kepada suaminya kelak.

__ADS_1


Setelah membalas chat dari Kayla, Beny bergegas bersiap-siap untuk menemui pujaan hatinya. Ya, bila dibandingkan dengan Sita, wajah Kayla jauh lebih cantik. Sita hanya memiliki keunggulan modis dan terlihat glamour.


Di rumah Abdi, Abdi sedikit lega karena telah selesai membereskan dan merapikan kamar untuk Kayla.


"Kay, sementara kamu tidur di kamar itu, ya! Letakkan barang-barangmu di sana." tukas Abdi kepada Kayla yang sedang duduk di sofa depan TV.


"Makasih, ya, Mas. Besok aku pulang ke kos kok." jawab Kayla.


"Oke. hmm sebentar lagi aku harus pergi dinas setelah maghrib dan akan pulang jam 9 malam. Kalau kamu butuh apa-apa kamu telepon aku aja. Ini hpku save aja nmrmu di sana kemudian kamu missed call nomermu supaya kamu tau nomerku!" perintah Abdi sambil memberikan ponselnya kepada Kayla dan bergegas mandi karena sudah jam 5 sore.


"Oke." jawab Kayla singkat.


Kayla segera melakukan apa yang sudah diberitahu Abdi. Stelah save nomernya di pinsel Abdi begitu juga sebaliknya, timbul keisengan Kayla untuk kepo in ponsel Abdi.


Di galery nya tidak ada foto-fotonya dengan cewek. Di semua akunnya juga tidak ada chat mesra.


"Nggak asyik nih. Apa dia memang di gin ya sehingga nggak ada niatan untuk pacaran?" tanya Kayla dalam hati.


"Masak iya, cowok jaman sekarang nggak punya pacar, gebetan lah paling tidak!" batim Kayla yang dikagetkan dengan kehadiran Abdi yang menyuruhnya mandi dan sholat karena sebentar lagi sudah mau maghrib.


"untung sebentar lagi Mas Abdi kerja, jafitada kesempatan donk buat ketemuan sama Beny." senyum Kayla sambil memoleskan creamnya di depan cermin. Kayla tampak sangat vantik dengan wajahnya gang natural. Kayla memang tidak suka dengan riasan make up yang berlebihan seperti Sita.


Jam menunjukkan pukul 18.30. Terlihat Abdi sedang bersiap memakai sepatu dengan pakaian seragam yang lengkap. Ia tampak sangat gagah.


"Keren juga ternyata, tapi kenapa ga ounya pacar ya? jangan-jangan,,,, hiiiii..." Kayla bergidik saat bergumam dalam hati.


"Aku berangkat dulu, ya , Kay. Ingat kalau ada apa-apa kamu telepon aku! Sebentar lagi kamu bisa makan malam. aku sudah pesan makanan melalui aplikasi." jelas Abdi dengan gaya cueknya.


"Kamu nggak makan dulu mas?" tanya Kayla basa-basi.


"Nggak keburu, aku harus segera apel. nanti pulang dinas aku makan. Ya udah aku berangkat dulu, ya!" pamit Abdi sambil mengambil kunci motor sportnya.


"Hati-hati, Mas" tukas Kayla manis.


Abdi hanya mengangguk dengan sudah memakai helm teropong di atas motornya.


"Yessss!!!!" Kayla girang.

__ADS_1


"Untung tadi aku sudah minta yolong Santi ambil beberapa baku dan keperluanku. Sehingga aku nisa tampil cantik di depan Beny. Lihat aja Sita, kamu akan menyesal berurusan dengan siapa!" gumam Kayla dengan wajah sinisnya.


Kayla pun segera berganti pakaian dan berdandan secantik mungkin.


Awalnya ia akan pergi menggunakan taxi online. Tapi niatnya diurungkan lantaran ia melihat kunci mobil Abdi tergeletak di meja.


"Ah, biat irit kali, ya! maaf Mas pinjam bentar ya mobilnya " cengir Kayla.


Kayla segera mengunci pintu rumah Abdi. Ia berjanji akan pulang sebelum pukul 21.00 agar tindakannya tidak ketahuan oleh Abdi.


Kayla melajukan mobil Abdi dengan kecepatan cukup tinggi. Ia tidak ingin membuat Beny terlalu lama menunggu. 15 menit lagi sudah pukul 7. Kayla memarkirkan mobil Abdi di parkiran depan cafe tempat biasa ia makan dengan Beny.


sebelumnya------


di tengah perjalanan sambil bersenandung mebgemudikan mobil, Kayla melewati pos polisi di mana Abdi berjaga. Abdipun menyadari bahwa itu mobilnya segera membuntuti dengan hati-hati agar si pengemudi tidak mengetahui kalau sedang diikuti. Abdi mengikuti mobil itu sampai di deoan sebuah cafe. Di lihatnya Kayla dengan gayanya yang cantik turun dari mobilnya..


"Ngapain nih anak ke sini?" ucap Abdi sambil terus memperhatikan Kayla yang ternyata sedang disambut oleh laki-laki di depan cafe itu.


Beny mencoba mengingat-ingat sosok yang sepertinya pernah ia jumpai.


"Ya, dia kan Beny si cowok Kayla yang brengsek itu! Key, key,,, ternyata selabil itu kamu! Kemarin sampai tadi oagi masih merengek-rengek dan menggebu-gebu menceritakan kebusukan cowok itu. sekarang main ketemu aja!" gerutu Beny lalu meninggalkan cafe itu untuk melanjutkan tugasnya.


Di Cafe.....


"Halo Beib" Beny menyambut Kayla di depan pintu masuk cafe itu.


"Hai." balas Kayla sambil tersenyum kaku. Tampak rasa jengkel Kayla tergadap Beny yang tega menyakitinya.


"Mobilmu baru, ya beib?" selidik Beny


" Hmmm nggak kok, itu mobil sepupuku." Kayla mencoba menutupi.


Beny mengajak Kayla duduk dan mencoba menjelaskan apa yang terjadi. Sementara'Kayla tidak begitu mempermasalahkan dan mau menerima permintaan maaf Beny. Itu semua dilakukan Kayla untuk memenangkan dirinya di depan Sita. Entah apa yang akan direncanakan Kayla selanjutnya. yang jelas langkah awal sudah ia lakukan.


Diliriknya jam sudah menunjukkan pukul 20.45. Itu tandanya sebentar lagi Beny akan oulan. Kayla bergegas pamit kepada Beny untuk pulang. Ia beralasan orang tuanya menunggu di rumah sepupunya.


Tak berlama-lama Kayla pun segera melajukan mobil Abdi menuju ke rumah Abdi yang membutuhkan waktu 15-20 menit untuk sampai. Kayla sedikit ngebut agar tidak keduluan Beny.

__ADS_1


__ADS_2