
Setelah berhasil "menggagalkan" kepulangan Indra ke Malang sore itu, Kayla mengajak Indra makan suki n grill di Cozy Cafe.
Setelah memesan dan membayar makanan mereka, Indra dan Kayla duduk di tempat yang lumayan privat. Pengunjung cafe sore itu tidak terlalu ramai. Mungkin karena masih sore.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Kayla dan Indra mulai memasak dan membakar makanan mereka sambil ngobrol santai.
"Mas maafin aku ya. Aku berprasangka yang aneh-aneh sama kamu tanpa memberikan kamu kesempatan untuk menjelaskan." Kayla mengawali pembicaraan.
"Nyesel ya jauh- jauh dari aku?" Indra mencoba membuat suasana tidak kaku.
"Aku serius mas." rengek Kayla
"Iya aku juga serius. Udah aku maafin. Cuma lain kali kamu harus memberikan aku kesempatan ngomong. jangan ngomel-ngomel nggak jelas!" Indra menasihati dengan sabar.
"Mass...." Kayla tidak melanjutkan ucapannya
__ADS_1
Indra antusias melahap daging yang ada di hadapannya karena lapar.
"Apa sayang?" tanya Indra sambil terus mengunyah.
"Hmm nggak papa kok " Kayla tidak melanjutkan omongannya.
Setelah makanan di mangkuknya habis. Indra menyeka mulutnya dengan tisu.
"Sayang, kamu nggak boleh ragu. Kamu boleh tanya kepada siapapun. kamu boleh minta aku bersumpah, kamu boleh ngapain aja asal kamu percaya, aku nggak pernah punya pacar. Dan satu-satunya gadis yang bisa bikin aku jatuh cinta itu kamu sayang!" Indra menjelaskan
"Awal dijodohkan memang aku menentang. Jujur aku marah aku memberontak dan bahkan aku kecewa sama keluargaku. Tapi karena papa meyakinkanku bahwa perjodohan itu tidak mutlak, bahwa kedua orang tua kita sepakat memperkenalkan kita dulu dan untuk selanjutnya diserahkan ke kita akhirnya aku mau menerima. Ditambah aku akhirnya sadar kalau aku harus berbakti sama orang tuaku. Tapi setelah aku ketemu sama ku di wisuda aku merasa sudah kenal sama kamu. Padahal waktu itu aku belum dijelaskan kalau kita udah pernah kenal. Ditambah saat kamu nangis-nangis merengek patah hati saat itu." Indra menjelaskan dan meyakinkan Kayla
"Iya aku juga cinta banget sama kamu. Bahkan aku nggak mau jauh-jauh dari kamu sayang!" Indra mulai bikin Kayla melow
"Nikah ya?" tanya Indra lagi
__ADS_1
Entah bagaimana cara melukiskan perasaan Kayla saat ini. Indra begitu gentle berulang kali mengajaknya menikah dengan sangat yakin.
"Hmmm iya mas." jawab Kayla malu-malu.
Kayla dan Indra semakin menyayangi dan berkomitmen untuk segera menikah.
Indra berjanji setelah benar-benar sembuh Indra akan melamar Kayla kepada mama dan papanya.
Indra nggak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bersama Kayla. Menata kehidupannya dengan Kayla, dan merajut masa depannya bersama gadis di hadapannya yang membuatnya terkagum-kagum atas kecantikannya.
Kayla sangat bersyukur berulang kali gagal dalam percintaannya kini ia menemukan kebahagiaannya.
Nikah???? ya menikah? hanya Indra satu-satunya laki-laki yang berujar sayang dan cinta sama dia yang mau serius dan mengajaknya menikah. Bahkan Indra tanpa ragu mengajak Kayla menikah padahal mereka baru kenal beberapa bulan ini.
Ikatan Cinta mereka seakan sudah terjalin lama.
__ADS_1
Indra merasa kenal dan yakin dengan Kayla tanpa harus melakukan pendekatan kenal satu sama lain atau apalah.
Begitu pun Kayla seakan ada magnet tang membuat Kayla nyaman berada di dekat Indra. Padahal dulu mereka hanya teman masa kecil.