
Pagi itu Kayla bangun. Ia segera melihat ponselnya. Masih belum ada tanda-tanda bahwa beny menghubunginya. Kayla nggak mau pusing. Ia bergegas mandi dan siap-siap pulang ke rumahnya.
Sebelum perjalanan ia menyempatkan sarapan di warung Mbok Darmi, warung langganan Kayla. Kayla ingin sarapan agar badannya fit karena akan mengendarai mobil menuju luar kota.
"Halo Mbok sarapan donk!" sapa Kayla ramah
"Eh neng Kaulat. Tambah cantik aja. Nggak pernah muncul, mentang-mentang udah diwisuda!" jawab Mbok Darmi
"Ah si Mbok. Makan pake sayur ya Mbok. Lauknya seperti biasa, telur dadar tebel ala Mbok Darmi yang super istimewa." jawab Kayla
"Siap Non, mau minum apa non?" tanya Mbok Darmi
"Ehmmm Teh hangat tawar aja Mbok." jawab Kayla sambil mulai menikmati makannya.
drrtt drrtt
ponsel Kayla berbunyi
__ADS_1
***Kamu jadi ke Surabaya hari ini? (Abdi)
Iya Mas habis ini mau berangkat. Ini masih mampir saralan duku (kayla)
Ya udah hati-hati ya! (Abdi)
sial pak polisi (kayla***)
"Ku kira dari Beny!" gerutu Kayla
Seperti pagi ini saat bangun tidur Beny dan Sita bertempur lagi dan akhirnya mereka mandi dan benar-benar memakai baju.
"Beib aku pingin nambah satu malam lagi sama kamu. Hari ini kan Sabtu. Pasti akan jadi malam yang indah buat kita!" rengek Sita yang masih ingin bersama Beny
"Hmmm mending kita cari tempat lain Hon. Gimana kalau kita ke Villa aja. Tempatnya lebih asyik dan kita bisa lakuin dengan bebas." rayu Beny.
"Aku ada kenalan temen ng punya villa tempatnya sejuk banget. kalau kamu mau kita berangkat setelah sarapan. Pasti harganya murah kok Hon!" jelas Beny.
__ADS_1
Benar saja Beny mengiming-imingi tarif sewa murah karena setiap check in pasti yang membayar sewa hotel maupun apartemen jelas Sita. Ia anak orang kaya yang dengan mudah bebas minta uang kepada orangtuanya yang lebih sering berada di luar negeri.
"Oke aku setuju. Aku nggak mau jauh-jauh dari kamu Beib!" tukas Sita
"Habisnya sih kamu! Kapan kamu nikahin akh supaya kita bebas kapanpun dimanapun!" Ketus Sita..
"Sabar honeyku, Aku pasti segera menikahi kamu." rayu Beny.
Beny dan Sita bersiap menuju ke Villa hang dimaksud Beny. Beny sudah tidak ingat lagi kalau ponselnya mati dan Kayla sudah menghubunginya berkali-kali.
Di perjalanan sambil mendengarkan musik favoritnya, Kayla fokus menyetir. Ini bukan kali pertama Kayla nyetir pulang ke rumahnya.
Kini Kayla sudah tidak lagi menunggu telpon atau chat dari Beny. Kayla sudah sering menimpa hal seperti ini. Kalau duku Kayla tidak seberapa mikir bahkan tidak tahu jika Beny tidak bisa dihubungi itu tandanya dia sedang selingkuh. Kini karena Kayla sudah tau laki-laki seperti Beny, ia sudah tidak berharap lagi. Bahkan dia sudah tau jawabannya mungkin Beny sedang sibuk dengan Sita. Toh, Kayla hanya memiliki misi ingin bikin Sita sakit hati. Nggak lebih dari itu. Setelahnya ia akan menuruti kemauan kedua orangtuanya untuk menjadi istri Sholihah nya Mas Abdi.
Kecewa sih iya, tapi Kayla sudah cukup menyiapkan hatinya untuk melupakan Beny. Cuma Kayla masih punya harapan akan kehancuran hati rivalnya. Ya, Kayla masih mengharapkan janji Beny ke Surabaya menemui orangtuanya. Dan momen itu akan Kayla abadikan dan akan ditunjukkan kepada Sita genit itu.
Tanpa sadar Kayla senyum sinis sambil terus fokus mengendarai mobilnya.
__ADS_1