
Pagi-pagi betul Kayla bangun dari tidurnya. Hari ini Kayla ingin pulang ke Surabaya. Sudah seminggu lebih ia mengurusi kepentingannya setelah wisuda di Malang, termasuk melamar pekerjaan.
Kayla sudah mandi. Ia mengenakan baju santai, celana 7/9 dan kaos lengan panjang. Rambutnya ia biarkan terurai dan memakai bando. Kayla segera bergegas marema tidak lama lagi taksi online akan datang menjemputnya u tuk mengantar ke stasiun. Ya, hari itu Kayla akan pulang ke Surabaya dengan naik kereta api.
Kayla segera merapikan tasnya. Ia memakai sandal flatnya dan segera keluar dari kosnya.
"Selamat pagi Mbak, dengan mbak Kayla." sapa sopir taksi itu ketika tepat berhenti di depan Kayla berdiri.
"Iya, Pak" Kayla bergegas masuk duduk di kursi penumpang.
Sesampainya di Stasiun ia segera masuk karena kereta yang akan ia tumpangi sudah tiba dan akan segera berangkat.
Kayla duduk di kursi sesuai dengan tiketnya. Ia mengambil posisi duduk yang nyaman.
Sambil menunggu kereta berangkat ia mengutak atik hpnya.
"Tidak ada kabar" batin Kayla
Lamunan Kayla seketika buyar karena ada seorang pemuda yang duduk di sebelahnya. Pemuda itu tampak begitu sopan.
"Permisi mbak" sapa pemuda itu
Kayla hanya menyunggingkan senyuman
Kereta api pun berangkat. Kayla melihat-lihat pemandangan dari jendela.
Tiba-tiba ponsel si pemuda itu berbunyi. Pemuda yang belakang diketahui namanya adalah Roni mengangkat telepon dari teman seprofesinya, Indra. Ya dunia itu memang sempit ya. Ternyata yang duduk di sebelah Kayla adalah teman Indra. Namun Kayla juga nggak pernah tahu. Cuma memang Roni pernah melihat Kayla saat di rumahnya Indra. Ia melihat foto Kayla terpampang jelas saat wisuda.
Roni :Halo, iya Brooo
Indra : Kamu jadi pulang bareng nggak?
Roni : Aku udah di kereta nih. Katanya kamu mau pulang bareng cintamu Key hahahahaha. Ya mangkanya aku nggak mau ganggu.
Indra : Ya udah deh lanjut bro
Ketika di stasiun tadi Roni sudah memperhatikan Kayla. Setelah diingat-ingat Roni paham betul kalau cewek itu adalah calon istri sahabatnya. Meskipun hanya melalui foto, karena Kayla berwajah cantik dan manis tidak sulit mengingat wajahnya bagi Roni.
Gayung bersambut, ternyata Tuhan menakdirkan Roni duduk bersebelahan dengan calon istri sahabatnya.
Sejak Roni menyebut nama Key dalam obrolannya di telepon, Kayla makin menerka-nerka.
"Bisa gitu ya orang duduk di sebelah terus sebut-sebut namaku. Ih jangan-jangan dia orang jahat. Nggak aku nggak boleh tidur di kereta aku harus waspada." Kayla bergidik
Roni salut dengan Indra. Teman yang selama ini ogah-ogahan diajak deketin cewek ternyata memang tipe setia. Rela menunggu gadisnya selesai kuliah sampai nanti menikah. Ya, yang Roni tau Indra memiliki pacar yang masih kuliah waktu itu, mangkanya kenapa Indra nggak mau mengganggu pacarnya dulu sampai ia lulus dan diwisuda.
Kereta pun berhenti di salah satu Stasiun di Kota Surabaya. Kayla segera turun dengan terburu-buru takut dengan pemuda tadi.
Secepat kilat Kayla keluar dari stasiun dan naik taksi online menuju ke rumahnya.
Sore itu di Kota Surabaya turun hujan. Indra sudah sampai di rumahnya. Mamanya ngomel-ngomel karena Indra tidak menepati janjinya. Indra berjanji akan mengajak Kayla ke rumahnya kalau ia pulang lagi.
Tiba-tiba Roni datang ke rumah Indra.
"Woy bro pasti mau apel nih! Tenang aku cuma bentar aja kok." ucap Roni kepada Indra yang sedang menunjukkan muka betenya di teras rumah.
"eh, kamu pasti nggak nyangka dengan apa yang mau ku ceritakan." goda Roni
"Cerita apa?" jawab Indra malas-malasan sambil tetap memainkan game di hpnya.
"Kamu tadi nggak pulang bareng sama Key mu kan?" tebak Roni
Indra menghela nafas panjang mau menjawab. Namun segera dipotong oleh Roni
"Tau nggak aku tadi sekereta sama bojomu. duduk sebelahan lagi!" jelas Roni sambil tertawa
__ADS_1
"Hah? emank kamu pernah ketemu Kayla? Kok yakin banget. Salah orang kali!" ketus Indra
"Aku yakin seyakin-yakinnya. orang yang kutemui tadi dengan yang ada di foto sama persis. Panjang rambut, warna rambutt, model rambutnya, hidungnya yang mancung, kulitnya yang putih, matanya yang ayu. Coba tanya aja deh sama dia kalau nggak percaya." Roni bercerita menggebu-gebu
Indra sewot mendengar temannya mendeskripsikan Kayla dengan memujinya.
"Nggak salah lu sob.. betul-betul cantik. Sayangnya aku nggak ada kesempatan buat fotoin." imbuhnya
"Apaan!!" Jawab Indra mencoba cuek. Namun saat ini hati Indra sangat berdebar nggak karuan.
"Tau nggak, aku mengamati sejak dia masih di stasiun Bro. Masya Allah betul-betul cantik. Padahal tadi sih penampilannya simple banget. Pinter lu cari calon bini!" Goda Roni sambil memukul kecil lengan Indra.
"Salah orang kali!" jawab Indra singkat
"Coba-coba sekarang telpon aja. Video call kalau perlu!" Roni berusaha agar temannya yakin
"Nggak ah dia lagi istirahat tadi katanya agak pusing." jawab Indra sekenanya.
"Kamu sih pu ya cewek dianggurin. Sama-sama pulang ke Surabaya malah disuruh naik kereta!" ledek Roni lagi
"Ah udahan ah. Nanti Kayla kedutan matanya. Jangan bahas-bahas dia melulu, Ikutan naksir ku jitak ntar!" gertak Indra
Kedua sahabat itu asyik ngobrol. Sampai mereka memtuskan untuk mencari sesuatu di mall.
"Dek, temenin mbakmu ke mall ya. Itu ada yang mau dicari. Aku soalnya mau ada acara!" Ryan meminta Kayla menemani istrinya
"Ya udah deh. Tapi aku beliin juga ya" Kayla mengajukan syarat dengan manja
"Bisa diatur. Asal kamu mau kusuruh-suruh selama seminggu." goda Ryan
"Ih kakak ih.. jahat! Ya udah aku mau mandi dulu."
Kayla bergegas mandi.
"Lumayanlah daripada bete." batin Kayla sambil bergegas mandi.
Kayla dan Mbak Novi pergi ke salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Surabaya dengan naik taksi. Kebetulan sekali hari itu Kayla sedang Bete dengan Indra yang tak juga menghubunginya.
Kayla dan Mbak Novi asyik berbelanja di salah satu toko yang menyediakan perlengkapan ibu hamil. Kayla sibuk memilihkan baju-baju yang cocok dengan Mbak Novi. Maklum tubuh Mbak Novi sudah semakin melebar karena kehamilannya sudah masuk bulan ke -5. Kayla dan Mbak Novi tampak begitu akrab. Bahkan dengan baiknya Mbak Novi membelikan baju untuk Kayla. Kayla merasa senang.
Puas berbelanja Kayla mengajak Mbak Novi ngopi di dalam mall tersebut. Kayla memilih cafe yang nyaman untuk mereka ngobrol sambil melepas lelah setelah jalan kesana kemari membeli kebutuhan mereka.
"Mbak Novi mau pesen apa? Karena tadi aku sempet dibeliin baju jadi kali ini aku yang traktir ya!" tawar Kayla ramah.
"Hmm biasa aja kali dek. Mbak Novi seneng kamu bisa temenin mbak. Kamu itu adek yang paling nyenengin." Goda Mbak Novi
Kayla dan Mbak Novi larut dalam obrolan yang seru. Sampai mereka tidak menyadari ada dua cowok yang sedang memperhatikan mereka.
"Hey .woi.woi bro.. lihat ! lihat! itu cewekmu kan!" kata Roni spontan sambil menyenggol siku Indra
"Mana? kamu ini daritadi yang dibahas Kayla terus. Naksir kamu ya!" jawab Indra malas sambil menoleh ke arah yang ditunjuk Roni
Kegaduhan mereka sontak membuat Mbak Novi menoleh.
"Indra ya?" sapa Mbak Novi ramah
Kayla kaget dan seketika mendelik melihat Indra yang duduk tidak jauh dari tempat duduknya.
"Sini, sini Ndra gabung sini. Tadi Kayla bilangnya kamu nggak pulang mangkanya dia sewot naik kereta." Mbak Novi nyerocos begitu saja. Mbak Novi tau betul bagaimana Kayla. Ia sepertinya mengetahui gerak gerik Kayla dan Indra.
"Eh iya mbak." jawab Indra sungkan
"Duduk sini saja Ndra. Gabung sini!" perintah Mbak Novi sekali lagi
"Malu amat sih lu brow. Cepet yuk gabung aja!" ajak Roni tidak sabar.
__ADS_1
Indra dan Roni pun menghampiri tempat Kayla duduk.
"Tuh lan bener kan,, betul Ndra dia tadi yang duduk sebelahan sama aku di kereta." Roni nyerocos saja.
Kayla kaget dan segera memperhatikan Roni.
"Ih iya ini cowok yang tadi" batin Kayla
Belum sempet Kayla ngomong Roni terus mengoceh bahwa ia tahu wajah Kayla melalui foto-foto di rumah Indra. Roni pun menjelaskan segitu cintanya Indra sama Kayla karena Indra sering cerita tentang Kayla kepada Roni. Sontak membuat wajah Indra memerah
"Eh Mbak Novi sama Kayla berdua aja?" tanya Indra mengalihkan pembicaraan.
"Iya lah brow udah jelas dari tadi mereka hanya berdua. Eh kenalin mbak Kayla, aku Roni teman dinas Indra di Malang. Aku juga asli Surabaya. Aku tinggal di daerah Taman Asri." Roni mengenalkan dirinya panjang lebar.
"Eh iya Mas, aku Kayla, ini Kakak iparku namanya Mbak Novi." jawab Kayla kaku.
"Ndra emang bener cantik, bahkan cantik banget." bisik Roni kepada Indra. Sontak Indra langsung menyikut Roni.
Melihat kondisi adiknya yang mati gaya Mbak Novi gercep menghubungi suaminya. Ia minta jemput di mall itu supaya Kayla dan Indra bisa ada kesempatan ngobrol dan menyelesaikan permasalahan mereka berdua.
Malam itu Roni lah yang mencairkan suasana. Kayla rupanya sudah tidak canggung lagi ngobrol dengan Roni dan Indra meskipun sesekali Kayla sempat menunjukkan wajah kesalnya kepada Indra.
Sampai ketika Kayla mau pamit pulang, Kak Ryan datang menjemput Mbak Novi. Kebetulan acara kantor Kak Ryan memang di hall mall itu. Mereka memang sengaja belanja di mall tersebut supaya pulangnya bisa barengan dengan Kak Ryan.
"Sayang aku mau ngajakin kamu ke Hall." ajak Kak Ryan berbohong
"Iya sayang bentar ya aku ke toilet bentar." jawab Mbak Novi
"Ih Kakak nih ngadi-ngadi deh. Terus aku pulangnya naik taksi gitu? Kalau tau mbak Novi diajakin masuk tau gitu ya daritadi kek! jawab Kayla sewot. Matanya sudah berkaca-kaca dan hampir menumpahkan isinya.
"Aku antar aja ya. Aku juga mau ngomong sama kamu dulu. Yan, Kayla aku ajak dulu nggak papa kan? Indra izin kepada Ryan
"It's oke.. Nanti kusampaikan sama mama. Pokok jangan malam-malam pulangnya!" jawab Ryan sambil mengedipkan matanya.
Kayla tampak sedikit ogah-ogahan. Ia salah tingkah dengan Indra. Dia juga mau karena saat ini ada Roni juga di antara kehadiran mereka.
Kak Ryan dan Mbak Novipun pamit.
" Widih kalian mau ngedate. Udah gih sana nonton kek apa kek. Nggak usah mikirin aku.. Aku mau jalan-jalan dulu." Cetus Roni pengertian.
"Eh nggak papa kali Mas, Kamu bisa ikut nganter aku pulang biar sekali jalan. Lagian kayaknya aku nggak mau pulang kemalaman Mas. Nggak enak sama mama." jawab Kayla
"Nona cantik ini lupa ya tadi kan kakanya sendiri yang bilang nanti dibilangin ke mamanya. kan yang ngajakin calon suaminya ini. pasti dibolehin lah. jawab Roni asal.
Kayla tidak bisa mengelak lagi ajakan Indra. Kala itu Indra tidak banyak bicara. Segera digandengnya tangan Kayla menuju parkiran mobil. Indra juga menyeret Roni serta
Ya, Indra nggak mau nelantarin temennya gitu aja. Setelah mengantarkan Roni pulang Indra akan mengajak Kayla bicara.
"Eh tunggu tunggu. Kalian duduk aja di belakang. Biar aku yang nyetir. Anggap aja ini tanda perkenalan dengan Mbak Kayla." goda Roni mencoba mencairkan suasana
Kayla hanya tersenyum datar. Roni memahami kondisi sahabatnya. Biasalah dalam hubungan pasti ada kalanya masalah melanda.
Roni membukakan pintu layaknya sopir kepada majikannya.
Indra dan Kayla duduk di kursi belakang. Sebetulnya Indra nggak enak hati. Namun Roni menolak Indra duduk di depan.
Dalam perjalanan menuju rumah Roni Kayla diam seribu bahasa. Roni memutar musik romantis di mobil Indra membuat Kayla tertidur.
Sampai di rumah Roni
"Wah saking nyamannya aku yang nyetir mbak Kayla sampai tertidur! Roni terkekeh
.Kayla pun terkejut.
"Eh udah nyampe ya.!" seraya membuka pintu mobIl.
"Ya ampun bukan rumahku!!" Ucap Kayla dengan muka merah karena malu ketahuan ketiduran di mobil.
__ADS_1
"Ini rumah Roni sayang. Yuk pindah duduk depan. Aku anterin kamu pulang!" ajak Indra sambil membimbing Kayla menuju pintu mobil bagian depan.
"Baik-baik ya kalian. Ndra segera disahkan. cantik loooo!!!" ucap Roni sambil pamit masuk rumah