
Pagi itu Indra sudah bangun untuk sholat subuh. Setelah sholat ia berolahraga di teras belakang dekat kolam renang. Kayla yang sebetulnya sudah bangun enggan untuk membuka matanya. Kayla begitu gugup harus berduaan sama Indra.
Setelah olahraga Indra menerima fasilitas sarapan dari hotel. Kemudian ia segera membangunkan istrinya.
"Sayang, bangun,, sayang...!" ucap Indra lirih membangunkan istrinya sambil membelai rambut indah Kayla.
"Eh.. Mas, kamu udah bangun." jawab Kayla salah tingkah karena kini posisinya dengan Indra sangat dekat.
Indra terus membelai rambut istrinya itu. Kemudian mengelus pipinya dan mengusap matanya yang ada kotorannya karena habis tidur.
"Sayang makan dulu. Masih pusing?" tanya Indra
Kayla hanya mengangguk pelan dengan tetap salah tingkah.
"Ya udah nih minum. Tadi aku pesenin jahe hangat. Yuk diminum keburu dingin" tawar Indra
Tak ada pilihan lain. Kayla tidak bisa menolak permintaan Indra yang baiknya luar biasa yang sabarnya tiada tara ini.
"Mau makan apa? Nasi goreng apa sandwich?" Indra menawarkan lagi
"Hmm nasi goreng aja Mas." Kayla melirik makanan kesukaannya nasi goreng dengan telur.
Indra menyuapi istrinya itu dengan sangat telaten.
__ADS_1
"Cepet sembuh ya.. Kita sampai besok lo di sininya. Masak kamu harus sakit. Aku khawatir." ucap Indra sambil terus menyuapkan makanan itu kepada Kayla.
"Apa kita pulang aja?" tanya Indra
"Jangan Mas kan aku pingin jalan-jalan." rengek Kayla
"Mangkanya cepet sehat lagi! Nanti kita akan jalan-jalan sepuasnya. Kamu pingin beli apapun pasti insya Allah akan ku turutin. Tapi janji harus sembuh!" Indra menyemangati Kayla.
"sembuh apaan sih bang guwe nggak sakit apa-apa!" batin Kayla
"Hmm hebat ya makannya habis. Berarti udah enakan ya?" Tanya Indra yang mulai menyadari bahwa istrinya hanya pura-pura sakit.
Ya, semalam mama kirim pesan ke Indra bagaimana kebiasaan Kayla kalau memang benar-benar sakit.
"Mau mandi?" tanya Indra
"Iya habis ini." jawab Kayla singkat
"Mau berenang?" tanya Indra lagi
"Hmm enggak ah Mas aku lagi nggak enak badan." jawab Kayla lagi.
Indra segera meninggalkannya menuju ke kolam renang. Indra mulai berpikir macam-macam apakah Kayla sudah berubah pikiran? Apakah Kayla sudah tidak lagi suka sama dia? Apa Kayla ilfeel sama Indra? Kalau Kayla illfeel apa yang membuatnya seperti itu?
__ADS_1
Indra mulai memukul-mukul kepalanya karena sudah berpikiran jelek rentang Kayla.
Ia memutuskan untuk berenang supaya pikirannya tenang dan tidak menuduh Kayla macam-macam.
Indra berenang sendirian. Kayla hanya melihat dari kasurnya. Ingin rasanya ikut berenang. Namun Kayla bingung dan salah tingkah. Ia malu kalau salah bertingkah di hadapan suaminya. Ia takut Indra illfeel sama dia kalau salah gaya.
Pikiran mereka berdua berkecamuk. Lagi-lagi mereka hanya menduga dan mengira-ngira.
Kayla mulai memberanikan diri menuju ke bagian belakang hotelnya. Melihat suaminya yang lincah berenang. Besok mereka harus meninggalkan Bali. Kayla tidak ingin merusak liburan yang merupakan hadiah spesial dari mamanya ini.
"Kapan lagi dikasih hadiah liburan mewah seperti ini! Sayang kan kalau hanya berbaring nggak jelas." batin Kayla
Kayla mengambil nampan di atas meja yang bersisi minuman jeruk manis dan kue. Nampan itu dibawanya ke tepi kolam renang.
"Mas mau minum?" tanya Kayla ramah
"Eh sayangku udah baikan ya?" tanya Indra
"Hmm udah mas udah Alhamdulillah." jawab Kayla
"Udah mandi? sini ikutan berenang aja!" ajak Indra
"Nggak ah mas. Kayla mandi di dalam aja." jawab Kayla.
__ADS_1
Indra nampak senyum-senyum melihat tingkah konyol Kayla yang gugup itu.