Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Wisuda yang penuh drama


__ADS_3

Hari-hari dilakui Kayla dengan sangat wajar. Dengan keseriusannya, akhirnya Kayla telah memasuki akhir dari perkuliahannya. Ya, sebentar lagi ia akan wisuda. Hari yang ditunggu-tunggu Kayla.


"Cantik!!!!!" teriak Santi yang sontak membuat Kayla kaget ketika Kayla akan memasuki mobil yang berada di parkiran kampusnya.


"Ih, kamu bikin kaget aja sih, San!" ketus Kayla sambil masuk mobilnya.


"Eit, tunggu dulu! Nebeng donk!" rayu Santi.


" Minta antar maksudnya?" jawab Kayla menggoda Santi dengan nada kesal.


Mereka berdua tertawa bersamaan. Kayla memang tidak bisa menolak permintaan sahabatnya itu. Meskipun ia sebenarnya ingin cepat-cepat istirahat di kosnya.


"Kay, boleh mampir nggak?" lagi-lagi Santi sok manis merayu Kayla agar sahabatnya itu mau menuruti permintaannya.


"Hmmmm" dengus Kayla melirik sahabatnya dengan terus fokus melajukan mobilnya.


"Aku ingin minta antar kamu beli kebaya untuk hari wisuda kita. Aku ingin cari yang spesial karena supaya keren kalau difoto," cerocos Santi dengan gaya centilnya.


"Oh kebaya, ya! Astaga!" Kayla menginjak rem mobilnya dengan spontan. Hampir saja ia menyerempet pengendara sepeda motor sport itu. Ia spontan berhenti karena rambu lalu lintas menyala merah. Kayla nggak ingin melanggar sampai akhirnya hampir menyerempet pengendara itu.


"Hati-hati donk! Aku ga mau lo ya g bisa ikutan wisuda gara-gara kekonyolan ini!" Santi terus mengomel.


Kayla tak mendengar ocehan sahabatnya itu.


Kayla masih terpaku melihat sosok yang nyaris ia serempet. Cowok itu membuka kaca helmnya sambil mengamati mobil Kayla dengan wajah kesalnya.


Ya, Kayla ingat, " Seperti wajah polisi yang dulu pernah menasihatinya dengan Beny kala itu." batin Kayla.


Lampu pun kembali menyala hijau. Cowok pengendara motor itu tancap gas meninggalkan mobil Kayla.


"Kamu kesambet ya!" oceh Santi lagi.


" Ah kamu!" Kayla terus kembali fokus mengemudikan mobilnya


dert..dert... Ponsel Kayla berbunyi. Rupanya telepon dari kekasihnya.


"Hallo sayang lagi di mana?"


"Ini di jalan mau pulang."


"Oh ya udah hati-hati, ya. Jangan ngebut!"


Telepon itupun ditutup. Kayla memang tidak mau pusing menjelaskan kepada Beny bahwa ia dan sahabatnya cari kebaya. Karena tempo hari Kayla minta antar Beny untuk cari dan memilihkan kebaya untuknya.


Hampir 4 tahun mereka pacaran serasa tak ada yang spesial bagi Kayla. Mungkin karena rasa cinta Kayla yang tidak terlalu besar pada Beny. Beny juga kurang terbuka pada Kayla. Sehingga gaya pacaran mereka seperti formalitas saja, bahwa Kayla adalah milik Beny dan Beny milik Kayla.


Kini, dua sahabat itu tiba di sebuah butik kebaya yang cukup ternama di Kota Malang.


Kayla segera memarkirkan mobilnya dengan sangat manis di parkiran.


Sepintas ia melihat mobil temannya juga terparkir di sana.


"Hmm Sita juga cari kebaya di sini rupaya." kata Kayla kepada Santi


"Pasti lah, dia kan juga nggak mau kalah hits dari kamu" Santi terkekeh.


Kayla dan Santi memasuki butik itu.

__ADS_1


Menyadari keberadaan dua gadis itu di pintu masuk, Beny mengendap-endap keluar agar tidak diketahui keduanya.


Hari itu Beny mengantar Sita dan memilihkan kebaya untuknya. Untungnya mereka sudah selesai memilih. Kini Sita sedang membayar di kasir.


"Halo sayang aku tunggu di mobil ya!" Beny menelepon Sita dengan mesranya.


Hah? Beny pacaran sama Sita?!!!


Entah sejak kapan mereka berdua pacaran. Hal itu tersimpan rapi hingga tak ada satupun teman-teman di kampus atau bahkan Kayla tahu.


Setelah menutup telepon dari Beny Sita menyelesaikan transaksinya di kasir. Saat mau keluar ia melihat Kayla dan Santi sedang asyik memilih kebaya.


"Hai, kalian di sini juga?" sapa Sita kepada Kayla dan Santi.


Sita sengaja menyapa mereka supaya mereka tahu bahwa Sita pun membeli kebaya di butik kenamaan itu.


"Eh Sita, sendirian aja nih?" tanya Kaula dengan ramah.


Kayla memang gadis yang ramah. Ia juga memiliki kepribadian yang simple alias nggak mau memusingkan hal-hal yang bikin dia ribet. Kayla lebih terkesan cuek. Mungkin karena itu Kayla tidak tahu kalau selama ini kekasihnya telah menduakannya.


Sita yang keluar butik menghampiri lelakinya kini tengah dalam keadaan yang cemberut. Ia menyadari bahwa Beny keluar dari butik karena si Kayla sialan itu.


Meskipun tampak baik di depan Kayla, Sita sangat membenci Kayla. Ia tidak mau Kayla lebih unggul dalam segala hal dari dirinya.


"Huh kamu nyebelin!" ketus Sita kepada Beny


"Maaf, aku khawatir merusak rencana kita," Beny berusaha menjelaskan.


"Rencana?... Kita?" tanya Sita minta penjelasan


"Tunggulah sampai situasinya enak untuk aku mutusin dia!" Beny berusaha meyakinkan.


"Pasti kamu sangat mencintainya!" Sita sangat emosi


"Aku hanya penasaran. Di luar sana semua mengantri untuk aku sentuh! Tapi Kayla, sedikitpun nggak mau menuruti permintaanku meskipun hanya ciuman" Beny membayangkan lulit putih mulus Kayla dan body sexynya yang bisa dia sentuh.


"Dasar laki-laki brengsek!" umpat Sita


Hubungan Sita dan Beny sudah jauh. Mereka sudah menikmati tubuh satu sama lain.


Sebetulnya Beny bukan tipe lelaki setia. Tapi karena Sita memanjakannya dengan kemewahan Beny tetap bertahan di samping Sita meskipun sembunyi-sembunyi. Sita sudah tidak sabar lagi menikah dengan Beny. Beny sudah dikenalkan kepada keluarganya. Orangtua Sita meminta Sita segera menikah. karena mereka tahu Sita kadang tidak pulang jika bermalam mingguan dengan Beny.


__________________________________________


Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba.


Hari itu Kayla berpenampilan dengan sangat cantik. Kayla sungguh membius orang-orang yang melihatnya dengan penampilannya yang bagaikan model. Dengan kebaya warna dusty membalut kulit putihnya, Kayla tampak mempesona.


Papanya yang hadir dalam acara penting anaknya pun juga memuji kecantikan putri kecilnya itu..


"Kayla sangat cantik ya Ma?" puji Pak Surya kepada istrinya


"Siapa dulu donk mamanya." jawab mama Kayla yang berlagak genit ke suaminya.


Prosesi wisuda berjalan dengan baik. Kayla juga mendapat penghargaan cumlaude. Pak Surya dan istrinya sangat bangga memiliki anak seperti Kayla.


Saat akan mengenalkan Beny kepada kedua orangtuanya, Kayla sibuk menelepon dan mencari keberadaan Beny yang janji akan datang di hari wisuda itu.

__ADS_1


"Mana, katanya anak mama sudah punya pacar?" goda mama


"Jangan-jangan Kayla sengaja ya supaya tidak jadi dijodohkan dan segera cari pacar bayaran hari ini" mama menggodanya lagi.


Kayla sempat diberitahu kalau tidak punya pacar juga, dia akan dinikahkan dengan anak teman papanya yang juga seorang polisi.


"Enggak ma, Kayla sama Kak Beny sudah pacaran hampir 4 tahun. Ih mama nggak percayaan amat sih!" dengus Kayla kesal.


Mama dan papa Kayla memang tidak pernah mengetahui kalau putrinya itu sudah memiliki pacar. Itu dikarenakan sifat manja Kayla kalau di rumah dan setiap akhir pekan selalu pulang ke Surabaya. Kayla juga jarang menceritakan kisah cintanya kepada keluarganya.


Kayla tampak kesal. Pria yang ditunggu tidak muncul juga. Kayla tidak enak dengan orangtuanya kalau harus menunggu.


Timbul ide Kayla supaya orangtuanya tidak lelah menunggu.


"Ma, pa kita ke photo booth itu yuk!" ajak Kayla manja.


"hmmm jadi laki-lakimu tidak jadi datang? Atau memang mungkin tidak ada?" kali ini Pak Surya yang menggoda Kayla


"Ah, papa!" sambil menggandeng tangan papa ya untuk menuju ke stan photo booth.


Saat akan mendaftar untuk foto keluarga, Kayla sangat terkejut melihat Sita yang sedang bergelayut manja di lengan Beny. Mereka berdua tampak sibuk berfoto mesra. Bahkan sampai adegan foto saling mencium pipi secara bergantian. Sungguh tidak pantas jika dilakukan di tempat terbuka yang banyak orang mengantre seperti saat ini. Dan parahnya lagi kedua orangtua Sita sangat bahagia melihat putrinya sedang melakukan pose dengan laki-laki yang merupakan pacar Kayla.


Hampir saja Kayla menitikkan air mata. Tapi semua itu tertahan karena tiba-tiba seorang cowok ganteng dan gagah menghampiri dan bersalaman dengan Pak Surya, papa Kayla.


"Hey ini dia Mas Abdi yang kita tunggu-tunggu." kalimat Pak Surya membuyarkan kekalutan pikiran Kayla yang sedang melihat adegan di depannya.


"Kayla, sayang, anak mama, kenalkan ini Mas Abdi." Mama mengarahkan tangan Kayla untuk bersalaman dengan cowok itu.


"Hai, aku Kayla," ucap Kayla dengan senyuman terpaksa.


"Abdi" jawab pria itu santun dan senyumnya mungkin bisa saja membuat Kayla pingsan.


Tanpa sadar Kayla telah menitikkan air mata.


Hal itu diketahui oleh sang Mama.


"Key, mama tahu. Dia laki-laki yang kamu maksud. Mas Beny kan?" tanya mama dengan sabar


Kayla kaget. kenapa mama tiba-tiba tahu kalau cowok brengsek itu Beny yang ia maksud.


"Mama tau dari sorot matamu, nak. Dan mereka dari tadi memanggil nama Beny saat mengarahkan pemotretan itu." imbuh mama


Mama yang tahu kekalutan hati putrinya langsung memberi kode kepada suaminya untuk segera mengajak mereka merayakan hari wisuda Kayla di restoran yang sudah mereka booking.


Kali ini Kayla diminta untuk ikut naik mobil Abdi.


Sedangkan mama dan papa naik mobil sendiri.


Di dalam mobil Kayla hanya terdiam. Ia tidak habis pikir. Cowok yang dipacarinya selama hampir 4 tahun itu sukses selingkuh dengan sangat rapi.


Melihat gadis di sebelahnya gusar, Abdi terus fokus mengemudikan mobilnya dan hanya sesekali melirik gadis yang entah berapa kali mengusap air matanya.


"Ini ada tisu. Lagi terharu ya? Selamat ya sudah sukses diwisuda!" hibur Abdi.


" Terima kasih" Kayla hanya menjawab singkat.


Mobil itu membawa mereka ke restoran yang merupakan tempat merayakan hari wisuda putri keluarga Pak Surya.

__ADS_1


__ADS_2