Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Rencana Berhasil


__ADS_3

Setelah menyusun siasat untuk ketemu dengan Beni, papa menyuruh anak buahnya mengawal Kayla. Indra juga sudah bersiap mengantar Kayla melakukan laporan polisi.


"Sayang kamu harus bisa jaga diri ya. Jangan biarkan Beni pegang - pegang kamu!" Indra cemburu dan khawatir sama Kayla.


"ha..ha..ha.. apaan sih kamu Mas." jawab Kayla sambil tertawa.


Kayla telah sampai pada tempat yang ditentukan. Kayla menemui Beni di Taman Dahlia. Kayla bergidik karena tempat itu cenderung sepi. Namun Kayla tetap tenang. Ia yakin papa dan calon suaminya akan melindunginya.


"Halo sayangku...!" Beni berusaha memeluk Kayla namun Kayla menghindar.


"Kamu Nggak kangen sama aku?" tanya Beni lembut


"Kamu cantik sekali sayang!" Beni terus merayu


"To the poin aja ya. Kamu maunya apa sih?" tanya Kayla


"Aku ingin memulai ya lagi dari awal sama kamu. Aku ingin kita pacaran lebih serius lagi!" tawar Beni


"Sayangnya aku udah punya calon suami." jawab Kayla datar


"Sayangnya calon suamimu sudah termakan oleh omonganku dan sebentar lagi akan meninggalkanmu!" jawab Beni penuh kemenangan


"Aku akan berusaha membersihkan nama baikku!" jawab Kayla


"Ayolah Kayla!!! Nggak ada yang lebih baik dari aku!" paksa Beni


"Aku sudah lama tau perselingkuhan mu dengan Sita. Bahkan kamu sering check in pun aku juga tau ." jawab Kayla kesal


"Itu semua fitnah sayang." Beni berkilah


"Ya udah lah apapun itu yang penting sekarang kita jalani hidup masing-masing." tegas Kayla


"Nggak bisa!!! Kamu milikku dan aku nggak akan biarkan orang lain menikahi mu!" Beni geram dan mulai emosi


"Aku nggak cinta sama kamu!!!" jawab Kayla

__ADS_1


Dan tanpa diduga Sita hadir di taman itu. Ia tidak terima Beni merayu Kayla.


"Beni!!! Jadi seperti ini kelakuanmu. Aku udah tahu semua. Kamu ninggalin aku hanya karena ambisi dengan rasa penasaran mu untuk menaklukkan Kayla. Kembalikan mobilku dan uang yang kamu pinjam dari aku. Atau aku laporin kamu ke polisi!!" ancam Sita murka


"Silahkan saja kalau kamu berani!" kata Beni cuek


"Udah ah silahkan selesaikan drama kalian!" Kayla mencoba pergi meninggalkan Beni dan Sita


Namun di luar dugaan Beni menarik ta gan Kayla dan menyeret Kayla menuju ke mobil Beni. Sita yang menyadari hal itu langsung menarik tangan Kayla mencoba melindungi Kayla.


"Lepasin Beni!!!" gertak Sita


"Atau ku laporin ke polisi!" Ancam Sita lagi sambil terus berusaha menarik Kayla dari cengkeraman Beni.


"Silahkan saja kalau berani. Keselamatan Kayla ada di tanganku. Akan aku ambil apa yang aku inginkan darinya!!!" Beni terus menyeret Kayla menuju arah mobilnya.


Kayla ketakutan setengah mati. Dalam kondisi seperti ini pasti Beni akan kalap. Ia takut Indra dan anak buah papanya terlambat menolongnya. Karena ini semua di luar perhitungan mereka.


Sita yang panik dan kasihan melihat Kayla berteriak minta tolong dan dengan sekuat tenaga menyeruduk Beni hingga Beni sempat terjatuh. Kesempatan itu digunakan Kayla untuk melepaskan diri. Namun dengan sikap Beni menarik tangan Kayla hingga Kayla meringis kesakitan karena tangannya keseleo.


Sita langsung memeluk Kayla senang. Ia bersyukur temannya itu masih selamat dari kelakuan jahat Beni.


"Terima kasih Ta!" ucap Kayla.


"Kamu nggak apa-apa kan?"


Indra rupanya sudah menghubungi Roni. Indra menitipkan Kayla kepada Roni untuk dibawa ke rumahnya. Di rumah ada Bi Yati menjaga rumah.


"Kamu sama mas Roni dulu ya. Kamu pulang dulu . Aku urus ini dulu ke kantor!" perintah Indra terburu-buru.


"Yuk Key aku antar kamu ke rumah Indra!" ajak Roni


"Mbaknya mau saya antar juga?" tawar Roni juga kepada Sita


"Nggak usah mas terima kasih. Saya juga akan ke kantor polisi untuk mengurus mobil saya yang tadi dibawa sebagai barang bukti. Saya sudah pesan taksi online Mas" kata Sita

__ADS_1


"Bener kamu nggak apa-apa? Kita antar Sita pulang aja ya mas. Mengurus mobil mu bisa besok saja Ta. Sekarang udah malam. Nanti akan ku beritahu Mas Indra tentang mobil mu." Kayla memaksa Sita karena kasihan melihatnya.


Roni dan temannya mengantar Sita dan Kayla. Sita mengucapkan maaf berulang kali kepada Kayla.


.....


--Di rumah Indra--


"Mbak Kayla nggak kenapa-napa kan?" tanya Bi Yati cemas.


"Nggak apa-apa kok Bi." Jawab Kayla yang masih meringis.


"Ya udah Key kami pamit pulang dulu ya. Kamu istirahat aja!" pamit Roni


"Makasih ya Mas." jawab Kayla


Setelah Roni dan temannya pulang Kayla memutuskan untuk mandi dan berganti pakaian. Kayla sudah diizinkan orang tuanya untuk menginap sehari di rumah Indra bersama Bi Yati.


Malam itu Kayla terlelap di kamar Indra. Mungkin karena terlalu capek dan merasakan tangannya yang sakit. Tangan Kayla bengkak akibat keseleo tadi.


Indra yang baru pulang pukul 11 malam melihat Kayla tertidur pulas. Ia memeriksa tangan Kayla yang bengkak. Ingin rasanya ia obati dengan memijatnya. Namun khawatir mengganggu tidur Kayla.


"Udah dari tadi Bi dia tidurnya?" tanya Bi Yati yang masih menonton televisi sambil menunggu majikannya pulang.


"Tadi habis mandi terus minta gosok tangannya sama minyak karena keseleo tadi mas. Terus bibi pijitin pelan-pelan juga, terus Mbak Kayla tidur." jelas Bibi


"Ya udah Bi, bibi tidur aja di kamar situ nggak apa-apa. Saya tak tidur di sofa aja. Tolong ambilkan saya bantal sama selimut saja ya."


perintah Indra sambil menuju kamar mandi.


Indra pun terlelap dalam tidurnya di sofa dengan bantal guling dan selimut yang disiapkan bibi.


Indra bersyukur Kayla tidak sampai diapa-apakan oleh Beni.


Kejadian tadi di luar dugaan Indra. Beni emosi karena kehadiran Sita. Padahal Indra dan Kayla akan menunjukkan Bukti kepada Beni dan melaporkannya ke polisi kalau Beni masih mengejar Kayla. Namun drama huru hara tadi adalah penyebab Beni dilaporkan ke polisi yang membuat hukumannya semakin berat. Ah,, setidaknya sekarang Beni sudah tidak lagi mengganggu dan meneror Kayla lagi.

__ADS_1


.....


__ADS_2