Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
bimbang_2


__ADS_3

"Alhamdulillah" syukur Kayla karena tidak ada motir Abdi terparkir di garasi. Itu tandanya Abdi belum pulang.


Sementara di pos perumahan Abdi tengah berbincang dengan satpam oenjaga kompleks perumahan. Ia sengaja mampir ke pos satpam agar ia tidak mendului Kayla pulang. Abdi hanya basa-basi memberikan beberapa minuman dan cemilan kepada penjaga malam itu. Abdi memang baik hati dan ramah.


"Lo Mas Abdi itu bukannya mobilnya mas abdi ya? Saya kira tdi yang pakai mobil mas abdi kok tumben g buka kaca mobil dan menyala kami." seru Lak Doyok salah satu satpam.


"Iya Pak kebetulan keluarga sy datang. itu yang pakai mobil sy sepupu saya Pak." jelas Abdi


"Iya mas mangkanya kami tau karena itu kan kemarin yang naik mobil sama Mas Abdi."


"Iya Lak. eh ya udah sy pulang dulu ya Pak. ..


sampai di rumah, Abdi mendapati mobilnya yang terparkir rapi.

__ADS_1


"Berarti sudah jago nyetir tuh anak sampai bisa parkir seperti semula." batin Abdi


Abdi memarkirkan mobilnya melet sekali dengan dinding karena agar pagarnya bisa ditutup. kalau tidak mepet g bakalan pagar rumahnya bisa ditutup. dan jika yang membawa mobilnya amatiran gak akan mungkin bisa parkir seperti ini.


"Assalamualaikum" Abdi melontarkan salam


"Waalaikumsalam" jawab Kayla yang kini sudah berganti pakaian santai dan duduk di depan TV.


Absi aegera ganti baju dan emmbersihkan diri. Karena perutnya sudah lapar, Abdi bergegas ke meja makan. Dimihatnya makanan yang ia pesan tadi masih utuh. Rupanya Kayla belum sempat memakannya atau bahkan lupa. Pantas saja sejak berangkatnya Abdi dinas kan Kayla segera bersiap mau menemui Beny.


"Hmmm anu itu mas...." Kayla bingung mencari jawaban


"Oh kamu mau makan bareng aku? Ya udah yuk makan sini!" ajak Abdi yang sengaja agar Kayla tidak gugup lagi.

__ADS_1


"ehhh. iya mas tadi Kay nggak enak mau makan sendirian mangkanya nunggu Mas datang. kata Kayla sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Abdi dan Kayla segera makan. Tak ada pembicaraan di meja makan jtu. hanya terdengar suara sendok yang menyentuh piring di tengah-tengah makan. Tampak Kayla gelisah karena tidak sanggup menghabiskan makanan lantaran tadi sudah makan di cafe sama Beny.


"Kamu nggak suka makanannya, Key?" selidik Abdi


" Enggak masi. Ini... hmmm iya maag aku kambuh mas. jadi aku nggak selera makan" Kayla berbohong padahal ia memang sudah tidak mampu lagi memasukkan makanan ke perutnya yang sudah penuh.


"Ya udah kamu minum aja. sebentar lagi aku cariin obat maag. " tukas Abdi.


"Nggak usah Mas, aku sudah lebih enakan kok. aku cuma ingin istirahat. aku pamit ke kamar dulu ya Mas?" pamit Kayla. Ia ingin buru-buru ke kamar daripada harus meminum obat karena ia sama sekali tidak sakit.


Abdi hanya mengangguk dan melanjutkan makannya. Setelah membereskan meja makan dan mencuci piring, Abdi masuk ke kamarnya.

__ADS_1


Di kamar, Abdi terlihat berpikir. Ia tidak menyangka Kayla berbuat seperti itu. Baru saja Abdi akan membuka hati dan belajar mencintai Kayla. Tapi ternyata Kayla sepertinya masih ingin melanjutkan hubungannya dengan Beny.


Abdi memandang nanar langit-langit kamarnya. Sambil terus berpikir. Ap a jodoh yang dipilihkan orangtuanya salah?


__ADS_2