
Indra melajukan mobilnya meninggalkan rumah Roni. Jarak rumah Roni ke rumah Kayla cukup jauh. Sesekali Indra melirik Kayla yang diam saja.
Indra berniat mengajak Kayla bicara. Ia menghentikan mobilnya di salah satu cafe di Surabaya.
"Kenapa kesini? Aku mau pulang!" Ucap Kayla ketika Indra menghentikan mobilnya di parkiran
cafe itu.
Situasi di cafe itu tidak ramai. Sehingga Indra bisa bicara nyaman dengan Kayla. Namun niatan Indra tidak disambut baik oleh Kayla. Kayla sangat kecewa karena Indra tak memberinya kabar.
Sambil tetap duduk di kursi kemudi Indra menatap lembut gadis cantik yang duduk di sebelahnya.
"Kamu kenapa?" tanya Indra lembut
"Kamu nggak suka ketemu sama aku?" tanya Indra lagi
Butiran air mata Kayla tumpah.
"Ssttt,, hey,, kok nangis? Aku ada salah?" tanya Indra lagi dengan sabar.
__ADS_1
"Oke aku antar pulang ya?" Indra mencoba bertanya karena gadis itu tak juga mau bicara.
"Kalau kamu diam begini terus, aku nggak ngerti maunya kamu." Indra masih berusaha membujuk.
Kayla hanya diam. Dia nggak tau harus ngomong apa. Kayla khawatir salah bicara. Kayla khawatir salah mengartikan hubungan ini. Kayla khawatir salah memposisikan dirinya. Hati Kayla berkecamuk.
"Key,...." ucap Indra lembut sambil memegang tangan Kayla dengan hati-hati
"Kamu mau pulang? Kamu nggak nyaman ketemu sama aku?" tanya Indra lagi dengan hati-hati
Tak ada penolakan ketikan Indra memegang tangannya. Kayla merasa nyaman diperlakukan seperti ini oleh Indra.
"Kita pulang ya!" ajak Indra lembut sambil melepaskan tangan dan beralih memegang kemudi berniat untuk mengarahkan mobilnya keluar dari parkiran cafe itu.
"Hey, sayang, kenapa? Kamu kenapa?" Kali ini kedua kalinya Indra memanggil Kayla dengan sebutan sayang
Kayla masih terdiam dan hanya menangis. Indra bingung apa yang harus dilakukan. Ia memutuskan melajukan kendaraannya keluar dari parkiran cafe itu. Ia nggak enak kalau terlalu lama berada di parkiran dengan kondisi menangis seperti itu.
"Key kamu mau pulang apa kita ngobrol?" tanya Indra hati-hati.
__ADS_1
Kayla hanya diam saja. Membuat Indra bingung. Ia nggak pernah bawa anak gadis karena Indra buka. tipikal cowok playboy.
"Kay kalau kamu hanya diam sambil nangis begini aku bingung. Kamu pulang dalam kondisi begini juga tidak mungkin. Apa kata keluargamu kalau seperti ini." Indra mencoba memberi pengertian kepada Kayla.
Kayla masih tetap diam. Sampai Indra memutuskan untuk kembali ke cafe tadi. Dalam benaknya, Indra akan sedikit memaksa Kayla untuk masuk ke cafe itu dan menceritakan apa yang sedang terjadi.
Indra memarkir mobilnya. Ia segera mengambil tisu dan menyeka air mata Kayla.
"Sudah ya, jamgan nangis lagi. Kita ngomong di dalam ya!" ajak Indra lembut.
Indra segera mematikan mesin mobilnya. Iapun turun dan segera membukakan pintu untuk Kayla. tangan Kayla dibimbing untuk keluar dari mobil. Indra terus menggandeng tangan Kayla masuk ke cafe itu.
Indra memilih tempat duduk paling ujung. Ia memesankan minum dan cemilan untuk mereka berdua dan segera membayarnya.
"Key, coba ceritakan kenapa kamu sampai menangis kayak gini!" ucap Indra lembut memulai pembicaraan.
Kayla menerawang. Lagi-lagi ia tidak tahu apa yang harus ia sampaikan. Kekesalannya tidak bisa diungkapkan karena takut Kayla dianggap menuntut lebih kepada Indra. Padahal mereka tidak ada komitmen.
"Diminum dulu yuk." ajak Indra lagi
__ADS_1
Namun Kayla tetap tak bergeming.
"Key, gimana aku bisa ngobrol sama kamu kalau kamu dari tadi hanya diam aja. Plis jamgan diem ky gini." Indra terus saja merayu.