
Setelah Indra pergi, Kayla baru menyadari bahwa yang dilakukan adalah hal yang salah.
Ia merasa bersalah sama Indra. Ia bahkan tidak mau mendengarkan penjelasan dari Indra.
"Hey anak mama kenapa kok nangis gitu?" tanya mama saat pulang bersama papanya.
"Key maafin mama ya udah ngomong kaya gitu kemarin. Mama sangat khawatir kalau anak gadis mama kecewa. Nggak ada salahnya kamu ngobrol sama Mas Indra supaya jelas semuanya. Maafin mama key! Mama terlalu khawatir sama kamu!" ucap Mama
Mama dan papa melihat Indra berjalan nanar sambil menunggu taksi online. Papa sempat menyalahkan mama karena terlalu ikut campur dengan urusan anaknya. Namun itu semua dilakukan karena mama sangat menyayangi Kayla.
Padahal saat rencana perjodohan kedua orang tua masing-masing berjanji akan menyerahkan sepenuhnya kepada Indra dan Kayla.
Mereka para orang tua hanya melaksanakan tugas untuk memperkenalkan dan mempertemukan Kayla dan Indra.
Namun mama tetaplah mama. Mama adalah orang yang sangat ingin melindungi anaknya. Mama nggak ingin Kayla terlarut dalam perasaan dan salah menyampaikan cinta. Mama nggak tahu kalau Indra punya kesungguhan ingin menikahi anak gadisnya.
Kini mama menyadari setelah dijelaskan panjang lebar sama Kak Ryan. Mama menyesal. Terlalu protektif sama Kayla.
"Selesaikan masalah kalian. Indra anak baik!" titah papa
Kayla bergegas mandi. Ia memiliki semangat baru? Ia akan meminta maaf sama Indra dan menata kembali hubungan mereka.
Kayla melajukan mobilnya ke rumah Indra. Sampai di sana hanya ada Bu Arif. Mobil Indra terparkir rapi.
"Kayla sayang. Mas Indra bukannya ke rumahmu?" tanya Bu Arif cemas
"Hmm iya tante. tapi tadi langsung pulang. Kayla tadi anu iya tadi Kayla keluar. " Kayla menutupi kejadian yang sebenarnya.
"Oh berarti langsung kembali ke Malang. Dia nggak bisa bawa mobil. Bilangnya sih mau naik kereta." jawab Bu Arif
"Ya udah deh Tan, coba sy telepon saja. Saya pamit pulang dulu ya Tante." pamit Kayla
__ADS_1
Kayla gelisah ia bingung harus mencari Indra kemana. Ia berulang kali telepon ponsel Indra namun tak juga ada respon.
Kayla segera mengarahkan mobilnya menuju ke stasiun.
Benar saja Indra mau ke Malang karena besok lagi ia sudah mulai berdinas.
"Mas!!!!" Kayla berteriak memanggil Indra
"Kayla?" Indra membalikkan badan.
Kayla berlari menghampiri Indra.
"Mas maafin aku!" pinta Kayla sambil menangis
Indra tetap tak bergeming. Ia heran dengan gadisnya ini sebentar moodnya baik sebentar moodnya buruk.
"Sayang maafin aku. aku sayang kamu!" Kayla mengulanginya lagi. Kali ini dengan sebutan sayang
"Apa!??!! ulangi lagi?!!" Indra mulai menggoda
"Sekarang manggil sayang nih?" tanya Indra menggoda lagi
"Ihhh kamu!! Ya udah aku pulang nih!" Kayla merajuk
"Ya udah pulang aja" jawab Indra menggoda sambil mengambil kunci mobil Kayla di saku belakangnya.
"Ih jahat!!!" Kayla memukul - mukul kecil lengan Indra
"Mau ikut ke Malang?" tawar Indra
"Nggak mau. Nanti dimarahin papa ngintilin kamu terus." Kayla beralasan
__ADS_1
"Nggak bakal dimarahin kali sayang." jawab Indra
"Ya jelas dimarahi lah!" jawab Kayla sewot
"Paling juga dinikahkan!" jawab Indra ketawa.
"Mas...." panggil Kayla
"Kamu jadi balik ke Malang sekarang?" tanya Kayla.
"Hmm demi kamu aku balik besok pagi deh. bentar telepon Roni dulu. Kebetulan dia juga lagi di Surabaya. Minggu depan tunanagan dia." jawab Indra
_percakapan telepon_
Indra :"Haloo bro balik kapan?"
Roni : kamu udah di stasiun ini aku udah hampir nyampe ni udah jalan di depan kok."
"Woy bro nggak sabar amat." Roni udah tiba di stasiun menghampiri Indra dan Kayla
"Eh ada nona cantik." sapa Roni kepada Kayla yang dibalas senyum ramah oleh Kayla.
"Eh Ron balik besok aja gimana? Setirin mobilku!" tawar Indra.
"Yaelaaaa.. sia-sia tadi aku keburu-buru!" jawab Roni
" hmm oke oke boleh. Tapi keburu nggak kalau aku besok ke rumahmu dulu!" Tanya Roni
"Ntar malem tidur rumahku aja! ajak Indra
"Ya udah nanti malam aku ke rumahmu. Sekarang aku balik pulang dulu.!" jawab Roni seraya meninggalkan pasangan serasi itu.
__ADS_1
"Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah masih Engkau beri kesempatan untuk aku menata hubungan ini. Semoga aku tidak kecewa. Semoga lelaki di hadapanku adalah orang yang tepat untukku " batin Kayla
Mulai hari ini Kayla berjanji akan mengkomunikasikan segala uneg-uneg atau permasalahannya kepada Indra