
Pagi-pagi Kayla bangun. Kayla langsung melirik ponselnya. Hari itu hari Minggu. Sebetulnya Kayla berharap Indra libur dan bisa mengajaknya jalan lagi.
(Key, aku balik ke Malang dulu ya. Lusa kalau aku lepas dinas aku pulang ke Surabaya lagi. Jangan marah lagi ya) *Indra
(Oke Mas. Hati hati ya*) Kayla
Dengan malas Kayla bergegas mandi dan sholat subuh.
Setelah sholat subuh, Kayla memutuskan untuk jogging. Mama sibuk menyiapkan sarapan nasi goreng telur dan ditambah lauk tempe goreng kesukaan Kayla.
Setelah berolahraga Kayla langsung menyantap makanan favoritnya itu.
"Ada rencana apa hari ini?" tanya mama
"Nggak ada ma. Pingin males-malesan aja sih." jawab Kayla
"Ikut Mama ke Butik aja ya. Bantuin mama. Ini kan hari Minggu pasti banyak pelanggan. Lagian ini lagi musim acara manten, lamaran, wisuda, pasti banyak yang cari buat acara-acara gitu." jelas Mama
"Hmmm oke deh ma." Kayla mengabulkan permintaan mama.
Pukul 08.00 Mama dan Kayla menuju ke Butik Seruni yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Kayla mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Di Butik, Kayla mencoba melihat-lihat koleksi baju di butik mamanya itu. Ia cukup senang. Meskipun sudah tak lagi muda, mama bisa memilih barang-barang kekinian yang dijual di butiknya.
Mama tampak sibuk mengecek penataan barang di butiknya.
drrtt..drrtd..drtt
Ponsel Kayla berbunyi.
"Nomor tidak dikenal" batin Kayla
"Siapa Nak?" tanya mama
" Nggak tahu nih ma, nomornya nggak aku kenal." jawab Kayla
"Coba diangkat aja siapa tahu penting!" perintah mamanya
Kayla : Hallo Assalamualaikum
Bu Arif : Waalaikumsalam, Kayla ya. Ini saya mamanya Mas Indra Nduk.
Kayla : Oh halo tante apa kabar?
Bu Arif : Alhamdulillah tante baik keluarga di sini juga baik-baik saja. Kayla di Surabaya ya?
Kayla : Iya tante, ini lagi di butik sama mama.
Bu Arif : Oh lagi sibuk ya
Kayla : Nggak juga sih Tan, ada apa ya Tante?
Bu Arif : Gini, di rumah tante kan nanti sore ada arisan, Kayla bisa nggak bantuin Tante kesini. Kalau Kayla tidak keberatan dan tidak repot sih.
Kayla : Kayla tanya mama dulu ya Tante.
Bu Arif : iya sayang kabari ya. assalamualaikum
Kayla : waalaikumsalam
"Telepon dari calon mertua?" tanya mama menggoda Kayka
__ADS_1
"Ihh mama.. eh ma emang bener ya aku dijodohin sama Mas Indra?" tanya Kayla
"Sebetulnya sih tidak ada perjanjian yang gimana-gimana sayang. Tapi papanya Mas Indra memang waktu itu bilang Indra sampai usia sekarang belum punya pacar. Awalnya sih hanya bercanda. eh Kok papa cocok sama Mas Indramu!" mama menjelaskan
" Berarti besok-besok aku itu menikah sama mas Indra?" tanya Kayla sok polos
"Ya, kalau kalian mau dan menyetujui perjodohan itu. Tapi sampai hari ini sih memang mama setuju sama Indra, papa juga. Dia anak yang baik dan insya Allah bertanggung jawab." kata mama
"Kayla kenapa? nggak sreg ya sama mas indra?" imbuh mama
"Bukan sih ma, cuma tanya aja." jawab Kayla kelimpungan
"Eh ma, aku disuruh mamanya Mas Indra kesana. Katanya mau ada arisan keluarga. boleh nggak ma?" tanya Kayla minta persetujuan.
"Hmm boleh. Tapi pulang dulu ganti baju dulu. masak kamu pakai celana pendek gitu mau ke rumah camer?!" kata mama
"Waduhhh males ah ma. nggak usah aja deh ya. bilang disini bantu mama juga?" Kayla salah tingkah kalau harus kesana
"Nggak enak donk sayang. Atau kalau kamu males pulang dulu pilih baju di sini aja tuh kan banyak!" tawar mama
Kayla pun menyetujui. Ia senang sekaligus gugup. Ia senang bisa dekat dengan keluarga ora g yang dia cintai. Tapi karena ini pengalaman pertama apalgi Mas Indranya sedang berdinas pasti Kayla mati gaya disana. Kayla terus berpikir sambil memilih milih baju. Kali ini Kayla memilih celana jegging warna hitam dan atasan bunga-bunga yang sangat anggun dikenakan.
Mama memuji kecantikan Kayla.
"Cantik anaknya mama!" puji mama
"Udah nggak papa berangkat aja. Bawa mobil tapi harus hati-hati. Kan mas Indra sedang dinas. Jadi biar nggak bingung pulangnya nanti." mama menasihati
Kayla bergegas berangkat. Ia merapikan riasan wajahnya. Meskipun Kayla tidak pernah pakai make up, Ia tetap kelihatan cantik. Kulitnya putih bersih, rambutnya lurus hitam berkilau.
Kayla mengendarai mobilnya dengan santai. Ia mencoba mengusir kecemasannya ketika ketemu dengan calon mertuanya dengan memutar lagu-lagu di mobilnya.
Sampai di depan rumah Indra, didapatinya mobil Indra masih terparkir.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam, Eeee Kayla udah datang. diantar siapa nak?" tanya Bu Arif
"Sendirian tante." jawab Kayla sambil mencium tangan Bu Arif, calon mertuanya.
"Cantik sekali kamu!" puji Bu Arif
"Ah Tante bisa aja. oh ya tante ini kue dari mama." jawab Kayla sungkan. Tadi ia sempat beli kue untuk ia bawa. Ia malu kalau ke rumah Mas Indra hanya dengan tangan kosong
"Repot-repot aja sih! Yuk Mari masuk!" ajak Bu Arif
Kayla diajak duduk di ruang keluarga.
"Sebentar lagi bantuin tante nyiapin untuk acara nanti ya. Makanan dan kue tante pesan semua sayang." Bu Arif mengajak Kayla ngobrol dengan ramah
"Hmm Mas Indra belum berangkat ya tante, kok Kayla lihat mobilnya ada di depan?" tanya Kayla ragu-ragu
"Oh tadi Indra naik anu naik kereta pagi-pagi. Dia nggak bawa mobil karena lusa mau pulang lagi." jawab Bu Arif gugup. Bu Arif grogi berbohong di hadapan gadis cantik ini. Ya, sebetulnya Indra mau memberikan kejutan untuk Kayla. Indra minta bantuan mamanya agar bisa melancarkan kejutannya. Lagian Bu Arif juga ingin sekali ketemu dan mengenal lebih dekat calon menantunya itu.
Kayla percaya karena kemarin Indra juga janji mau pulang kalau lepas dinas.
"Kayla mau minum apa? Biar Mbak Susi buatkan." tanya Bu Arif
"Air putih aja tante!" jawab Kayla sopan
Tidak lama Mbak Susi keluar dengan menghidangkan cemilan dan minuman es sinom segar.
__ADS_1
"Monggo mbak cantik diminum ya!" kata Mbak Susi
"Iya mbak makasih ya." jawab Kayla
"Silahkan dimakan dulu ya. Bentar tante mau siap-siap dulu. mau ambil kue. katanya sih jam 12.00 disuruh ambil. "pamit Bu Arif
"Ambil kue dimana tante, mari Kayla antar aja." tawar Kayla
" Nggak usah sayang, kamu di sini saja sama Mbak Susi. Tante habis ini dijemput temennya tante." jawab Bu Arif sekenanya
"mau ada acara kok sempet ya ambil-ambil kue sendiri." batin Kayla
Kayla memperhatikan ruangan rumah Indra. Ada foto-foto Indra setelah lulus pendidikan polisi. Kayla tersenyum.
Sementara Indra tampak resah di ruangan atas. Ia khawatir rencananya gagal.
Mbak Susi mengajak Kayla membantu menyiapkan meja makan dan piring-piring yang akan digunakan.
Bu Arif pun datang dengan membawa kue dan beberapa kotak nasi.
"Arisan dasawisma nduk. Hanya 15 orang. Pesennya pun di depan situ mangkanya tante cepet kan." kata Bu arif sambil menata kue di piring yang sudah disiapkan Kayla.
"Yaeeelaaaaa. acara dasawisma aja nyuruh aku hadir." batin Kayla
"Yuk sambil dicicipi kuenya. Jangan sungkan. Anggap rumah sendiri. Toh besok-besok kamu juga akan sering ke sini." kata Bu Arif
Kue-kue terhidang rapi. Dengan telaten Kayla menata kue kue itu dan menyiapkan tisu, piring kertas, serta garpu kecil agar tidak lupa nantinya.
Kayla dan Mbak Susi sibuk membersihkan ruang tamu yang akan digunakan dalam acara. Ketika sibuk membersihkan ruang tamu datang seseorang menyodorkan tisu karena wajah Kayla berkeringat.
"Nggak salah kan ma pilih calon mantu." terdengar suara yang nggak asing bagi Kayla
"Kaget? Nih dilap dulu. Kasihan,, jadi beres-beres rumah orang!" ledek Indra sambil membuka tangannya seperti mau memeluk.
Harapan ingin memeluk Kayla sirna, bukannya menyambut tangan Indra, Kayla malah mencubit lengan Indra.
"Auuuww sakit tahu!" Indra meringis
"Ih kamu ngerjain aku ya?" Kayla merengek.
"Idenya masmu nduk, maaf ya tante hanya melaksanakan tugas. Tapi betul kok tante kepingin banget kenal lebih dekat sama calon mantu tante." Bu Arif tertawa melihat kelucuan mereka.
"Sini-sini duduk dekat mama." ajak Indra
"Maaf ya aku memang sengaja bikin kamu datang kesini." ucap Indra
"Apaan sih... Aku aja kaget lo tadi. Malu jugaaa." jawab Kayla tersipu-sipu lucu
"Ma, mama cocok dengan Kayla?" tanya Indra mulai serius. Kayla mencubit lagi tangan Indra karena malu. Nggak bisa bayangin gimana meronanya wajah Kayla saat ini.
"Sangat cocok. Mama tahu Kayla sejak kecil. Mama juga berteman baik dengan mamanya Kayla. Semoga kalian berjodoh ya." ucap Bu Arif
Kayla semakin mati gaya dengan keadaan seperti ini.
"Kayla, kamu calon istriku. Dengar kan kata mama tadi. Mau nggak jadi istriku?" tanya Indra
Kayla menunduk malu sambil tersenyum. Bu Arif juga tersenyum bahagia melihat mereka.
"Kamu nggak usah jawab dulu kalau malu ada mama. Cuma di hadapan mama aku pingin bilang, kalau kamu memang mau jadi istriku, hubungan kita nggak usah nembak-nembak lagi, nggak usah bilang mau jadi pacar apa nggak. Seketika kamu bilang mau, berarti kita sudah komitmen bahwa kita akan jalani ini dengan serius. Dan perasaan ku bukan lagi cinta tapi lebih dari sekedar cinta." Indra menjelaskan kepada Kayla.
Kayla terdiam seribu bahasa. Rasanya ia ingin loncat memeluk Indra.
__ADS_1
Mamapun ikut tersenyum bahagia dan memberikan kesempatan kepada Kayla dan Indra untuk ngobrol di atas. Karena sebentar lagi acara arisan akan dimulai .