
Benar saja, dalam perjalanan Kayla hanya diam seribu bahasa.
"Kosmu di daerah mana? Diam aja dari tadi. kayak habis diputusin cowoknya aja!" Abdi berusaha memecah kesunyian di dalam mobil itu.
Namun usaha Abdi tidak sukses. Bukannya menjawab pertanyaan Abdi, Kayla malah nangis sejadi-jadinya sambil terisak dan sedikit berteriak mengutarakan kekecewaannya kepada kekasihnya.
Abdi yang tidak mengetahui permasalahan calon istrinya itu heran dan bingung. Kayla betul-betul terpukul dan sedih.
Kayla bukan takut kehilangan Beny. Tapi Kayla kecewa dipermalukan oleh seisi kampus yang tahu adegan tadi. Kayla sadar ia tidak terlalu mencintai Beny. Tapi rasa sakitnya karena temannya yang selama ini ia perlakukan baik malah tega berbuat serendah itu kepadanya.
"Laki-laki gila!" umpat Kayla sambil terus menangis.
Abdi juga bingung harus mengarahkan mobilnya ke mana karena ia juga tidak tahu alamat kos Kayla.
Abdi berusaha memberikan pengertian kepada Kayla.
" Maaf, kalau kamu tidak bisa menerima perjodohan ini, kita bisa bicarakan dengan baik-baik kepada kedua orangtua kita, Key"
Kayla hanya mendengarkan Abdi sambil terus terisak.
Ia seperti seorang yang frustasi. Rambutnya kini juga acak-acakan.
"Aku juga tidak akan memaksamu. Aku bukan laki-laki brengsek!"
"Diam, kamu tidak tahu apa.yang kurasakan saat ini! Jangan terus menceramahi ku!" Kayla tidak bisa mengontrol emosinya hingga dadanya sesak dan pingsan di dalam mobil Abdi.
Abdi bingung. ia melajukan mobilnya kencang menuju rumahnya.
Sampai di rumahnya, Abdi melirik gadis itu masih dalam keadaan entah tidur atau masih pingsan.
Abdi segera menggendong Kayla menuju ke kamarnya. Rumah Abdi adalah rumah kecil model minimalis yang tatanannya terkesan mewah. Karena bujang, kamar yang ada kasurnya hanya satu yaitu di kamar yang ia tempati. Abdi merebahkan tubuh Kayla di kasur miliknya. Abdi tidak tahu alamat kos Kayla. Ia sudah memutari jalanan di Kota Malang tapi Kayla tidak mengatakan di mana ia tinggal karena emosinya tidak terkendali. Ia begitu terpukul saat ini. .
Setelah membersihkan diri di kamar mandi Abdi segera berganti pakaian santai. Ia meletakkan foto wisuda gadisnya di kamarnya. Ya, tadi mereka sempat foto saat di Restauran. Pak Surya telah memanggil fotografer untuk mengabadikan momen berharga Kayla.
Tanpa disadari Abdi mulai jatuh hati terhadap gadis cantik itu.
Ia terus memandangi gadis yang kini sedang tertidur di kasur empuknya. Baru kali ini Abdi membawa pulang seorang wanita. Ia memang berjanji, sejak kakaknya dikhianati calon suaminya dulu, Abdi berjanji kepada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan mempermainkan perempuan. Terbukti, ia belum pernah berpacaran.
Takut yang punya paras cantik itu terbangun, Abdi segera beranjak dari kamarnya, menutup pintu pelan-pelan dan menonton TV di ruang tengah.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 23.00, Kayla kaget. Ia tertidur dengan kebayanya. Ia juga bingung di mana sekarang ia. Kayla meneliti setiap sudut kamar yang tertata rapi itu.
"Pasti pemiliknya suka kebersihan" pikirnya
Di sudut kamar Kayla menatap topi polisi di meja dan di sana terpasang foto wisudanya dengan Abdi juga foto bersama orangtua mereka.
"Apa ini kamar Abdi?" Kayla bergidik. Ia takut berduaan dengan pria yang baru ia kenal di dalam rumah seperti ini.
Kayla melangkahkan kaki ke luar kamar. Ia melihat TV sedang dalam keadaan menyala di ruang tengah rumah itu. Di sofa ia mendapati Abdi yang sudah tertidur pulas dengan celana pendek dan kaos oblongnya. Abdi tampak begitu tampan meskipun sedang tertidur. Badannya tinggi berkulit putih bersih dan gagah. Kayla sangat mengagumi laki-laki tampan di depannya ini.
Tampak lama Kayla memandangi Abdi yang sedang tertidur. Kayla bermaksud membangunkan Abdi, namun niat itu ia urungkan karena takut mengganggu Abdi. Tapi di sisi lain, Kayla merasa takut dan tidak akan bisa tidur lagi apalagi dengan baju kebaya dan make up yang masih melekat. Kayla terbiasa hidup bersih. Ia tidak akan bisa tidur sebelum membersihkan diri. Itulah menagapa kulit dan badan Kayla begitu cantik terawat.
"Hey, kamu udah bangun ya" Abdi tersenyum kepada Kayla dan berbicara dengan sangat hati-hati.
"Maafkan aku ya, aku harus membawamu ke sini. Aku tidak tahu di mana alamat kosmu." Abdi takut membuat Kayla marah.
Kayla bahkan tidak marah. Ia malah merengek karena salah tingkah harus berduaan dengan laki-laki gagah ini.
"Aku udah gerah, pingin mandi dan ganti baju," rengek Kayla.
Abdi bingung dan berpikir sejenak.
Kayla pun langsung mengangguk tanda setuju. Abdi bergegas memilihkan baju untuk gadis itu.
"Ini bisa kamu pakai! Segeralah mandi!"
Kayla yang punya sifat penakut kalau di tempat baru meminta Abdi menunggui Kayla mandi di depan kamar mandinya.
Padahal Abdi sangat mengantuk kala itu. Namun takut gadis itu ngamuk lagi Abdi segera menuruti permintaan Kayla.
Ia berdiri di depan pintu kamar mandi sambil menunggu gadis yang merupakan calon istrinya itu mandi.
Selesai mandi, Kayla tampak begitu sangat sexy dengan rambut basahnya dan mengenakan kaos serta celana Abdi yang kebesaran.
"Tidurlah di sini. Aku akan tidur di sofa" Abdi seraya menunjuk kasur empuknya.
"Besok pagi akan ku antar kau pulang. Sekarang sudah sangat larut. Tidak pantas mengantar anak gadis pulang selarut ini." ungkap Abdi sambil mengambil bantal untuknya dan segera membawanya ke luar untuk digunakan tidur di sofa di ruang tengah.
"Kak, aku nggak berani tidur sendiri. Aku akan ikut denganmu tidur di sofa." pinta Kayla sambil membuntuti Abdi yang keluar kamar.
__ADS_1
"Di luar itu hanya ada satu sofa Key, nggak ada tempat lagi. Ya udah kalau kamu mau aku akan tidur di karpet. Lagian di luar hujan pasti nggak akan nyaman tidur di sini." jelas Abdi
"Berarti aku nggak enak kalau kakak yang punya kamar harus tidur dengan tidak nyaman."
"Ya udah tidur aja di kamar, aku akan menjagamu di sini,"
"Aku nggak mau tidur kak. Aku mau malam mingguan di sini nonton TV, kamu tidur aja aku akan duduk di sini." Kayla duduk di bagian sofa paling ujung.
Sedangkan Abdi karena sudah lumayan lelah membaringkan dirinya di sofa itu.
Tak terasa sudah satu jam Kayla duduk memandangi TV yang nggak tau apa yang ia tonton. Karena pikirannya gelisah.
Di sampingnya, Abdi sudah berbaring dan tidur dengan pulas.
Lagi-lagi Kayla harus terjebak untuk terus memandangi wajah tampan Abdi.
Lama-lama Kayla ngantuk juga. Ia ikut merebahkan dirinya di bagian kaki Abdi. Kini mereka sedang tidur di sofa.
Keesokan paginya, Abdi merasa kaminya ada yang menindih berusaha bangun.
Ia tersenyum karena melihat Kayla yang tidur setengah duduk dengan kepala dan punggung yang direbahkan di kaki Abdi.
"Dasar anak bandel!" ucap Abdi.
Pelan-pelan, Abdi berusaha bangun dan dengan hati-hati supaya tidak mengganggu tidur Kayla.
Abdi berniat menggendong Kayla agar tidur di dalam kamar. Walaupun sudah pagi, Abdi tidak berniat membangunkan gadisnya. Ia menyadari mungkin Kayla lelah setelah seharian mengikuti acara wisuda dan belum lagi harus meluaokan emosinya yang entah kenapa.
Abdi mendekatkan tubuhnya kepada Kayla dengan bermaksud mau menggendong gadis cantik itu.
"Haaaa!!!! Apa yang mau kamu lakukan!" jerit Kayla kaget. Tanpa disadari, muka Kayla memerah karena kini jaraknya dengan Abdi sangat dekat. Ia salah tingkah sekali.
"Maaf, aku lihat kau tidur dengan sangat pulas. Alu hanya berniat mau memindahkan kamu ke kamar supaya kamu lanjutin tidurmu!"
Abdi melepaskan tangannya dari tubuh langsing Kayla.
"Lagian ini sudah pagi. Aku mau beberes rumah." imbuh Abdi yang sok cool menutupi rasa gugupnya di hadapan Kayla.
Kayla kembali menangis. Abdi pun bingung harus bagaimana. Ia takut Kayla kembali histeris. Dengan segera, Abdi mengambil 2 cangkir kopi untuknya dan Kayla. Abdi ingin mengajak Kayla ngobrol dari hati ke hati. Ia sudah menyiapkan hatinya kalau Kayla akan menolak perjodohan ini.
__ADS_1