
Abdi meminta Kayla duduk di sofa itu sambil memberikan secangkir white coffe untuknya.
"Maaf, ya, mungkin kita harus bicarain ini semua! Nih minum!" kata Abdi lembut
"Terima kasih," balas Kayla sedikit tenang.
"Key, maaf ya kalau ini harus terjadi. Tapi kalau kamu memang tidak melanjutkan perjodohan ini aku tidak akan memaksa." Abdi megawali pembicaraan.
Kayla hanya menatap wajah Abdi dengan murung.
Abdi tidak tega dengan wajah sedih gadis di depannya. Abdi mengusap lembut pipi Kayla sambil berkata, "Masih ada waktu untuk kamu berpikir antara menerima atau menolaknya."
"Kamu nggak usah pedulikan bagaimana perasaanku. Toh, kita bisa bersahabat!" imbuh Abdi.
Melihat kelembutan sikap Abdi, jantung Kayla berdegup kencang. Entah mengapa. Sebetulnya Kayla sudah berjanji pada dirinya untuk tidak membuka hati terlebih dahulu dengan laki-laki. Kayla sudah capek dengan urusan cintanya.
"Kak,,," belum selesai bicara, Abdi memotongnya.
" Panggil 'Mas' saja. Biar enak didengar!" tambah Abdi
"Iya, Mas, aku boleh nggak cerita sama kamu!" Kayla berniat mencurahkan semua isi hati dan kekecewaannya pada Abdi.
"Emang Mas mau dijodohkan sama aku? Mas Abdi menerima perjodohan ini?" tanya Kayla
"Banyak alasan sehingga aku harus bisa dan mencoba menerimanya, Key!" jawab Abdi sambil tersenyum.
"Aku takut, Mas. Aku takut membuatmu kecewa." Kayla berterus terang kepada Abdi. Karena Kayla sulit untuk mencoba jatuh cinta lagi.
Abdi menggenggam tangan gadis itu dengan lembut dan meyakinkan bahwa Abdi tidak akan masalah.
Abdi memang memiliki kepribadian yang cukup dewasa dan bijaksana. Ia bukan laki-laki yang berambisi sehingga harus menempuh jalan apapun agar keinginannya tercapai. Padahal sejak pertemuan itu Abdi mulai jatuh cinta kepada Kayla.
__ADS_1
"Mas, aku masih belum bisa jatuh cinta." jelas Kayla sambil menangis dan tiba-tiba memeluk Abdi. tangisnya pecah di pelukan laki-laki gagah itu.
"Sssttt, Kayla, memang rasa suka rasa cinta itu nggak bisa dipaksakan," Abdi membelai rambut lurus Kayla yang kini tengah memeluknya.
"Aku benci dengan hidupku, Mas, kenapa di hari spesialku itu semua terjadi?" isak Kayla.
"Maaf, Key, kalau Mas datang di waktu yang tidak tepat. Mas hanya berusaha membahagiakan hati orangtua Mas." Abdi menjelaskannya dengan sabar.
Kayla melepaskan pelukannya. Ia baru menyadari bahwa Mas Abdinya ini salah paham. Kayla sama sekali tidak mempermasalahkan kehadiran Abdi dan keluarganya. Kayla hanya takut mereka kecewa. Yang ada di pikiran Kayla saat ini adalah Beny yang brengsek itu dan betapa malunya ia kepada teman-teman kampusnya.
"Jadi Mas nggak tau apa yang terjadi kemarin?" tanya Kayla sambil mengusap air matanya.
Abdi bingung dan berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi.
"Mas tahu apa yang terjadi di stand photo booth kemarin? Mas tahu di sana ada laki-laki brengsek dan wanita gila yang sedang bermesraan melakukan pose fotonya?" Kayla menceritakan penuh emosi.
"Oh, pasangan yang sangat mesra kemarin, ya? Mereka kompak sekali ya bagaikan dunia miliknya aja!" balas Abdi sambil tertawa membayangkan apa yang dilihat kemarin.
"Dia itu Beny, aku sudah pacaran selama hampir 4 tahun dengannya! Tapi dia brengsek Mas dia ********, dia tega sama Key!" Kayla menangis kembali sambil memukul-mukul bantal sofa.
Kayla menangis sejadi-jadinya. Abdi bingung apa yang harus ia lakukan.
"Dia jahat Mas! Beny jahat! padahal aku sudah berusaha mencintainya. Aku sudah berusaha menerimanya, bahkan mau ku kenalkan sama mama dan papa! Tapi dia. tega Mas!" tangis Kayla semakin menjadi.
"Semua orang tau kalau Beny pacarku. Tapi di hari itu semua orang tau kalau ternyata Beny menduakanku." imbuh Kayla penuh emosi.
"Ssttt,,, wanita baik tidak pantas menangisi laki-laki brengsek model itu, Key! Kamu harus sabar. Berarti dia nggak baik buat kamu!" Abdi berusaha menguatkan hati Kayla.
"Jangan nangis lagi, ya! Aku akan bantu kamu semampuku!"
Kayla memeluk Abdi lagi. Entah sejak kapan Kayla merasa nyaman berada di dekat Abdi. Bahkan berada di pelukan Abdi membuat hati Kayla menjadi tenang.
__ADS_1
""Udah, ya, nangisnya! Tambah kelihatan jelek lo ntar kali nangis melulu." goda Abdi.
Kayla tersenyum tapi tetap merasakan sakit hati.
"Mas, kenapa sih mau aja dijodohin?" tanya Kayla ingin mengalihkan pembicaraan supaya hatinya tidak merasakan sakit lagi.
"Emmmm kenapa ya, aku juga nggak tau kenapa kemarin nurut aja dijodohin sama kamu. Padahal aku nggak pernah ditunjukkan fotomu lo!" Abdi berusaha agar Kayla tidak tahu jika sebenarnya Pak Arif sudah memberi tahu bahwa wanita yang dijodohkan dengannya adalah Kayla, tetangganya dulu.
"Kalau ceweknya ternyata jelek gendut hitam nggak sexy gimana hayo?" entah kenapa saat ini Kayla sudah bisa bercanda dengan Abdi.
"Emank situ cantik, putih, sexy?" goda Abdi
"Ih, kamu, padahal semua orang suka memujiku, lo!. kayaknya kamu harus pakai kacamata deh supaya menyadari pesonaku!" jawab Kayla percaya diri sambil nyengir.
"Percaya deh, emank kamu cantik, putih, idaman banget, makanya Beny sampai tergila-gila. Saking tergila-gilanya sampai-sampai tidak hati-hati membawa tuan putrinya bisa nerobos lampu merah." goda Abdi lagi.
Abdi masih ingat betul wajah Kayla yang saat itu naik mobil bersama Beny dan kebetulan melanggar rambu-rambu lalu lintas sehingga harus diberhentikan oleh Abdi yang saat itu sedang bertugas.
"Lo, iya itu kamu ya?" Kayla tertawa lepas.
Mereka berdua saling bercanda dan tertawa. Kayla sudah lupa dengan sakit hatinya berkat dihibur oleh Abdi.
"Gih mandi sana! Keburu siang nih. lapar!" kata Abdi sambil memegang perutnya.
"Hmmm mas dulu aja yang mandi!" ucap Kayla karena Kayla masih ingin bermalas-malasan.
"Mau aku mandiin!" goda Abdi lagi
"uppsss mesum kamu itu. Oke baiklah aku akan mandi!" kata Kayla kesal.
Abdi sedikit lega karena ia berhasil menghibur hati Kayla.
__ADS_1
Meskipun tidak sepenuhnya, setidaknya untuk sementara ia sudah lupa dengan Beny yang sudah kurang ajar terhadapnya.