
Indra mengajak Kayla ke ruang atas. Di lantai 2 ada 2 kamar. Satu kamar Indra satunya lagi kamar adiknya yang kini sudah menikah.
Di depan dua kamar itu ada ruang menonton tv Disitu juga ada beberapa alat olahraga. Semua tertata rapi.
Indra mengajak Kayla duduk di balkon yang cukup luas. Terdapat kursi dan meja serta ayunan dan beberapa tanaman yang tertanam rapi di sana.
"Diterima nggak lamarannya?" Indra menggoda Kayla
."Apaan sih!". Kayla masih malu
"Masih nggak bisa move on dari Beni?" ledek Indra
"Kamu ih...!!!" Kayla salah tingkah
"Key aku serius. Aku jatuh cinta sama kamu sejak kamu nangis-nangis cerita pacarmu di rumahku. Rasa sayangku seketika muncul. Insya Allah aku betul-betul mencintaimu." Ucap Indra serius
Kayla hanya senyum dan tak bisa berkata-kata. Betul-betul di luar dugaannya. Kayla malu hingga menutupi wajahnya yang merah padam saat itu.
"Eh bukannya dijawab malah mukanya ditutup!" goda Indra sambil meraih tangan Kayla supaya tidak menutup mukanya lagi.
Indra terus menggoda Kayla sampai Kayla benar-benar menyatakan kebahagiaannya saat itu
"Mas makasih ya. Aku nggak tau ternyata kamu gini banget." ucap Kayla
"Jadi.... diterima nggak?" tanya Indra
"Iya.." jawab Kayla
"Iya,,,? iya apa?" indra menggoda lagi
__ADS_1
"Ngomong yang bener!" Indra terus menggoda wanita yang dicintainya itu
"Iya aku mau jadi istrimu Mas." Jawab Kayla masih malu
"Bahagia nggak?" ledek Indra lagi
"Iyaaa" Kayla langsung menyambar ke dada Indra. Indra langsung memeluk gadis itu sambil duduk di ayunan.
"Janji ya mas jangan kecewakan aku." bisik Kayla dalam pelukan Indra
"Iya sayang, aku janji." jawab Indra sambil mengelus rambut Kayla.
Mereka terus bercengkrama di teras atas. Kayla adalah wanita yang paling bahagia saat ini.
"Ini mbak minuman sama ada rujak buah." Mbak Susi datang menyuguhkan rujak buah dan minuman kepada mereka.
"Katanya dines?" ledek Kayka sambil ketawa
"Ya, aku dines ya berangkat ya?" balas Indra meledek Kayla.
Mereka saling bercanda sambil menikmati rujak buah yang disuguhkan Mbak Susi.
"Mas..." ucap Kayla
"Hmmmm" jawab Indra
"Janji ya.. jangan nakal, harus sayang sama aku, harus cinta sama aku, ga boleh ngecewain aku!" rengek Kayla
"Janji nggak yaaaa?" Indra menggoda lagi
__ADS_1
Indra paking suka kalau Kayla sedang cemberut. Manjanya kelihatan jadi makin gemesin.
"Iya, iya mas janji sayang!" jawab Indra
"Awas nggak panggil sayang terus!" protes Kayla
" La kan dari kemarin udah panggil sayang!" goda Indra
Kayla tersenyum bahagia. Ia menyadari semalam Indra sudah sangat menunjukkan rasa sayangnya. Namun sayangnya semalam Kayla begitu gengsi.
"Boleh tanya ngga?" tanya Indra
"Apa?" jawab Kayla sambil melahap buah apel.
"Kemarin nangis kenapa sih?" tanya Indra
"Nggak papa!" jawab Kayla
"Nangis kenapa?" tanya Indra lagi sambil mencubit gemas pipi Kayla
"Ngga papa Mas!" Jawab Kayla sambil mengelus-elus pipinya yang habis dicubit.
"Lain kali diomongin ya kalau ada masalah. Supaya aku tahu. Supaya aku bisa memperbaiki diri kalau aku ada salahnya."ucap Indra dengan sabar
"Iya Mas." jawab Kayla santai
Kini Indra dan Kayla sudah merasa saing memiliki. Mereka saling berkomitmen agar hubungan mereka sampai jenjang pernikahan.
Indra sudah lega. Saat ini bisa memiliki sedikit hak sebagai calon suami Kayla. Sekarang ia tak perlu kikuk lagi kalau mau menghubungi Kayla.
__ADS_1