Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Hari Pertama Menjadi Istri


__ADS_3

Pagi itu Kayla dan Indra sudah bersiap pergi. Mama dan papanya menghadiahkan mereka tiket liburan ke Bali.


Sebenarnya Kayla todak ingin cepat-cepat berbulan madu. Kayla masih ingin menikmati masa liburnya untuk menjadi anak mama.


"Kayla, siapkan minum untuk suamimu. Mas Indra sukanya kopi, teh atau minuman yang lain. Setiap pagi kamu harus rutin menyiapkan masmu sarapan dan minum. Temani ia sarapan sebelum berangkat kerja. Jadi kamu harus bangun lebih awal dari suamimu meskipun Mas Indra di sana masih menggunakan jasa Bi Yati." Mama menasihati Kayla panjang lebar


"Aduh.... nggak bisa bayangin deh ma bagaimana rempongnnya!"jawab Kayla asal


"Kok rempong sih? Jadi istri itu harus berbakti, nurut kata suami, harus bisa melayani suami dengan baik. komunikasi itu nomer satu sayang." imbuh mama yang membuat Kayla membayangkan hal-hal yang rumit.


"Kalau suami pulang makanan juga harus siap termasuk minumnya. Meskipun makanannya beli tapi jangan biarkan suami menunggu. Kecuali dalam kondisi tertentu. Eh jangan beli ding makanannya. Kayla haris bisa masak!" mama masih terus ceramah.


"Ya nanti aku runding deh Mas Indra ma biar nggak banyak maunya biar Kayla nggak repot-repot amat!" Kayla cemberut.


"Dijalani dulu aja Nak kalau sudah dijalani pasti enjoy aja! Mama dulu juga gitu. Malah nggak bisa masak." ledek papa.

__ADS_1


"Ih kata siapa pa. Mama selalu sediain papa masakan yang enak-enak." Mama membela diri


"Iya beli ya ma masakannya." ledek papa lagi


"Ah si papa buka rahasia ah. Mama kan pingin Kayla jadi istri yang baik." Mama sewot


"Indra udah bangun Nak? Kalian jam 11 sudah harus di bandara lo!" papa mengingatkan.


"Sudah kok pa. Mas Indra lagi beres-beres baju di kamar." jawab Kayla santai


"Yang mau dibawa liburan ma. Dipacking gitu."jawab Kayla merasa tak bersalah


"Eh harusnya itu kamu bantu malah enak-enakan di sini. Ayo cepet segera panggil Mas Indramu suruh sarapan terus habis sarapan kalian packing lagi!" perintah mama


"Mas!!!! Mas Indraaa...!! Mas..!!" Kayla berteriak memanggil suaminya yang berada di kamar lantai atas.

__ADS_1


"E..e.. e... kok malah teriak. Manggil suami itu disamperin sayang." Mama kembali cerewet


Dengan langkah malas Kayla menaiki anak tangga. Namun untungnya Mas Indra sudah mau turun menemui si empunya suara.


"Eh ini dia orangnya. he he he.." Sapa Kayla sambil senyum-senyum seperti nggak ada dosa.


"Yuk Mas sarapan dulu yuk. Tuh ditunggu mama sama papa!" ajak Kayla menggandeng tangan suaminya.


"Yuk Mas Indra sarapan dulu. Nanti aja packingnya biar Kayla yang ngerjain!" ucap mama


"Iya ma sudah hampir selesai kok." jawab Indra


Pak Surya kini memiliki keluarga baru. Mereka berempat makan bersama. Kak Ryan sudah pamit pulang ke rumahnya. Kebetulan ibunya Mbak Novi dari Gresik masih di Surabaya. Sejak kemarin menghadiri pernikahan Kayla Ibu Mbak Novi memutuskan untuk tinggal di Surabaya sementara karena sebentar lagi Mbak Novi sudah akan melahirkan anak pertamanya.


Di sela- sela sarapan pagi itu baik papa maupun mama memberikan nasihat, wejangan, dan petuah kepada pasangan pengantin baru itu. Terutama Kayla, yang kata mama Kayla harus bisa berperan menjadi istri maupun wanita yang bekerja. Kayla harus bisa membagi waktu untuk bekerja dan menjadi ibu rumah tangga.

__ADS_1


__ADS_2