Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Gelisah


__ADS_3

Hampir 2 jam Indra menunggu di depan Kos Kayla. Namun tidak ada tanda-tanda Kayla menampakkan batang hidungnya.


Indra memutuskan pergi dari kos itu. Tampak dari kejauhan mobil yang ditumpangi Santy dan Nuri sepulang dari Hotel tempat Beny dan Sita menuju kos Kayla. Kala itu Santy melihat mobil Indra yang melintas meninggalkan kos Kayla.


"Hmm heran deh sama satu cewek temen kita tu baru juga bermasalah sama cowoknya udah dihibur aja ama abang satunya." Santy mengira Indra habis menemui Kayla di kosnya.


Setelah memarkir mobilnya, mereka berdua masuk ke kamar Kayla. Santy dan Nuri tidak habis pikir mendapati Kayla yang sedang tidur pulas.


"Woy bangun woy, bukannya mikirin kejadian d hotel malah tidur!"Suara Santy yang menggelegar membangunkan Kayla.


"Ihhh apaan sih ngagetin aja. Pusing tau!!!" kata Kayla dengan nada merengek.


"Kamu nggak penasaran La sm kejadian di hotel tadi?" tanya Nuri


"Dia mah mana penasaran. Orang hatinya udah berlabuh ke cowok bawa Jazz hitam yang nangkring di sini tadi." jawab Santy menyindir Kayla


"Hah?!!! cowok?..... mobil jazz hitam?....????? Maksudnya....?" tanya Kayla


"Iya Mas abdi negara nusa dan bangsamu itu!" tukas Santy sekenanya.


"Hmm maksudnya Mas Indra?" tanya Kayla agak girang


"Mana? mana?" Kayla langsung menuju jendela kosnya untuk memeriksa keadaan sekitar


"Orang di depan nggak ada mobil jazz hitam! ngaco aja nih Santy nih!!!" jawab Kayla kesal


"Ya kamu sih tidur terus! Bukannya kepikiran atau gelisah atau apa kek malah tidur!" jawab Santy


"Kamu beneran nggak pingin tau ceritaku dan Santy setelah jadi detektif barusan?" tanya Nuri

__ADS_1


Bukannya menjawab Kayla malah tertawa sejadi-jadinya melihat penampilan Santy dan Nuri bak Ibu-Ibu yang mau pengajian.


"Yaelah dia malah ketawa!!! aya udah lah Nur yuk kita cabut aja!" ajak Santy sewot


"Eit eit.. tunggu dulu,, jangan ngambek gitu donk kawan-kawanku yang cantik manjalitaaaa. Duduk dulu ku ambilin minum dulu baru cerita!" Kayla merayu kedua temannya sambil mengambilkan minuman di rak pojok kamarnya dan menyodorkan ke mereka berdua.


"Jadi gimana, gimana ceritanya?" tanya Kayla penasaran.


Santi, dan Nuri asyik bercerita tentang pengalamannya menyelidiki pacar sahabatnya itu. Mereka bercerita dengan alur yang runtut. Namun sayangnya tak sedikitpun Kayla cemburu. Bahkan dia hanya terperangah mengetahui hubungan mereka sejauh itu. Kayla tidak habis pikir saja dengan Beny dan Sita. Hubungan mereka sudah jauh tapi kenapa sampai saat ini tak juga memutuskan Kayla.


Kayla penasaran apa yang sebenarnya Beny inginkan dari dia.


Ketiga gadis itu sibuk membahasa Beny dan Sita.


Sementara di rumah minimalis modern-nya Indra gelisah memikirkan Kayla. Hari sudah sore kenapa Kayla tak juga menghubunginya. Indra begitu kepikiran dengan Kayla.


Mau nelepon lagi khawatir momennya tidak tepat malah akan bikin runyam. Indra betul-betul bingung dengan apa yang harus ia lakukan.


Ya, Santi dan Nuri memergoki Beny dan Sita yang memang berada di hotel di dalam kamar yang disebutkan Nuri tadi.


Kebetulan omnya Nuri bekerja sebagai manajer di hotel tersebut. Jadi dengan mudah Nuri bisa punya akses masuk ke hotel tersebut.


Benar saja Santy dan Nuri melihat pasangan mesum itu keluar dari kamar sambil tertawa dan bermesraan menuju restaurant hotel.


Setelah diikuti menuju restaurant, Beny dan Sita asyik membahas kelakuan mesum mereka. Sambil mencubit-cubit nakal kepada Sita, Beny terus menciumi Sita tampa menghiraukan siapun yang melihatnya dan kemudian masuk ke kamar itu lagi. Bisa dipastikan Beny dan Sita pasti menginap sampai besok.


Karena terus gelisah, Indra yang saat itu libur dan tidak ada kegiatan mencoba menghilangkan kegelisahannya dengan jogging di taman dekat perumahannya.


Selesai bercerita dan membahas panjang lebar, Kayla sadar dengan ponselnya. Ia meraih ponsel di bawah bantal tempat tidurnya.

__ADS_1


Kayla kaget sekaligus senang. Ternyata Indra merespon teleponnya.


"Santyyyyyyyyy!!!!" teriak Kayla


Santy yang kala itu sedang ngemil makanan ringan di kamar Kayla sontak kaget.


"Eh tadi kamu emang bener lihat mobilnya Mas Indra di sini?" tanya Kayla


"Aku sih nggak tahu pasti mobilnya masmu itu. Tapi yang jelas tadi ada mobil hitamnya. Kayaknya sih iya itu mobilnya Mas Indra." jawab Santy santai.


"San plis San, antarin aku ke rumahnya Mas Indra. plisssss!!!" Kayla memohon


"Ihhhh kan nggak searah dengan rumahku. Kamu ini ada-ada aja. Telepon aja gih nggak usah nyamperin ke sana." Jawab Santy


"Lagian nih Key aku bukannya nggak mau ngantar, tapi jam 5 habis ini aku ada acara bener deh nggak boleh telat. ini udah jam 4. aku harus siap-siap pulang. terus mandi terus cusss acara keluarga."imbuh Santy


"Ih serius. kamu dilamar ya San hari ini?" tanya Kayla


"Widih duluin banget kamu San main lamaran aja!" Nuri ikutan godain temannya.


"Sembarangan! Kalau aku hari ini dilamar mana mungkin sekarang aku di sini santai-santai ngurusin Kayla. Hari ini tuh sepupuku nikah. Nanti jam 5 keluarga rombongan pergi ke gedung pernikahannya." Santy menjelaskan


"Ya udah, udah sore nih, aku mau balik ke kamar dulu ya. mau mandi lengket semua." pamit Nuri


"Iya aku juga mau cuss dulu ya Kay. selamat patah hati ya. patah Beny tumbuh mas indra" ledek Santy


Kedua temannya pergi meninggalkan Kayla.


Kini Kayla betul-betul bete dan penasaran. Kenapa Beny nggak dari dulu mutusin dia. Ada apa sebenarnya?

__ADS_1


.


Kayla dan Indra sama-sama terlarut dalam gelisahnya, namun keduanya ragu untuk menghubungi satu sama lain.


__ADS_2