
Hubungan Kayla dan Indra berjalan seperti biasa. Tidak ada yang spesial atau istimewa. Kebahagiaan Kayla tidak seperti saat awal tahu bahwa Abdi adalah Indra.
Indra juga jarang mengajak Kayla jalan-jalan seperti saat sehari setelah ulang tahun Kayla.
Kayla semakin bimbang dengan keadaan yang seperti ini. Ia tersiksa.
Ia ingin menuntut penjelasan namun tak punya nyali karena ia malu. Ya, Kayla semakin bingung dengan kerumitan hubungan ini. Sampai detik ini pun Indra belum juga mengungkapkan rasa cinta atau sayangnya kepada Kayla. Jangankan mengatakan cinta, mengikrarkan bahwa mereka pacaran aja juga tidak.
Siang itu matahari cukup terik. Karena tidak membawa mobil, Kayla nebeng kepada sahabatnya, Santy pergi ke kampus untuk mengambil Ijazah dan berkas lainnya.
"Kayla,!!! sayang!!!" terdengar panggilan Beny kepada Kayla
"Widih, gila juga tuh cowok! Ngapain dia masih berani panggil-panggil kamu kayak gitu coba?!" Santy sewot.
"Ah biarin ah nggak usah dihiraukan yuk ke kantin aja! Lapar nih!" ajak Kayla kepada Santy
Beny berlari mengejar Kayla
"Hey, tunggu dong sayang!" Beny mengejar Kayla dan meraih tangan Kayla.
"Eh kamu ada apa?" tanya Kayla
"Kamu mau ke kantin? kita ngobrol di kantin aja yuk!" ajak Beny
"Ada yang ngajak, berarti ada yang nraktir nih!" ledek Santy kepada Beny.
Beny mengajak Kayla duduk di kantin sambil memesan makanan. Tampak Sita yang sedang melihat dari jauh seperti kebakaran jenggot.
__ADS_1
"Kay, aku mau minta maaf masalah kemarin. Aku ternyata dapat tugas dari papaku ke ...."
belum sempat Beny melanjutkan kalimatnya, Kayla sudah memotong pembicaraannya.
"Sudahlah kak lupain aja masalah kemarin." jawab Kayla pasrah
Santy yang sudah betul-betul muak dengan kelakuan cowok itu sengaja makan dengan suara yang gaduh.
Dering ponsel Beny berbunyi.
Beny segera mengangkat ponselnya dengan jawaban singkat dan buru-buru menutupnya.
Kayla sudah menduga kalau telepon itu dari cewek genit itu. Namun Saat ini Kayla sudah tak ambil pusing. Rencana balas dendamnya sudah pudar. Kayla sudah malas berurusan dengan pasangan gila itu. Coba aja kalau Kayla tau kelakuan mereka pasti Kayla sudah jijik habis-habisan.
"Kay aku pamit dulu ya, soalnya mau ada janjian sama orang." pamit Beny sambil menyeruput minumannya.
"Oh iya silahkan kak!" jawab Kayla santai.
Namun seperti biasa Beny akan dengan mudah merayu Sita dengan segudang perlakuan manis dan mesranya.
Kayla melanjutkan makannya di kantin. Sambil sesekali melihat ponselnya.
Tak ada satupun chat dari Mas Indra, teleponpun juga nggak.
Mau chat atau telepon duluan gengsi.
Di dalam mobil keluar dari kampus Kayla, tampak Indra menyetir mobil dengan kesal. Ya, barusan Indra memergoki Kayla yang sedang di kantin bersama Beny.
__ADS_1
Indra juga ragu dengan Kayla. Indra tidak melihat kalau ternyata Kayla membalas perlakuan Beny dengan dingin. Indra juga tidak tahu kalau Beny juga buru-buru pergi dan menemui Sita. Yang Indra tahu saat ini Kayla sudah termakan rayuan Beny, pria yang dipacarinya selama 4 tahun.
Indra melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Hari itu Indra sedang dinas malam. Makanya Ia menyempatkan untuk menjemput Kayla dari kampusnya tanpa memberitahu Kayla. Indra bermaksud memberi kejutan kepada wanita yang menjadi calon istrinya tersebut.
"Oey makan yang bener, cepet amat makannya! kelaparan apa emosi jiwa ya?" Santy mengingatkan Kayla
"Lagi bener-bener marah ni say?" tanya Santy lagi menghibur Kayla.
"Nggak lah ngapain emosi, ngapain marah?" timpal Kayla
"Yuk pulang yuk, panas banget nih!" ajak Kayla kepada Santy
"Okeee siap."
Kayla dan Santy keluar dari kampus kebanggaan mereka. Santy mengantar Kayla sampai depan Kosnya.
"Besok kita jadi nih naruh surat lamaran ke Bank Utama?" tanya Santy sebelum berpamitan pulang.
"Jemput aku jam 08.00 ya!" jawab Kayla.
Setelah Santy pulang, Kayla bergegas masuk kamar. Kayla mandi sholat dan bersantai di kasur kamar kosnya.
Kayla memeriksa kembali ponselnya.
"Tak ada chat maupun telepon dari Indra." Kayla bergumam sendiri.
Kayla betul-betul kelabakan dengan situasi yang seperti ini. Mau menuntut atau minta penjelasan statusnya belum jelas. Mau diam aja situasinya tidak nyaman bagi Kayla.
__ADS_1
Kayla mendengus kesal. Ia benar-benar ingin tahu kabar Indra.
Kini keduanya sama-sama saling menunggu ada yang menghubungi.