
Sore itu Abdi tidak sedang bertugas. Ia sengaja pergi ke salah satu mall sendiri karena harus membeli sesuatu untuk acara dengan Keluarga Kayla minggu depan.
Mama Kayla sengaja menelepon Abdi memberitahu bahwa minggu depan Kayla ulang tahun dan mereka akan mengadakan acara kecil-kecilan di rumah.
Abdi pun berinisiatif membelikan kado untuk Kayla.
Abdi segera menuju ke toko jam tangan di salah satu mall itu. Ya, Abdi akan memberikan hadiah jam tangan untuk Kayla.
Sepintas Abdi melihat Kayla sedang bersama Beny di Mall itu. Abdi berhati-hati agar keberadaannya tidak diketahui oleh Kayla.
"Huftt... ternyata segitu cintanya dia sama laki-laki itu." Abdi menunjukkan raut kekecewaan di wajahnya. Namun ia tetap masuk dan memilih-milih jam tangan yang nantinya pasti akan disukai Kayla.
Abdi memilih jam tangan sambil sesekali mencuri pandang melihat Kayla dan Beny berpegangan tangan di salah satu cafe di dalam mall yang letaknya beraebrangan dengan outlet jam tangan tempat Abdi berada saat ini.
Abdi terus memperhatikan Kayla tertawa dengan Beny. Dan Beny begitu serius memandangi wajah cantik Kayla.
Setelah jam tangan yang diminta Abdi selesai dibungkus, Abdi membayarnya di kasir dan ke kuar dari outlet jam tangan itu. Dilihatnya kembali tangan Kayla digandeng oleh Beny menuju loby mall dan Kayla masuk ke taxi online yang dipesan Beny.
Abdi terus mengawasi mereka. Saat mau membuntuti Kayla Abdi dikejutkan dengan kedatangan cewek yang menjadi pasangan Beny saat acara wisuda Kayla tempo hari. Kali ini pasangan itu kebih mesra dari pada dengan Kayla tadi. Beny menyambut pelakukan Sita sambil mereka berciuman.
"Terus Kayla tadi dianggap apa sama Cowok brengsek itu!" tangan Abdi mengepal melihat adegan di depannya.
__ADS_1
Abdi sengaja membuntuti mereka. Ternyata mereka masuk ke salah satu restaurant di dalam mall itu dan memesan makanan. Karena juga lapar, Abdi masuk ke restaurant yang sama duduk dekat dengan meja Beny dan Sita.
"Hon, kamu pesan apa?" tanya Beny dengan tersenyum kepada Sita..
"Aku sih terserah kamu Beib" jawab Sita manja
"Emank kamu mau makan apa sih?" imbuh Sita
"Hmmm aku sih pinginnya makan kamu."jawab Beny sambil mencubit pipi Sita.
"Ih... Beibih genit ih. Kan semalem udah." manjah Sita sambil menoleh ke segala arah khawatir ada yang mendengar obrolan mesumnya.
"Tapi kan aku maunya lagi Ya.. ya .. ya Hon ya. Kita chevk in ya habis ini...?" Beny merajuk minta jatah.
"Yang bikin aku mesum itu ya kamu!" tukas Beny
"Yakin? Emank sama Kayla sialan utunkamu nggak pernah?" Sita cemburu.
"Hhmmm boro-boro, pegang tangan aja dianya ogah-ogahan. apalagi cium bahkan gituan." cerocos Beny yang tengah didengarkan Abdi
Abdi sedikit lega. berarti Kayla masih bisa menjaga harga dirinya dengan baik meskipun punya pacar brandalan model Beny.
__ADS_1
"Honey,, aku serius nihhh. . habis ini kita check in ya? Plisssss!" rayu Beny
"Hmmm okee. apa sih yang nggak buat kamu. Tapi kamu harus beli pengaman dulu." sahut Sita
"Beib aku ke toilet dulu ya!" Sita berniat ke toilet karena merasa perutnya sakit.
"Oke jangan lama ya!"
Saat akan mencuci tangan ke wastafel Beny tidak sengaja menabrak Abdi.
" Hmm maaf maaf bang, sy nggak sengaja!" Beny meminta maaf kepada Abdi.
Abdi hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.
Setelah selesai makan Sita dan Beny segera ke luar dari mall itu menuju parkiran. beruntungnya Abdi karena kebetulan mobilnya terparkir tidak jauh dari mobil Beny.
Abdi berniat mengikuti Beny dan kekasihnya itu. Ia semata-mata ingin melindungi gadisnya dari PK sialan itu.
untuk memata-matai orang bukan hal yang sulit bagi Abdi.
Benar saja Beny dan Sita menuju ke sebuah hotel.
__ADS_1
"Sialan tuh si PK segitunya sampai rela bayar sewa hotel. Napa g dikawinin aja tuh si cewek genit daripada dibawa check in melulu!" gerutu Abdi sambil menyaksikan pemandangan mesum di depannya.
Jelas saja mesum saat ini Sita terus bergelayutan di leher Beny sabik mencium Beny seraya Beny mengunci pintu mobilnya.