
Kayla dan Nina telah sampai rumah. Kayla masuk ke dalam rumah dengan wajah yang tidak sesemangat saat berangkat tadi.
Mama melihat anak gadisnya pulang dengan muka murung bertanya-tanya dalam hati.
"Ma, Kayla ke kamar dulu, ya, Kayla mau mandi." pamit Kayla kepada mama yang sedang duduk dengan Mbak Novi di ruang keluarga.
"Nin,,,,!" panggil mama kepada Nina yang menuju dapur belakang. .
"Iya Bu, .." sahut Nina sambil mendekati Bu Surya, Mama Nina.
"Kayla kenapa sih. Kok pulang dengan wajah murung gitu. Barangkali Nina tahu?" tanya Mama Nina penuh selidik.
"Hmmm anu Bu.. " Nina bingung menjawab pertanyaan majikannya.
"Tenang aja saya nggak akan negur atau bertanya kepada Kayla kok. Tolong ceritakan ke saya, kalian habis dari mana? Saya hanya nggak ingin hari ulang tahunnya dia sedih " Bu Surya menjelaskan kepada Nina.
"hmmm maaf Bu, tapi saya mohon jangan tanyai Non Kayla ya bu." Nina mengajukan syarat kepada majikannya dengan sopan.
"Ya udah kamu tenang aja! Ayo cepet ceritain!" perintah Bu Surya.
"Tadi kami dari Perumahan Asri. Katanya dulu keluarga Ibu tinggal di sana. Non Kayla ingin ketemu dengan teman masa kecilnya. Namanya Mas Indra. Sepertinya Non Kayla suka sama Mas Indra Bu. Tapi..." jelas Nina yang dipotong oleh Mama Kayla
"Tapi apa, Nin? Mereka bertemu?" tanya Bu Surya
"Tidak, Bu. Kami hanya bertemu dengan wanita yang sedang menggendong bayi. Wanita itu kira-kira seumuran dengan Non Kayla. Jadi Non Kayla berpikir mungkin itu istrinya Mas Indra Bu." tukas Nina menjelaskan apa yang terjadi tadi.
Bu Surya hanya tersenyum. Ia merasa sudah cukup menginterogasi Nina dan meminta Nina kembali ke belakang.
"Kayla,, Kayla..." gumam Bu Surya.
Mbak Novi yang sudah mengetahui hal itu hanya ikut tersenyum dan melanjutkan nonton Film kesukaannya.
Di dalam kamar mandi Kayla berendam. Ia mengguyur seluruh tubuhnya untuk menghilangkan semua kekecewaannya.
Setelah mandi dan sholat Maghrib, Kayla merebahkan tubuhnya di atas kasur. Kayla hanya memandang kosong langit-langit kamarnya dan tiba-tiba tertidur dengan pulas.
Sementara di ruang keluarga, mama dan Mbak Novi sudah menyiapkan beberapa kue dan makanan kecil di meja.
Tak lupa mama mengecek taman belakang yang kini disulap menjadi tempat baberqu-an.
Mereka sibuk menyiapkan acara kecil-kecilan untuk ulang tahun Kayla.
Pak Surya, Papa Kayla sedang melihat-lihat ponselnya di taman belakang sambil minum kopi bersama Kak Ryan.
Persiapan pun sudah selesai.
"Kayla... Kayla sayang!!!" seru Mama yang tidak juga mendapat sahutan dari Kayla karena pemilik nama itu masih tertidur dengan sangat pulas selain karena hatinya sedang bergejolak mungkin Kayla juga letih karena seharian menyetir.
"Tidur kali, Ma. Coba aku cek ya, Ma!" tawar Ryan kepada Mama.
"Eit, Ryan ingat hanya cek aja. Kalau adikmu sedang tidur jangan dibangunin. Nanti nunggu ada Abdi datang aja kita bangunin bareng-bareng sambil ngasih kejutan buat dia." pinta mama.
" Siap Bos!" sahut Ryan sambil memberi tanda hormat kepada mamanya. Mbak Novi hanya tertawa kecil melihat suaminya itu.
Ryan membuka pintu kamar adiknya pelan-pelan.
"Kay,, Kekey!" panggil Ryan pelan.
Benar saja Kayla sedang tidur dengan pulas. Wajahnya yang imut saat tidur membuat Ryan taktahan untuk menggoda adik semata wayangnya. Tapi niatnya diurungkan. Karena malam minggu ini akan menjadi malam minggu bahagianya kalau tahu Abdi adalah Indra.
Ryan hanya tersenyum melihat adiknya yang sudah terbawa mimpi. Ryan memang sangat menyayangi adik satu-satunya itu. Meskipun sering jahil kepada adiknya, rasa sayang Ryan sangatlah besar kepada Kayla.
"Key lagi tidur ma. Biarin aja deh. Nanti aja kita beri kejutan kalau Indra sudah datang." tukas Ryan
"Abdi, Ryan. Kamu jangan sampai salah sebut dulu. Biar rencana kita berhasil, oke!" jawab Mama.
__ADS_1
"Hmmm iya deh iya.. maaf Ryan lupa." Ryan sambil menggaruk-garuk puncak kepalanya dan duduk bersandar di bahu istrinya.
ting tung suara bel rumah berbunyi.
Mama dengan segera membukakan pintu karena mama yakin yang datang adalah Abdi, ya, Indra Abdi Pramana.
"Assalamualaikum Tante.." sapa Abdi
"Waalaikumsalam, yuk mari masuk. Tuh yang lain sudah pada di belakang " jawab mama dan mengajak calon menantunya itu masuk menuju taman belakang.
"Hmm Mas Abdi sudah datang. Berangkat jam berapa dari Malang tadi?" tanya Pak Surya
"Jam 10 tadi, Om." jawab Abdi
"Ayo, Abdi diminum kopinya. Ni dimakan juga camilannya." mama mempersilahkan Abdi menikmati hidangan ya g sudah ia siapkan dari tadi.
Abdi celingukan mencari Kayla. Hal itu diketahui Ryan.
"Orangnya lagi tidur di kamar tuh mau bangunin?" Ryan menggoda Abdi.
"Hmmm Mas Ryan ini." Abdi salah tingkah.
"Mumpung Kayla belum bangun ayo kita bangunin bareng-bareng! Kebetulan aku udah siapin kue ulang tahun istimewa untuk Kayla." ide Mbak Novi yang segera disetujui oleh semuanya.
Mama, Papa, Kak Ryan, Mbak Novi, dan Abdi sudah siap menuju ke kamar Kayla. Setelah pintu kamar dibuka, Kayla masih meringkuk dalam selimutnya.
"Selamat ulang tahun, happy birthday.......".
terdengar suara berisik di kamar itu saling sahut-sahutan yang membuat Kayla kaget dan terbangun.
Setelah mengerjap-ngerjapkan matanya Kayla tersenyum ternyata Keluarganya begitu menyayangi Kayla.
Mbak Novi menyodorkan kue ulang tahun untuk Kayla tiup lilinnya. Mama dan Papa mendekati Kayla seraya meminta Kayla berdoa.
"Cinta masa kecil? Indra siapa Ryan?" Papa ikutan menggoda.
"Ih masak papa nggak tahu sih. Itu tuh yang tetangga kita duku di Perumahan Asri." ledekan papa dan Kaka Ryan sontak membuat Kayla merengek.
"Ih papa sama Kak Ryan ini apaan sih!" Kayla sambil melotot ke arah Kakaknya.
"Udah deh nggak usah ingat-ingat masa kecil. Yang masa depan aja lah yang dipikirkan! Tuh orangnya ada di sini." lanjut Ryan terus menggoda adiknya.
Kayla memandang sekilas Abdi. Hal itu membuat Kayla bimbang. Mau tidak mau ia harus menerima kenyataan untuk melupakan semua dan belajar mencintai pria yang ada di hadapannya kini.
"Hai, Kayla selamat ulang tahun, ya!" tukas Abdi
"Hmm Iya mas terima kasih. Kamu datang juga." jawab Kayla basa-basi.
"Yuk, ah kita lanjut di taman belakang aja ngobrolnya. Kalian pasti sudah lapar kan. Kayla ganti baju dan cuci muka. Kami tunggu di belakang ya!" ajak Mama Kayla.
Mereka kini telah berada di taman belakang. Kayla segera beranjak dari tempat tidurnya. Mencuci muka dan berganti baju serta memoleskan cream ke wajahnya supaya terlihat lebih cantik.
Kayla memakai dress santai berwana hijau tua selutut. Membuat kulit putih gadis itu semakin bersinar. Ia memakai bando dan membiarkan rambutnya tergerai.
Kayka tampak sangat cantik meskipun tidak berdandan ala-ala princess yang sedang ulang tahun.
"Hmm seru amat!" sapa Kayla kepada para oenghuni taman belakang yang tak lain adalah mama, papa, kak ryan, mbak novi dan Abdi calon suaminya.
Kayla menerima kado dari mereka.
Papa dan mama membelikannya sebuah handphone karena memang Kayla sejak lama ingin ganti handphone.
Mas Ryan dan Mbak Novi memberinya tas dan sepatu kesukaan Kayla.
Indra menyerahkan kotak yang terbungkus kertas kado berwarna merah marun yang cantik.
__ADS_1
"Buka donk Key! Siapa tahu kadonya kucing kecil." Ryan menggoda adiknya sambil tertawa geli.
Mendengar ucapan Kakaknya membuat Kayla hampir melempar bungkusan kado itu karena ia takut sama kucing.
"Ryan, udahan donk godain adikmu!" mama menasihati Kak Ryan.
"Tau nih Kak Ryan!" Kayla mendengus kesal.
"Makasih ya Mas Abdi, ngomong-ngomong isinya apa sih?" tanya Kayla penasaran untuk menutupi salah tingkahnya.
"Buka aja!" jawab Abdi
Dibukanya kotak cantik itu dengan hati-hati. Kayla takjub melihat sebuah kotak jam tangan di dalamnya. Jam tangan yang bagus . Namun Kayla masih penasaran dengan bungkusan kertas di bawah kotak jam tangan itu. dibukanya bungkusan kertas itu dengan penuh hati-hati.
Lembar pertama foto bayi laki-laki,
lembar kedua foto balita laki-laki,
lembar ketiga foto abak laki-laki yang pakai seragam TK,
lembar keempat foto Mas Abdi yang mengikuti pendidikan polisi
Lembar kelima foto Mas Abdi saat ini.
"Lebay banget sih pakai kepedean ngasih foto mulai masa kecil segala " batin Kayla
Pada lembar terakhir ternyata foto anak SD, ya benar, Kayla mengenali foto itu.
Itu fotonya Indra cinta masa kecilnya.
Sempat ia memperhatikan foto itu dan sesekali memandangi Abdi yang berada di depannya. Mirip sekali. Selama ini Kayla tidak menyadari.
Kayla heran dan terus mengernyitkan dahi tanda berfikir.
"Halo Kayla Aisyah, kenalin aku Indra Abdi Pramana" Abdi melempar senyum sambil mengulurkan tangannya kepada Kayla.
Kayla kaget setengah mati seakan tak percaya. Ia sempat menoleh ke arah mama, papa, kak Ryan dan Mbak Novi yang sejak tadi memperhatikan mereka.
Mereka pun tersenyum.
"Indra Abdi Pramana calon suamimu, Nak!" papa memperjelas lagi agar Kayla yakin bahwa calon suaminya itu
Kayla menganga tidak percaya sambil menitikkan air mata.
"Cie yang doanya tadi terkabul!" ledek Kak Ryan yang membuat Kayla kembali malu.
Indra hanya tersenyum melihat tingkah gadisnya itu karena salah tingkah.
Ingin sebenarnya Kayla memeluk Indra karena ia akhirnya menemukan pujaan hatinya yang selama ini terus ada di pikirannya.
"Eh, tapi tunggu dulu bukannya kamu udah menikah ya Mas?" tanya Kayla
"Menikah?" Indra balik bertanya.
"Iya tadi di rumahmu ada cewek seumuran aku menggendong bayi Mas. Kata ibu-ibu yang lewat itu istrimu." Kayla nyerocos
"Hah rumah? Kamu ke rumahku?" pertanyaan Indra membuat Kayla tersipu malu. wajahnya merah saat ini.
"Cie sampai segitunya ingin cari kekasih masa kecil!" ledek Ryan lagi.
"Oh itu istrinya adikku namanya Andri. kamu lupa mungkin sama Andri. Dia udah nikah sekarang." jas Indra yang diikuti senyum mama.
"Iya Key, tadi mama sempet tanya Nina. Katanya kamu ke Perumahan Asri ingin cari tahu Indra. terus kamu kecewa karena mengira Indramu udah menikah. Mama sih diam aja ya karena kan kamu nggak pernah cerita sama mama kalau punya pujaan hati. Mama tau yang udah nikah itu adiknya Mas Indramu ini." Mama ikutan meledek Kayla.
Acara malam itu semakin seru. Mereka menikmati makan malam bersama di taman belakang. Kayla tampak sangat bahagia malam itu. Ia berharap malam ini bukan mimpi baginya.
__ADS_1