Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Rencana Selanjutnya 1


__ADS_3

Lusa Pak Arif dan Bu Arif akan pulang ke tanah air setelah ibdah umrohnya. Keadaan Indra sudah jauh lebih baik. Indra sudah bisa jalan tanpa alat bantu. Rencananya ia akan masuk kerja 3 hari lagi. Ya Indra akan pulang ke Surabaya dulu untuk menyambut mama papanya pulang dari Umroh.


"Bi Yati, perjanjian kita kan kemarin sampai aku sembuh dan Kayla balik ke Surabaya lagi. Kan nggak mungkin toh Kayla terus di sini. Baru kalau udah sah si Bi hehehehe. Tapi karena aq cocok dengan kerjaan bibi, kalau bibi bisa dan bersedia bibi masih bisa lanjut kerja di sini. Bantuin beresin rumah, cuci sama masak buat aku." jelas Indra saat duduk santai di ruang TV. Sementara Kayla sibuk mengemasi barang yang akan dibawa pulang ke Surabaya nanti sore.


"Iya Mas Indra, Saya bersyukur banget bisa ada kesempatan kerja di sini. Mas Indra sama Mbak Kayla orang baik. Kalau mas Indra masih membutuhkan saya, saya siap kok mas. dengan senang hati." jawab Bi Yati senang


"Sip Bi, berarti aku nggak kepikiran lagi sama dia. Kalau mau makan biar nggak keluar dulu cari makanan di warung. Kalau ada bibi kan higenis makanannya sehat, baju-baju juga ada yang nyuci nggak malah dibawa pulang." sindir Kayla


"Ih kadamg aku juga nyuci sendiri lho." Indra membela diri.


Siang itu mereka asyik mengobrol . Meskipun Bi Yati hanyalah asisten rumah tangga, namun Kayla dan Indra menganggapnya seperti saudara. Hal itu membuat Bi Yati senang dan merasa dihargai. Mulai lusa dan seterusnya ia akan kerja di rumah Indra namun akan pulang pada sore harinya. Kalau kemarin-kemarin harus standby karena ada Kayla yang harus tinggal dan merawat Indra di rumahnya. Hal itu dilakukan agar tidak ada fitnah atau pandangan buruk dari tetangga.


Jam 3 sore Kayla berpamitan kepada Bi Yati. Mereka akan pulang ke Surabaya karena besok Mama dan Papa Indra pulang dari Umroh. Namun rencana hari ini Kayla akan mengajak Indra pulang ke rumahnya dulu baru besoknya pulang ke rumah Indra. Kayla sudah kangen sekali sama mama dan papanya karena hampir 2 minggu ia berada di Malang.


Kayla menekuni perjalanan sambil memegang kemudinya dengan sangat konsentrasi. Indra yang berada di sampingnya sesekali menawarkan berhenti khawatir calon istrinya lelah.


"Berhenti dulu Key kalau capek." ajak Indra sambil merasa iba dengan Kayla yang harus siaga membantunya karena masih belum pulih benar.


"Tanggung Mas dikit lagi sampai. Nanti sampai rumah aja ya istirahatnya. Kita jadi ke rumahku dulu kan mas?" tanya Kayla memastikan


"Iya sayang. Kasihan kamu kalau harus nganter aku dulu." jawab Indra


Tak terasa perjalanan mereka lancar tidak sampai 2 jam mereka sudah sampai di rumah Kayla yang cukup besar dan asri itu. Mama yang kebetulan lagi di depan rumah membeli jajan pasar di ibu penjual keliling gembira menyambut mereka.


"Akhirnya anak mama pulang!" sorak mama

__ADS_1


"Assalamualaikum Tante." sapa Indra ramah


"Indra, maaf ya Tante nggak sempat njengukin kamu! Om lagi sibuk banget." Bu Surya, mama Kayla menyambut Indra dengan khawatir.


"Sekarang gimana kondisinya?" imbuh mama


"Sudah tante Alhamdulillah berkat Kayla dan Bi Yati orang suruhan om yang telaten merawat saya. Maaf ya tante jadi ngrepotin." jawab Indra sambil berjalan masuk rumah Kayla


"Iya nggak apa-apa yuk duduk dulu istirahat dulu. Hati-hati Mas, pelan-pelan." ajak mama


Indra sudah bisa berjalan tanpa bantuan namun masih sedikit pincang karena lukanya masih belum betul-betul sembuh.


"Mau istirahat di kamar aja Key masmu?" tanya Mama


"Mas, tiduran di kamar atau giman?" tanya Kayla


"Ya udah aku ke kamar dulu ya mas mau bersih-bersih dulu mandi ganti baju." pamit Kayla


"Iya sayang, oke." Indra menyunggingkan senyum kepada gadis yang sangat dicintainya itu.


"Ini mas Indra diminum dulu." Bi Surti menyuguhkan minuman


"Bi itu tadi kuenya suguhin ke Mas Indra juga!" titah mama kepada Bi Surti


"Mas Indra, lebih baik bermalam di sini dulu aja gimana malam ini. Besok kan mamanya pulang jam 10.00 an ya katanya. Besok pagi-pagi Mas Indra sama Kayla biar ke sana." tawar Mama

__ADS_1


"hmmmm nggak enak nanti Tante." jawab Indra ragu-ragu


"Om sih tadi pagi pesen gitu.Daripada di rumah sendiri kan lebih baik di sini. Lagian Mas Indra baru pulih." tawar mama kembali


"Tuh nurut sama orang tua!" ledek Kayla yang tampak seger dan cantik karena habis mandi.


"Iya iya bawel." ledek Indra.


"Ya udah ajak mas mu istirahat. Anterin ke kamar tamu aja Key biar nggak naik!" perintah mama


"Iya nggak apa-apa tante nanti aja." jawab Indra sopan


"Kamu Nggak usah sungkan Mas, anggap di sini juga keluarga." ucap Mama


"Eh tapi nggak tau juga sih, kalian ini jadi mau dijodohin apa nggak?" sindir mama sambil melirik Kayla


"Ih apaan sih ma!" Kayla manyun


"Kemarin ada anak yang semingguan lebih bete, terus bingung harus ngapain terus butuh kejelasan hubungan" mama meledek lagi. Ya, mama Kayla adalah orang yang santai menghadapi anaknya. Mama bisa bertindak sebagai orang tua yang bijaksana, bisa juga jadi sahabat agar bisa mendengar keluh kesah anak-anaknya.


"Mama!!!!" Kayla setengah berteriak malu


"La kenapa kamu tersindir?" ejek mama


"Apaan sih mama ini. Males deh!" Kayla menggerutu lagi.

__ADS_1


"Ya udah kalian lanjutkan ya. Mama mau istirahat dulu. Nanti sore mama ada acara di kantornya papa. Jadi sekarang mama mau bobok siang dulu." mama berpamitan masuk ke kamarnya.


Sementara Indra dan Kayla sibuk ngobrol dan bercanda. Kayla semakin yakin, laki-laki di sebelahnya adalah prang yang benar-benar ia sayangi


__ADS_2