Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Honey Moon


__ADS_3

Kayla dan Indra telah sampai di bandara. Kali ini diantar oleh Pak Toyib.


Pesawat yang akan ditumpanginya ke Pulau Dewata tidak lama lagi akan berangkat. Kayla dan Indra sudah duduk di dalam pesawat dan menunggu keberangkatannya.


....


Bali we are coming!!!!!!


Kalau disuruh memilih Kayla nggak pingin buru-buru melakukan "honey moon" seperti yang dilakukan oleh suami istri yang baru menikah. Terus terang Kayla gugup, kikuk, dan takut hal ini terjadi. Ia nggak bisa bayangkan harus berduaan dengan Indra dengan suasana sebagai suami istri.


Kayla bergidik membayangkan apa yang akan terjadi.


"Kenapa sayang?" Tanya Indra yang mengajak Kayla segera turun dari mobil yang menumpanginya menuju ke hotel.


"Nggak apa-apa Mas." jawab Kayla gugup


"Tenang nggak usah takut hotelnya bagus kok. Spesial banget ya kita mama sama papa menghadiahi kita menginap di hotel yang romantis seperti ini." goda Indra


"Ya Allah plis tolong datangkan sekarang ya Allah!" Kayla berdoa dalam hati


Kayla benar-benar gugup dan takut untuk berduaan dengan Indra apalagi sudah pasti Indra akan meminta haknya sebagai suami. Kayla berdoa agar hari itu bisa datang bulan. Sehingga ia masih bisa menunda "kegiatan suami istrinya" bersama Indra. Ya.. setidaknya ia masih ada waktu untuk menyiapkan mental dan fisiknya untuk melakukan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Kamarnya bagus ya sayang." ucap Indra santai

__ADS_1


"hmm..e... iya .iya bagus." jawab Kayla gugup


"Hey kamu nggak enak badan?" tanya Indra cemas melihat wajah istrinya pucat.


"Ide bagus nih" batin Kayla


"Iya nih Mas kayaknya aku nggak enak badan nih." ucap Kayla sambil mengelap dahinya yang sebetulnya tidak berkeringat.


"Ya udah kita masuk ya, kamu istirahat aja dulu. Sebentar akan aku ambilkan kamu minuman hangat." Indra khawatir istrinya kenapa-kenapa


"yessss!!!"ucap Kayla dalam hati kegirangan sambil berbaring di kasur empuk itu.


Hotel ini hampir mirip seperti apartemen. Fasilitasnya lengkap. Ada kolam renang pribadi, kamar mandi suasana alam, sofa untuk bersantai. Mama sangat pintar memilih hotel untuk bulan madu.


"Kay, ini diminum dulu. Kamu kecapekan ya sayang." ucap Indra sambil menyodorkan minuman teh hangat untuk Kayla.


"Mungkin Mas." jawab Kayla singkat


"Ya udah hari ini kita nggak usah jalan-jalan ya kita istirahat dulu aja!" ajak Indra.


Indra segera memesan makanan kepada pihak hotel. Saat itu Indra betul-betul ingin istrinya istirahat.


Sesuai rencana malam itu Kayla tidur lebih awal. Indra nampak gabut. Tapi Indra adalah laki-laki yang berpikiran dewasa. Ia santai dan memaklumi kondisi Kayla.

__ADS_1


Dilihatnya wanita cantik di sampingnya yang sedang tertidur dengan pulasnya. Indra sangat mencintai Kayla. Kayla tidak hanya cantik, ia memiliki daya tarik tersendiri yang sudah pasti cowok di luar sana akan mengantri mendapatkan cinta Kayla. Namun meskipun memiliki kelebihan itu, tak lantas membuat Kayla sombong atau mempergunakan kecantikannya untuk menggaet para lelaki. Kayla ada gadis yang tidak mudah jatuh cinta.


Di tengah lamunannya tentang Kayla tiba-tiba hp Kayla berbunyi. Indra segera meraih ponsel istrinya tersebut karena khawatir mengganggu tidur nyenyak Kayla. Dilihatnya tulisan Mamaku Sayang pada layar posen itu sedang menelepon. Agar mama tidak kepikiran.


Indra :


"Hallo Assalamualaikum Ma."


Mama :


waalaikumsalam, eh mas Indra. Maaf ni mama ganggu. Kaylanya mana Nak?


Indra :


Kayla sudah tidur Ma. Tadi bilangnya nggak enak badan. Saat kami tiba di hotel Kayla tiba-tiba pusing kayaknya sih kecapekan ma.


Mama :


Oh ya sudah Mas, kasih obat yang ada di tas Kayla. Dijamin langsung sembuh. Biasanya kalau Kayla pusing cocok minum obat itu Mas. Mangkanya mama nyiapin di tasnya Kayla. Terus kalau pusing biasanya minum air jahe hangat dia ma. Dicoba ya. Kabari mama kalau ada apa-apa.


Indra :


Baik Ma . Makasih

__ADS_1


Di seberang sana tampak mama menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tahu betul bagaimana Kayla. Kalau sakit sedikit ia sudah pasti laporan sama mamanya. Ini nggak ngabari sakit udah bilang sakit aja. Mama senyum-senyum sendiri membayangkan ulah nakal anaknya.


__ADS_2