
\=\=\=Sabtu siang di Surabaya\=\=\=
"Kayla sayang, mama mau ke supermarket dulu kamu ikut nggak?" tanya mama
" Nggah ah, Ma! Kayla capek. Kayka pingin rebahan di kamar Kayla." timpal Kayla.
"Ya udah mama tinggal dulu, ya! Sebentar lagi Kak Ryan sama Mbak Novi datang. Kamu kalau ada perlu atau butuh apa-apa minta saja sama Bi Surti!" jelas Mama
" Siap ma!" jawab Kayla yang segera masuk ke kamarnya.
Kayla merebahkan tubuhnya ke kasur empuknya sambil memainkan ponselnya.
drrt drrt
Tampak chat yang dikira dari Beny, ternyata Mas Abdi yang ng chat.
Sudah nyampe belum Key? ( Abdi)
Sudah, Mas. Ni lagi istirahat. (Kayla)
Ya udah selamat beristirahat deh. (Abdi)
Kayla melototi akun ig milik Sita. Ya di storynya Sita meng upload foto dua tangan yang saling menggenggam.
"Shit!!!" umpat Kayla
Kejengkelasln Kayla dibuyarkan dengan kedatangan kakak semata wayangnya, Kak Ryan.
"Woy, anak gadis jam segini bengong!" goda Kak Ryan.
" Ih apaan sih! Sana ke luar Kak! Kayla pingin istirahat nih. Capek nyetir dari Malang ke Surabaya yang agak macet." ketus Kayla.
"Huuu segitunya. lagi kasmaran apa patah hati sih elo!" ledek Kak Ryan
"Udah ah ,sana!" Kayla mendorong kakaknya ke arah pintu kamar dan segera menutup kamarnya serta mengunci pintunya.
drrt drrt
ponsel Kayla berdering. ada Notif chat masuk dari Beny
***Beb maaf aku baru ngabarin. Kemarin hp aku low bat. sejak kemarin aku harus ikut Bokap ke luar kota untuk urusan bisnis. (Beny)
Oh nggak apa-apa kok! Aku udah di Surabaya (Kayla)
Oke sayang, nanti aku kabarin lagi ya. (Beny***)
Kayla sedikit kesal dengan sikap Beny. Tapi ia tidak begitu mempermasalahkan karena yang ada di pikirannya saat ini, ia ingin jalan-jalan dan mencari rumah tinggalnya dulu di Surabaya. Kayla ingin sekali tahu kabar dari Indra. Hanya memastikan saja bagaimana Indra yang sekarang. Setelah itu ia akan merelakan diri untuk dijodohkan dengan Abdi.
Sementara Beny dan Sita kini sudah berada di sebuah Villa dengan udara yang sejuk dan suasana Villa yang cocok digunakan pasangan suami istri yang sedang bulan madu. Mereka kini tengah berendam air hangat di kolam villanya.
__ADS_1
"Ma,, mama,,,aku mau keluar sebentar ya!" pamit Kayla kepada mama yang kini tengah sibuk beberes tanaman di taman belakang.
"Eh... mau ke mana sih Key. Baru aja pulang bukannya kangen-kangenan sama mama kok malah mau ke luar aja." tanya Mama
"Hanya sebentar aja kok ma. Kangen-kangenannya kan udah ma" tukas Kayla
"Kamu yakin mau ke luar? Nggak pingin bantuin mama sama Mbak Novi nih?" goda Mama
"Ih mama bentaran doank kok ma. Janji deh sebelum jam 5 sore Kayla sudah ada di rumah." bujuk Kayla
"Hmmmmm.. ya udah deh boleh. Tapi kamu ditemani Nina ya." mama memberi syarat agar Kayla tidak lupa waktu. Karena pukul 7 malam mereka kan kedatangan tamu spesial.
"......(berpikir) ya udah deh, Kayla perginya sama Mbak Nina." jawab Kayla
Nina adalah anaknya Bi Surti. usia Nina lebih tua 5 tahun dari Kayla. kadang Nina sering bantu-bantu Mama di rumah. Bi Surti sudah dianggap mama seperti saudara. Mama selalu baik dengan setiap asisten rumah tangganya.
"Nina, kamu temani Kayla jalan-jalan ya! Ingat sebelum jam 5 sore kalian udah harus pulang!" perintah mama kepada Nina yang sedang sibuk bantu mama merapikan tanaman di taman belakang itu.
"Yuk Mbak Nina ikut aku ya!" ajak Kayla ceria karena diijinkan pergi.
Di Mobil Kayla ----
"Mau ke mana Non Kayla?" tanya Nina basa-basi
"Ikut aja deh, aku kangen suasana Surabaya. dulu masa kecilku tinggal di kota ini lo mbak." jelas Kayla sambil fokus menyetir mobil kesayangannya
"Non Kayla hebat ya, cantik, sudah jadi Sarjana, bisa nyetir, mandiri....." puji Nina yang kagum terhadap Kayla. Namun pujiannya dipotong oleh Kayla
"Maaf, maaf, non, saya nggak bermaksud bikin Non Kayla sedih." Nina merasa bersalah.
"Santai aja lagi Mbak! Tau nggak sih Mbak kita mau ke mana?" Kayla memulai curhatannya tentang Cinta Masa kecilnya.
"Hmmm emank ke mana ya Non?" tanya Nina penasaran
"Aku ingin ngunjungi rumahku saat kecil dulu mbak. Tapi aku nggak tau jalannya. Ya semoga aja aplikasi maps ini benar." Kayla ketawa cekikian.
"Ohhhh... segitu kangenkah Non sama kota Surabaya?" tanya Nina
"Ya gitu deh. Sebelum aku menerima perjodohan Mbak. Barangkali aku masih bisa memperjuangkan cinta masa kecilku." Kayla terus menyusuri jalan sambil meneliti aplikasi Maps nya agar tidak salah jalan.
"Tau nggak sih mbak sejak kecil aku tuh sudah suka dengan tetangga sebelah. Namanya Indra. Aku sih nggak tau sekarang kabarnya bagaimana. Aku nggak bisa lupain dia mbak. Karena dulu kami selalu bersama. Tapi herannya kenapa anak usia Kelas 4 SD bisa jatuh cinta ya Mbak?" Kayla tertawa sendiri mengingat kekonyolannya.
"Ya namanya rasa suka rasa tertarik rasa sayang dan rasa cinta ndak bisa dipaksakan toh Mbak!" tukas Nina menghibur Kayla.
Kini Kayla sudah sampai di depan Perumahan Asri.
"Mbak ini perumahannya. Yessss!" seru Kayla
Nina ikut tertawa melihat majikannya merasa misinya hampir berhasil.
__ADS_1
Kayla menyusuri jalan perumahan itu. Banyak yang berubah. Tapi Kayla ingat betul arah rumahnya dulu. Dari gerbang utama perumahan belokan pertama belok ke kiri. Rumah Kayla ada di paling ujung bersebelahan dengan rumah Indra.
"Nahh itu Mbak rumahku dulu. Rumah masa kecilku." Kayla tersenyum menerawang sambil mengingat masa kecilnya.
"Rumahnya Mas Indra yang mana Non?" tanya Nina
"Itu Mbak yang pagar hitam!" Kayla menunjuk rumah sebelahnya.
"Mari kita turun Non!" ajak Nina
"Eits jangan! terus kalau kita turun terus mau apa coba? Iya kalau mereka mengenaliku? Kalau nggak?" Kayla masih berpikir.
" Ya ndak apa2 toh Non. Kan kita mau silaturahmi." ajak Nina
" Ide bagus!" Kayla menyetujui ide Nina sambil memetikkan jarinya.
"Eh Mbak tunggu-tunggu! Itu kok ada bayi yang digendong mamanya ya. Itu usia mamanya pasti seumuran denganku kan Mbak?" tanya Kayla
"Hmmm iya sepertinya sih begitu Non. Tapi nggak ada salahnya toh kita tanya." ajak Nina lagi.
"Ah nggak mau ah mbak. Aku nggak mau kecewa." raut Kayla berubah menjadi sedih.
Yang ada di pikirannya saat ini adalah Indra sudah menikah dan baru memiliki anak. Pasti mereka sekarang menjadi keluarga bahagia.
Jam menunjukkan pukul 4 sore. Nina sudah gelisah. Takut dimarahi Mama Kayla. Karena Majikannya itu tadi berpesan agar mereka pulang tidak lebih dari pukul 5 sore.
"Sudah sore nih Non. Non yakin nggak mau masuk ke rumah itu?" tanya Nina lagi.
"Nggak ah Mbak." Kayla masih tampak murung
"Hmm bagaimana kalau kita tanya satpam di ujung itu Mbak?" ide Nina
"Eh mbak tanya sama orang lewat itu aja mbak. Gih tanya gih! Apa rumah itu rumah keluarga Mas Indra, gitu coba Mbak tanyain!" perintah Kayla agar Nina mau bertanya kepada Ibu-Ibu yang sedang berjalan.
"Maaf Bu saya mau tanya, apa rumah itu(sambil menunjuk rumah yang jaraknya 500 meter dari mobil mereka berhenti karena takut dicurigai yang punya rumah)rumah keluarga Mas Indra ya?" tanya Nina dengan sopan.
"Eh iya mbak betul. Itu rumah Mas Indra Pramana." jawab Ibu itu sambil buru-buru karena anak yang digandengnya sedang merajuk.
Nina masuk mobil Kayla lagi.
"Non betul itu rumah Mas Indra." jelas Nina kepada Kayla
"Kita pulang aja Mbak Nina!" Kayla merasa kecewa karena cinta sejatinya kandas. Itu berarti dia harus menikah dengan Mas Abdi.
Kayla tidak tahu bahwa wanita yang sedang menggendong bayi itu adalah istri dari adik Indra. Kayla lupa kalau Indra punya adik laki-laki. Yang diketahui Kayla Indra hanya memiliki kakak perempuan.
Kayla melajukan mobilnya dengan penuh kekecewaan.
Angan-angannya untuk bisa mendapatkan cinta dari Indra mungkin tak bisa terwujud.
__ADS_1
Nina menatap Kayla dengan penuh iba. Ia berdoa agar majikannya yang baik itu mendapatkan jodoh yang terbaik.