
Sedikit menceritakan Beni. Beni dan Sita dalam puncak kebosanan hubungan mereka.
Sita sempat hamil dan Beni berusaha menggugurkannya. Hal itu membuat Sita ragu-ragu dengan Beni.
Sita semakin kebingungan. Beni sekarang jarang menemuinya. Padahal beberapa waktu yang lalu Beni berjanji akan menikahi Sita.
"Kamu dimana Sih Ben?" tanya Sita melalui telepon
"Aku ada urusan ke luar kota. Besok aku akan menemuimu." jawab Beni seraya menutup ponselnya.
Hari itu Beni pergi ke Surabaya bersama Ibunya. Beni berniat membuat Kayla percaya dan mau menerima lamarannya. Beni semakin tersiksa dengan hubungannya dengan Sita yang maniak dan yang ada dalam pikirannya hanya urusan ranjang. Beni semakin sadar bahwa hubungan itu bukan hanya sekedar untuk memuaskan nafsu. Lagi pula Beni masih penasaran dengan Kayla. Beni masih ingin mendapatkan tubuh Kayla atau minimal mendapatkan ciuman dari Kayla.
Ya, Beni adalah laki-laki busuk yang otaknya juga dipengaruhi hal-hal mesum.
"Ya setidaknya Kayla percaya dulu sama aku. Nanti ku buat nyaman dulu sampai ia benar-benar cinta sama aku. Nanti perkara lebih enak yang mana akan ku pilih salah satu , Sita atau Kayla.. Ya tergantung servicenya lah" senyum licik Beni menyeringai di bibirnya.
Tidak sulit mencari rumah Kayla. Rumah Kayla juga termasuk salah satu perumahan elit di Surabaya. Penataan blok rumah sangat mudah untuk dicari alamatnya.
Beni memarkirkan mobilnya. Ibunya pun turun.
"Orang kaya ya Ben? Kamu yakin mau melamarnya?" tanya Ibu Beni sedikit ragu
Beni adalah anak yang keras kepala. Ibunya pun tidak bisa mengelak permintaan anaknya itu. Padahal si Ibu tahu Kalau Beni memiliki hubungan dengan Sita. Namun karena Beni adalah anak yang keras, Ibunya memilih menurutinya.
"Ayo Bu Masuk aja. Nurut aja sama aku!" ajak Beni sedikit tidak sopan kepada Ibunya
Pak Toyib membukakan pagar rumah Pak Surya.
"Ya mas ada yang bisa dibantu?" tanya Pak Toyib ramah.
"Saya Beni pacaranya Kayla. Kaylanya ada?" tanya Beni sambil nyelonong masuk
"Nggak sopan banget sih" batin Pak Toyib
"Iya Mas, Bu ada yang bisa saya bantu?" tanya Bi Surti saat menyapu halaman rumah Kayla.
"Mas ini saya belum selesai bicara kok nyelonong saja ya!" kata Pak Toyib heran
"Saya ini teman dekat Kayla. Mana Kayla?" tanya Beni kurang sopan lagi.
"Ben, mbok ngomong yang sopan kenapa sih!" Ibu Beni malu dengan sikap yang seperti itu Beni di rumah orang.
"Ada apa sih ribut-ribut?" Kayla langsung shock melihat Beni datang bersama orang yang Kayla pikir itu adalah Ibunya
__ADS_1
"Haloo sayang kangen banget hampir sebulan lo kota nggak ketemu?" Beni sok manis terhadap Kayla sambil meraih tangan Kayla.
Kayla spontan menarik tangannya. Ingin rasanya Kayla mengusir laki-laki bajingan itu. Namun ia tetap menghormati ada orangtua di samping Beni.
"Hmm Silahkan masuk dulu!" ajak Kayla.
"sial banget sih !!!" gerutu Kayla
Setelah mempersilahkan tamunya duduk, Kayla berhambur ke dalam. Ia segera mengeluarkan ponsel dari sakunya.
Kayla : Mas.. gawat mas gawat...!!!!
Indra : (Kaget) ada apa sayang kamu kenapa?
Kayla : Beni kesini ya ampunnn gimana donk. mana pakai bawa emaknya lagi! Tapi olis kamu jamgan cemburu atau punya pikiran macam-macam ya mas. Aku ngasih tahu kamu supaya kamu nggak salah paham.
Indra : Ya udah hadapin aja aku yakin kamu bisa menghadapinya. Jangan Lupa ajak mama supaya bisa jelaskan.
Kayla : siap sayang ya udah aku temui dulu ya. Ijin ya bos. (Kayla berusaha supaya Indra tidak marah).
Kayla kembali menemui tamu itu.
"Kamu apa kabar sayang?" tanya Beni
"Kenalin ini ibuku. Bu, ini Kayla cewek yang sering aku ceritain. Kita udah pacaran 4 tahun." jelas Beni kepada ibunya. .
Kayla tersenyum ramah kepada ibu itu. Kayla tetaplah anal baik. Yang ada dalam pikiran Kayla, ibu itu tidak tahu apa-apa tentang tingkah laku anaknya.
"sayang, kedatanganku kesini mau melamar kamu sesuai janjiku. ngomong-ngomong mana mama atau papamu?" tanya Beni
"Hmm maaf ya kak, setelah kejadian saat wisuda beberapa bulan yang lalu aku udah buang jauh tentang kamu. Lagian aku sudah tau semua tentang hubunganmu dengan Sita." Kayla sedkit emosi
"Kamu nggak bisa gitu sayang, kamu yang merengek minta dilamar saat sudah lulus. Ini aku udah kesini sama ibuku key!" Beni mulai emosi
mama mendengar keributan di luar akhirnya ikut menemui tamu tak diundang itu.
"eh tante halo tante apa kabar? ini ibuku tan. " Beni sok akrab
Mama hanya tersenyum. Untungnya tadi Kayla sudah sempat menjelaskan kepada mamanya.
"Bu cepetan ngomong!" perintah Beni kepada ibunya
"Begini Bu, kedatangan kami kemari mau melamar Kayla. Kayla dan Beni sidah pacaran 4 tahun. Hubungan mereka sudah jauh bu kata anak saya." Ibu menuruti Beni.
__ADS_1
"Sebentar-sebentar jauh yang model gimana nih bu?" tanya Kayla terpancing lagi emosinya.
"Sayang jangan menutupi. Kita sudah mau menikah!" kata Beni.
"Eh jangan fitnah lo! Pegangan tangan aja nggak! Ma jangan percaya ma. Dia hanya pacar formalitas selama di kampus. Mama tahu sendiri kan Kayla tiap Jumat sampai Senin selalu pulang. Jangan ngadi-ngadi lu! sana deh pulang aja!" Kayla marah-marah
"Kamu cemburu aja sayang mangkanya kamu bilang seperti itu. " Beni membual kembali
"Eh kamu ngapain juga aku cemburu sama kamu! merendahkan aku bisa ku tuntut nanti kamu!!! mana buktinya?" tanya Kayla dengan membentak Beni
"Kamu nggak ingat kebersamaan kita hampir setiap malam mita habiskan untuk bersenang-senang" lagi lagi berbohong
"Bu mohon maaf ya kalau kehadiran kalian kesini hanya mau ngomong yang tidak penting maafkan kami tidak bisa menerima kalian di sini. Dan perlu Ibu dan kamu ketahui Kayla sudah akan menikah." Jelas Mama Kayla tegas
"Tidak bisa. Kayla sudah saya tiduri tante!" ucap Beni
"Mana buktinya?" seorang pria memakai baju polisi dengan berwibawa datang
"Apa kamu bisa membuktikannya?" tanya papa Kayla
Beni sempat kaget. Ia tidak menduga bahwa Kayla adalah anak seorang perwira polisi.
"Ayo ben, ayo nak kita pulang kamu jamgan cari masalah di sini! maaf Pak Bu kehadiran kami menggangu Bapak dan Ibu!" pamit Ibu Beni
Beni dan Ibunya pulang..
"Pa, ma, sungguh, Kayla tidak sebejat itu. Mama dan Papa percaya Kayla kan pa?" Kayla menangis telah dilecehkan Beni seperti itu
"Kok bisa kamu kenal dengan cowok kayak gitu sih key?" tanya Mama khawatir
"Ma, kayla hanya pacaran biasa dengan Beni. meskipun lama pacaran , kayla ketemu saja hanya di kampus itu pun dengan teman-teman. Kayla sudah tidak suka dengan Beni karena Beni orangnya banyak bohong. Tapi Beni terus ngejar Kayla ma. Daripada kemanan Kayla terancam jika mutusin Beni mangkanya Kayla diam aja ma." Kayla menjelaskan
"Kayla bisa buktikan pa siapa yang biasa tidur dengan Beni. Kayla mau dites keperawanan. Kayla juga punya bukti-bukti kenakalan Beni Pa. Pa tolong percaya sama Kayla pa!" Kayla menangis memohon kepada papanya.
"Kayla, siapa yang tidak percaya sama Kayla. Kayla anak baik. Selama kamu kuliah di Malang papa sudah tau semua aktivitasmu selama berangkat ke kampus sampai pulang. Papa pasang cctv di sekitar kosmu nak. Papa minta kepada ibu kosmu. Bahkan selain cctv Nuri itu kakaknya anak buah papa. Mangkanya dia sering kepo sama kamu. Papa percaya nak!"
Papa Kayla adalah orangtua yang protektif kepada anaknya. Segala cara bisa ditempuh supaya anaknya jadi anak baik dan menjaga martabat diri dan keluarganya.
"Tapi yang mama khawatirkan Beni itu berulah kepada Kayla Pa. Orang seperti itu pasti menghalalkan segala cara." mama cemas
"Sabar ma, Allah pasti melindungi anak-anak kita."
....
__ADS_1