Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Nikah Yuk


__ADS_3

Hari Minggu Indra mengajak Kayla bertemu. Sebenarnya Kayla sangat senang. Namun Kayla kembali ragu. Khawatir hari itu Indra menyampaikan kejujurannya bahwa ia hanya bikin orang tuanya senang. Kayla gugup bukan main.


Kayla mengulur-ulur waktu. Ia belum siap dengan pernyataan Indra. Kayla diliputi rasa cemas yang ia ciptakan sendiri.


Sementara Indra menunggu jawaban dari Kayla tampak tidak sabar.


"Kenapa moodnya berubah sih sayang!" batin Indra sambil menunggu kabar dari Kayla.


Indra sudah tak sabar. Siang hari ia minta tolong adiknya mengantarkannya ke rumah Kayla. Karena Indra masih belum yakin kakinya apa akan baik-saja kalau dipakai menginjak gas dan rem.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam... eh kamu mas!" Kayla ogah - ogahan


"Jalan-jalan yuk. Aku pingin ngobrol sama kamu sayang" ajak Indra


"Ngobrol di sini aja Mas. Mama sama papa nggak ada. Mas Ryan sama mbk novi udah pulang. Bi surti pulang. Aku sendirian." jawab Kayla datar


"Kamu kenapa sayang? marah lagi sama mas? boleh mas masuk?" tanya Indra.


"hmm, iya iya ...boleh masuk... silahkan masuk...! ajak Kayla

__ADS_1


"Mau minum apa? aku ambilin dulu?" tanya Kayla kaku


"Nggak usah cukup air putih ini aja!" jawab Indra sambil menunjuk barisan air mineral di meja tamu yang tertata rapi itu.


"Sayang... kamu kenapa lagi? Katanya janji ngomong kalau ada apa?" tanya Indra lembut


"Nggak papa kok emang kenapa lagi sih aku." ucap Kayla sewot


Indra kelimpungan gimana cara menjelaskan ke Kayla. Kalau to the point ia takut Ryan dimarahi habis sama Kayla.


"Nih anak kalau juteknya keluar ngeri juga ya" batin Indra


"Gara-gara om Arif ngomong gitu kan? kenapa sih kok pakai tanya hubungan adik kakak saudara sahabat apalah apalah? Jamgan jangan kamu memang menganggap gitu kan kalau ditanya orangtuamu!!!"jawab Kayla marah


"Nikah yuk!!!!" Indra tidak menghiraukan ucapan Kayla yang mestinya butuh penjelasan


Seketika Kayla langsung bengong.


"Nikah Yuk!!! Indra mengulanginya lagi


"Sembarangan aja! Nggak jelas kamu itu!!" ucap Kayla sewot dan salah tingkah

__ADS_1


"Ngapain kok sembarangan?? Kamu belum yakin sama aku?" tanya Indra sambil memegang tangan Kayla


"Hah belum yakin? Maksudnya?! Ya kamu itu Mas yang belum yakin. Kamu nganggep aku adik kan. Kamu mau dijodohin karena kamu berbakti sama orangtuamu kan? Nggak usah dipaksain mas daripada sakit nantinya!" Kayla menangis


."Heyyyy,,,ssstt... kok kamu bilangnya gitu sih sayang? Kamu masih belum percaya sama aku?" Indra mencoba meyakinkan


"Ya aku belum yakin sama kamu!! Kamu jahat! Jamu nggak terus terang sama aku! Kamu dijodohkan karena mau menghormati mama papamu kan?" Kayla manangis semakin menjadi.


"Kay, aku serius dengan semua ucapanku. Terserah kalau kamu butuh waktu u ntuk yakin tentang aku! Yang jelas awalnya aku memang tidak tahu siapa perempuan yang mau dijodohin sama aku......" Indra bum sempat melanjutkan penjelasannya.


"Nggak usah kamu maksain diri buat nikah sama aku mas! Aku nggak butuh yang kaya gini! Aku ingin ketulusan!!! ngerti!!!" Kayla membentak Indra


"Terserah Kay, kamu mau anggap aku apa. Aku jelasin kamu malah marah - marah gitu. Tolong dengerin aku dulu sayang. Percaya sama aku, ya!" pinta Indra dengan serius.


"Nggak usah mas! Kamu nggak perlu repot - repot mengorbankan hati dan perasaanmu untuk amu." kata Kayla sambil terus terisak


Ya udah terserah kamu Kay. Aku sayang kamu, aku cinta sama kamu sejak kamu ke rumahku menceritakan masalah dengan pacarmu!" ucap Indra mulai tegas


"Ya udah maafkan aku kalau aku menyakiti hatimu. Aku pulang dulu ya! " Indra berlalu meninggalkan Kayla.


Indra segera pulang dengan jalan yang masih tertatih. Ia memesan taksi online u tul mengantarkannya pulang.

__ADS_1


__ADS_2