
Rumah Abdi
Abdi merebahkan tubuhnya di kasur empuk dalam kamar yang di tempati Kayla kemarin.
"Heran... kenapa aku mikirn dia terus ya! haduwww gawat nih! pikiran Abdi terus berkecamuk.
"hmmmm apa mungkin ia tidak punya rasa sama aku ya?"
"*Tapi kan kata temannya ia jatuh cinta sama aku. Ya, dia jatuh cinta sama Indra teman kecilnya. Apa dia belum sadar kali ya kalau aku ini Indra."
"Hmmm apa sebaiknya aku bilang ya kalau aku ini Indra?"
"Ah, tapi jangan deh. Kan kemarin aku sendiri yang bilang ke orangtuanya supaya tidak memberitahu Kayla kalau aku Indra masa kecilnya*. "
Sambil terus bermonolog Abdi pikiran Abdi menerawang. Di tengah pikirannya, ia melihat baju Kayla yang habis dipakai tertinggal di sana.
Diambilnya baju itu. sambil tersenyum sendiri.
"*Dasar ceroboh. untung aja banjunya ya g ketinggalan. coba kalau yang lain." Andi terkekeh sambil membayangkan wajah gadisnya itu.
"Eh... aku kok jadi kangen sama dia ya.! Haduw gawat ni."
__ADS_1
"Tapi kenapa dia nggak hubungin aku ya."
"aaahhh, ngapain juga dia hubungin aku. Mau ngomongin apa coba? ih kenapa jadi gila gini sih*!"
Abdi terus bergelut dengan pikiran-pikirannya tentang Kayla
"*Apa aku telepon aja ya! atau kalau nggak aku chat aja. hmmm alasan aja bajunya ketinggalan"
"Ah nggak ah. ngapain juga belum tentu dia juga mikirin aku ini*!"
Abdi terus melamun sampai akhirnya tertidur di kamar yang pernah di tempati Kayla. Abdi tersihir dengan aroma strawberry parfum favorit Kayla yang hingga kini masih melekat di ruangan itu.
Di Kos Kayla
"Gila kamu Key, baru patah hati langsung dapat baru lebih gagah lebih tampan lagi!" imbuh Nuri
"Ih apaan sih Nur, itu namanya Mas Abdi. Ia anak teman papa." jelas Kayla.
"Wah roman-romannya mau ada perjodohan nih!" goda Nuri.
"Hah?!!" Kayla kaget kenapa Nuri bisa tau.
__ADS_1
"Kan bener kan. Biasanya novel-novel yang ku baca terus di film-film itu biasanya gitu Key. Anak teman papa terus berubah jadi mantu kesayangan teman papa? " ledek Nuru
"aih.... dasar lo ratu sinetron. kebanyakan nonton drama sih!" Kayla tak mau kalah.
Nuri tertawa karena melihat temannya sewot dan ke luar dari kamar Kayla.
Setelah Nuri keluar, Kayla sgera mengunci pintu kamarnya.
Sesaat ia teringat akan kebaikan Mas Abdi. Ia juga terkesan dengan Abdi. Tapi rasa itu ia tampik karena menurutnya Abdi bukan typenya.
"oh tidak tidak! Mas Abdi bukan type ku. ngapain juga aku harus mikirin dia. ah tapi mau nggak mau kalau Tuhan mengizinkan sudah pasti aku jadi istrinya. " Kayla sibuk dengan pikirannya.
Sementara Abdi dalam mimpinya..
"Mas Abdi,,, jangan tinggalin Kayla ya. Kayla butuh Mas Abdi"
Tampak sosok Kayla yang sangat cantik di dalam mimpi Abdi yang membuat Abdi terbangun dari tidurnya.
"Astaghfirullah hanya mimpi." tukas Abdi.
Abdi tampak kesal. Karena pikirannya tentang Kayla tidak bisa hilang dari otaknya samlai terbawa mimpi.
__ADS_1
Abdi lun tersenyum. Ia menyemangati dirinya sendiri. Kalau memang Kayla gadis yang baik untuk ya, sudah pasti Kayla akan jadi jodoh Abdi pun sebaliknya.
Jika Kayla memang baik bagi Abdi. Abdi berjanji akan berusah mencintai Kayla dengan sepenuh hatinya.