Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Shock !!!!


__ADS_3

Siang itu, Kayla baru pulang melamar kerja. Ya, meskipun Ia anak orang berada, namun Kayla adalah gadis yang rajin dan memiliki impian. Setelah lulus kuliah, ia ingin bekerja dan membangun karirnya. Padahal kalau ia mau, ia bisa mengurusi bisnis mamanya. Selain Butik, mama Kayla juga memiliki toko ATK, Fotocopy, dan bisnis di bidang wedding organizer.


Kayla semakin resah dan gelisah. Ia tidak nyaman dengan hubungannya. Sekarang Kayla sudah tidak lagi menghiraukan Benny. Benny juga jarang menelepon, chat, maupun menemuinya. Namun tak sedikitpun Kayla marah, karena perasaannya terhadap Benny sudah mulai terkubur. Ia sangat jengkel.


Seketika Kayla terkejut di tengah lamunannya. Terdengar Nuri teman satu kosnya yang memanggil-manggil namanya dengan mengetuk pintu seperti orang yang sedang buru-buru.


"La, Kayla" seru Nuri sambil terus mengetuk lintu kamar kos Kayla.


"Tunggu,, tunggu,, iya, bentar!" sahut Kayla sambil membuka pintu


"eh La, gawat La!!!" Nuri seperti orang yang sedang kebakaran jenggot sambil nylonong masuk ke kamar Kayla.


"Apaan sih? tenang donk kalau ngomong!" jawab Kayla sewot.


"Gini, gini, La. sebelumnya aku minta maaf banget,, maaf bener bener minta maaf." Nuri mencoba menjelaskan


"Iya ada apa. belum bertengkar udah minta maaf aja." Kayla menjawab asal.


"Ih kamu ini aku serius!" timpal Nuri


"Iya, ada apa, ceritain yang sejelas-jelasnya." pinta Kayla


Belum sempat bercerita, Santy datang dan langsung masuk ke kamar Kayla. Ia mau mengembalikan dompet Kayla yang ketinggalan di mobil pacar Santy ketika mereka pergi melamar pekerjaan tadi.


"Ih lagi seru ya, mau pesta makan apa ni pada kumpul di sini?" tanya Santy


"Tau nih anak, dari tadi bilang gawat, maaf, nggak jelas banget." Kayla menjawab cuek


"Gini, gini La. nggak papa kan aku cerita sekarang?" tanya Nuri


"Weleh nih anak daritadi ditungguin malah tanya lagi boleh cerita apa nggak!" Kayla kembali sewot


"Tapi kamu janji jangan marah ya La!" imbuh Nuri


"Hmmm jadi penasaran, buruan donk Nur ceritanya!" cerocos Santy


"Gini, gini, Kayla bener aku minta maaf. Tapi sumpah aku nggak salah lihat atau salah orang." jelas Nuri


"Maksudnya?!!!" Santy dan Kayla bertanya bersamaan karena penasaran.


"Jadi gini, La, San, kapan hari kan aku melamar kerja di hotel. Aku dikasih tahu om aku kan, terus aku taruh lah surat lamaran pekerjaan aku ke sana." Nuri menjelaskan berbelit-belit. Entah karea shock atau memang suka panjang dan lebar kalau bicara

__ADS_1


"Iya, terus apa hubungannya?" jawab Santy tidak sabar


"Bentar donk! tunggu aku jelasin dulu. aku ceritain semuanya!" jawab Nuri


"La daritadi emank kamu belum cerita." Santy mulai kesal


"Udah San dengerin dulu napa sih!" Kayla mencoba menengahi kedua temannya.


"Iya aku lanjutin ni ya. Kan hari ini tadi aku disuruh kesana untuk interview. Terus pas aku nunggu di lobby aku itu ..." Nuri mencoba menjelaskan


"Terus kenapa kamu diterima kerja?" potong Santy


"Enggak, bukan, bukan, tapi aku ketemu Beny cowoknya Kayla. Hmm maaf ya La, dia lagi sama Sita mesra banget." jelas Nuri


"Ya elaaahhhh itu mah siapapun udah tahu kali Nur." Kayla tidak tertarik


"Bukan, bukan, maksudku gini." Imbuh Kayla.


Santy yang sudah tidak tertarik malah berencana mengalihkan pembicaraan. Namun Nuri masih mau mencoba menjelaskan.


"Check in, nginap nginap" spontan Nuri memperjelas maksudnya


"Hah?!" Kayla terperangah


"Iya, mereka berdua pelukan mesra bahkan sesekali ciuman sambil Beny membelai rambut Sita lo! ups maaf La, aku bukan bermaksud membuat kamu cemburu. Tapi itu kenyataan yang terjadi. Saking asyiknya bermesraan mereka tidak tahu kalau daritadi aku memperhatikan mereka."


Nuri menjelaskan keadaan yang terjadi.


"Bahkan mereka saat ini menginap di kamar nomor 305. di lantai 3. Iya bener, aku ingat betul La! Malah resepsionisnya bilang jadwal checkout besok pukul 11.00 siang." Nuri kembali menjelaskan.


"Eh kita mata-matai mereka yuk! Bukan apa-apa sih cuma supaya Kayla bisa langsung 100% mutusin cowok gila itu!" Santy dengan nada menggebu-gebunya


"Hmmm kalau menurutku nggak usah aja kali ya. Lagian kalau Sita tau kita mergokin mereka yang ada malah dia merasa menang bisa ngrebut Beny dari aku. Lagian aku udah bodoh amat sih." Kayla tidak setuju


Nuri dan Santy saling memandang dan kemudian memandang Kayla


"Iya bener, sumpah, swear, yakin, aku udah nggak terlalu peduli. Lagian meskipun pacaran 4 tahun dengan Beny aku juga nggak terlalu deket. Hanya formalitas di kampus Beny pacarku, aku pacarnya Beny. Udah gitu doank. Nggak pernah sedeket bagaimana, atau intens nge date gitu kan kalian tahu sendiri. Jadi aku nggak terlalu sakit ati sih. Cuma yang bikin aku jengkel, kok gitu banget ya Sita itu!" Kayla meyakinkan kedua temannya


"Tapi yang dibilang Santy ada benernya juga deh La. Mending supaya kita tahu aja. Hmm bagaimana kalau misal kita nggak usah mergokin mereka? Cukup kita pantau aja. Gimana?" ajak Nuri


"Iya cyin, nggak papa nanti cuka kita dokumentasikan aja sapa tau ternyata Beny itu brengs*k terus tiba-tiba minta balikan sama kamu. Kan kita punya bukti. Seenggaknya sih gitu."

__ADS_1


" Hmmm terserah kalian aja deh. Tapi bener deh, aku males banget. Nanti dikira karena aku cemburu." jawab Kayla ogah-ogahan


"Kalau kamu nggak mau ikut biar aku sama Nuri aja." santy masih ngotot


"Hmm boleh-boleh" Kayla menyetujui rencana temannya.


Santy dan Nuri berangkat naik mobil Nuri supaya tidak ketahuan Beny jika sewaktu-waktu mereka ketemu.


Santy dandan sedemikian rupa memakai kacamata dan berhijab supaya tidak diketahui. Demikian dengan Nuri. Mereka kali ini mau main detektif-detektifaan.


Merasa penasaran, timbul keinginan Kayla untuk ikut mereka. Namun sayangnya kedua temannya itu sudah berangkat. Santy dan Nuri tidak ingin ketinggalan momen ini sehingga mereka cepat-cepat menuju Hotel Luxury.


Kayla yang berada di kamarnya merasa resah. Ingin sekali ia melihat secara langsung kejadian di sana.


Timbul niatnya meminta tolong kepada Indra. Ia segera meraih ponselnya mencoba menghubungi Indra.


Nada sambung ke nomor ponsel Indra terhubung namun tak juga diangkat. Kayla semakin kesal dan merasa bahwa ia hanya istri pada waktunya saja. Untuk saat ini Kayla dan Indra hubungannya seperti apa tak ada status yang jelas.


Kayla membenamkan wajahnya dengan boneka kesayangannya. Ia mencoba untuk berdamai dengan keadaan ini.


----🌸🌸🌸🌸----


Di sebuah warung makan tampak Indra sedang menyendok makanannya sesuap demi sesuap. Saat ini Indra sedang menyantap makan siangnya. Saat itu Indra sedang tidak berdinas. Ia makan di warung langganannya.


"Mbaknya kemarin kok nggak diajak lagi Mas Indra?" tanya penjual nasi itu


"Hmm nggak Bu dia lagi sibuk." jawab Indra ramah


Di benak Indra terlintas Kayla lagi. Ini sudah hari ke berapa Kayla tak menghubunginya. Ia juga takut mengganggu bila menghubungi Kayla. Karena yang ada di pikiran Indra saat ini, Kayla sudah baikan dengan Beny. Lalu urusan pernikahannya? Ah.... entahlah..... itu urusan kedua keluarga mereka.


Saat mengecek ponselnya, Indra seakan tidak percaya. Tertulis nama Kayla di layar ponselnya sebagai panggilan tak terjawab.


"Astaghfirullah, dia menghubungiku" batin Indra


Indra segera menghubungi kembali nomor Kayla. Namun sayang juga tidak dijawab. Indra tidak tahu kalau saat ini Kayla tengah tertidur dalam gusarnya .


"Mungkin kepencet kali ya" batin Indra lagi.


Saat ini selera makan Indra mulai hilang. Pikirannya berkecamuk. Sampai ia memutuskan untuk mengakhiri makan siangnya. Segera Indra membayar makan siangnya lalu berpamitan kepada si Empunya warung.


Indra segera memasuki mobil hitamnya. Ia mengendarai mobilnya menuju arah kos Kayla. Mobil Indra berhenti di seberang kos gadis cantik itu. Lama Indra menunggu tidak ada tanda-tanda Kayla muncul.

__ADS_1


"Kemana ni anak. bikin kepikiran aja!" Indra terus kepikiran Kayla.


Ia memutuskan menunggu di depan kos Kayla


__ADS_2