Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Babak Baru Kayla


__ADS_3

Setelah puas jalan-jalan, Abdi yang sekarang Kayla lebih suka menyebutnya dengan Mas Indra menghentikan mobilnya di depan rumah Kayla.


Kayla menjadi orang yang sangat bahagia karena impiannya selama ini menjadi kenyataan. Ia benar-benar bisa dekat dengan teman masa kecilnya.


Namun raut muka Kayla juga menggambarkan kesedihan. Karena sebetulnya Ia enggan jauh-jauh dari orang yang dicintainya itu.


"Kay, habis pamitan aku langsung balik, ya!" ucap Indra


"Hmmm.. ya udah deh. Kamu kapam balik ke Malangnya Mas? tanya Kayla


"Besok pagi-pagi habis subuh aku balik. Karena ada kegiatan jam 08.00." tukas Indra


"Kamu mau ke Malang lagi?" imbuh Indra


"Sebenernya sih mau ambil berkas Ijazah Mas. Cuma janjian sama Santi hari Selasa. Sama Mama disuruh balik Selasa." jawab Kayla


"Berarti besok sore aku pulang lagi terus Selasa pagi kita ke Malang bareng." Indra merasa khawatir kalau Kayla pergi ke Malang naik mobil sendiri. Padahal Kayla sudah biasa pulang pergi Malang - Surabaya mengendarai mobil sendiri.


"Ih ngapain sih Mas. Aku bisa bawa mobil seperti biasanya." jawab Kayla merasa Ge-er


"Hmmm bagaimana kalau bsk pagi-pagi bareng aku aja?" Indra sudah mulai posesif


"Ya kali kalau rumah kita deket Mas. Yang ada besok kamu terlambat lho kalau harus jemput aku dulu!" Kayla sok jual mahal padahal dalam hatinya serasa mau rontok diperlukan demikian oleh pujaannya.


"Udah pulang kalian? Kok nggak diajak masuk aja sih Key Mas Indranya? Yuk masuk dulu ngobrol di dalam dulu!" ajak Mama mempersilakan Indra masuk.


" Makasih Tante. " jawab Indra dengan sopan


"Mas Indra mau balik ke Malang malam ini?" tanya mama sambil mempersilahkan Indra duduk di kursi teras rumah.

__ADS_1


"Rencana besok pagi tante, karena besok kegiatannya sih jam 08.00 jadi masih keburu kalau berangkatnya habis Subuh." jawab Indra


"Kayla mau bareng Mas Indra? katanya mau ambil legalisir ijazah? terus kamu di Malang mau sampai kapan sayang? Udah mau beberes atau masih mau lamar kerja di sana? tanya Mama bijaksana


"Aku sih ambil ijazahnya Selasa Ma janjian sama Santy. Jadi sesuai yang ku bilang sama mama tempo hari, rencana balik ke Malang Selasa pagi." jawab Kayla


"Lha kenapa nggak besok sekalian bareng Mas Indra? Besok kan kamu bisa diantar Kak Ryan janjian dimana gitu biar Mas Indra nggak jauh-jauh jemput kesini dulu. Kak Ryan masih di sini sampai besok pagi koo katanya." nasihat mama.


"Ya, kan, enak gitu kan daripada kamu nyetir sendiri hari Selasanya. Bukan gitu Mas Indra?" imbuh mama


" Boleh,,, boleh,, boleh banget Tante. Besok pagi-pagi saya jemput." jawab Indra


Kayla serasa kepalanya mau meledak karena mamanya sangat mendukung supaya dia tidak jauh-jauh dari Indra.


"Hmm takut kamunya telat mas kalau harus jemput dulu." manja Kayla


"Ya wes Indra tidur sini aja. Toh nggak tidur sekamar. Besok biar bisa langsung cuss berangkat!" Ryan ikutan nimbrung


"halo assalamualaikum, ya ma?" ndra menjawab telepon dari mamanya


"Waalaikumsalam, jam berapa ini Mas? Sampai habis maghrib belum nongol juga. Katanya ngajak Kayla ke rumah?" omel Mama yang berharap calon mantunya diajak ke rumah


"Mama kesepian, adikmu sudah pulang. Papa juga belum pulang. kalau perlu ajak Kayla nginap di sini supaya besok bisa berangkat bareng ke Malangnya." cerocos Bu Arif


"*Iya, Ma, ini aku lagi di rumah Kayla, Ma. Nggak enak lah Ma udah jam segini ngajak Kayla ke rumah." jawab Indra


"Ya udah biar mama yang ijinin ke mama Kayla*." pungkas Bu Arif sambil mengakhiri teleponnya.


Kayla senyum-senyum penuh arti. Ia merasa menjadi calon menantu idaman Mamanya Indra.

__ADS_1


"Key, aku pamit pulang dulu, ya, Mama riweh ni. Dari tadi pesenannya pingin kamu ke rumah." Indra bermaksud pamitan kepada Kayla.


Bu Arif melancarkan aksinya. Ia mengirimkan pesan wa kepada Bu Surya. Ia meyakinkan bahwa Indra adalah anak baik begitupun Kayla. Mereka tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan orang tuanya. Namun Bu Surya meminta maaf dengan sopan tidak mengizinkan karena anak gadis tidak pantas main ke rumah laki-laki.


"Tante, saya pamit dulu ya. Besok pagi-pagi saya kesini tante jemput Kayla." pamit Indra kepada Bu Surya


"Kamu nggak telat kalau harus jemput Key dulu. Biar diantar Mas Ryan aja ya ke Bundaran deket tol sana." jawab Mama


"Nggak apa-apa Tante, besok saya lebih pagi ke sininya terus lewat jalur tol yang dekat sini insya Allah keburu kok Tante. jawab Indra


Indra pun berpamitan dan segera masuk ke mobilnya. Ia ingin segera pulang dan istirahat supaya besok tidak kesiangan.


Sesampainya di rumah, sesuai dugaan Bu Arif, Mama Indra ngomel karena Indra tidak mengajak Kayla ke rumahnya.


Indra pun menuju kamarnya dan segera membersihkan diri kemudian berniat untuk istirahat supaya besok tidak kesiangan.


"Udah mau tidur? Baru juga jam 20.00 Ndra." tanya mama


"Iya Ma supaya besok aku nggak kesiangan. Besok bangunin sebelum subuh ya. Besok aku harus jemput Key dulu. rengek Indra ke Mamanya.


" Ya udah sana tidur. Besok mama bangunin" jawab mama


Indra merebahkan diri di kasur. Tak lupa ia mengirimkan pesan kepada gadis cantiknya.


**Key, aku udah nyampe rumah. Ini mau istirahat. Kamu boboknya jangan malam-malam , ya! Besok aku jemput pagi-pagi! (Indra)


Siap Bos. Tapi jam segini udah mau tidur aja sih. ( Kayla**)


Indrapun sudah tertidur dan tidak menjawab pesan dari Kayla.

__ADS_1


Kayla kesal karena merasa tidak diperhatikan olehnya.


Sampai akhirnya Kayla tertidur pulas.


__ADS_2