Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Penjelasan


__ADS_3

Suasana romantis di Cafe itu menyaksikan dua insan yang sedang mencoba menyelesaikan masalah mereka.


Kayla lama-lama tidak tega dengan Indra yang dari tadi terus bersabar.


"Mas, aku mau ke toilet bentar." Kayla pamit kepada Indra.


"Aku anterin ya!" tawar Indra


"Nggak usah toiletnya kelihatan dari sini." Kayla berjalan menuju ke arah toilet.


Di toilet Kayla mencuci tangannya, mencuci mukanya yang sudah sembab kena air mata. Ia bersihkan mukanya dengan sabun pembersih muka kemasan travel pack yg ada di dalam tasnya. Ini semua Kayla lakukan agar orang rumah tidak bertanya panjang kepada Kayla.


Kayla membersihkan muka di toilet itu dan mengeringkan dengan tisu. Ia memulas wajahnya dengan sedikit bedak dan lipstik tipis agar wajahnya tak lagi lesu.


Kayla keluar dari toilet dengan wajah yang cukup segar daripada tadi. Melihat penampilan Kayla saat ini Indra yakin bahwa gadisnya itu sudah bisa diajak bicara.


"Gitu donk cantik lagi kan." rayu Indra berusaha memulai pembicaraan


"Pulang yuk Mas! udah hampir jam 9 nih." ajak Kayla


"Kamu nggak ingin cerita Key?" tanya Indra


Kayla hamya sedikit tersenyum dan menggeleng.

__ADS_1


"Oke kita pulang ya, besok pagi aku harus balik ke Malang. Aku nggak ingin pas kamu di sini aku di Malang dengan kondisi kita yang lagi nggak enak-anakan." ucap Indra sambil berjalan menuju parkiran dengan Kayla.


"Nggak enak? nggak enak gimana nih?" tanya Kayla sedikit emosi


"Sstt. kita bicara di mobil saja ya!" ajak Indra


"Kamu marah sama aku Kay?" tanya Indra di dalam mobil


Key hanya diam menunjukkan muka cemberutnya.


"Marah? ngapain marah? marah karena apa? ada hak apa aku marah sama kamu?" ucap Kayla sewot


"Ya Allah nih anak, tadi diam aja ee sekarang g ada jedanya..." jawab Indra yang langsung dipotong oleh Kayla


"Key, kalau ada apa-apa itu diomongin, didiskusikan, dicari solusinya. nggak malah kayak gini. Kamu ada masalah apa sampai nangis?" Indra mencoba membuat masalah ini menjadi clear.


"Apa yang mau diomongin. Nggak ada kok." Kayla masih sewot karena Indra sama sekali tidak peka


Daripada nangis lagi Indra berniat mengantarkan Kayla pulang. Begitu Indra mau melajukan mobilnya, ada notif pesan masuk dari Ryan.


(Kayla sepertinya kecewa sama kamu. Selesaikan kayaknya dia sedih banget.) Ryan


Indra langsung memahami meskipun chat dari calok kakak iparnya tidak jelas.

__ADS_1


"Key, maafin aku ya. Kemarin-kemarin aku udah nggak hubungin kamu."


"Nggak usah minta maaf buruan pulang. Lagian ngapain juga.. ."


"Sssttt dengerin dulu yaaa. Pliss. Bentar ya aku yang ngomong dulu daripada kita berdebat lama." rayu Indra dengan sabar.


"Kemarin aku ke kampus niatnya mau jemput kamu. Tapi ternyata kamunya udah jalan sama Beni. Ya udah ku pikir kalian balikan lagi. Ditelepon pun kamu nggak jawab. Kamu juga nggak chat aku. Aku sih bukan apa-apa, cuma khawatir kalau aku mengganggu kalian." jelas Indra


"Kalau kamu kaya gitu emang kamu ini anggep aku apa? Aku ketemu sama Beni hanya di kantin setelah itu sudah itupun nggak ada sepuluh menit." bantah Kayla


"Iya, maaf mangkanya aku minta maaf nggak cari tahu dulu tentang kamu saat itu. dimaafin ya?" rayu Indra


"alaaaahh udah ah udah malem nih!" Kayla tetap sewot. Padahal ia berharap Indra menyatakan cintanya atau paling tidak ada komitmen lah.


"Iya tapi dimaafin ya?" Indra mengajukan syarat


"Ya udah deh. Lain kali jangan kayak gitu lagi!" Kayla menjawab asal karena masih kesal.


Indra mengemudikan mobilnya untuk mengantar Kayla pulang.


"Key aku pamit dulu ya! Jangan marah-marah lagi ya! Besok aku pamit ke Malang. Lusa kalau lepas dinas aku usahakan kesini. Oke? jangan nangis lagi ya!" ucap Indra lembut sambil memegang tangan Kayla


Kayla pun turun dari mobilnya dengan perasaan yang belum lega.

__ADS_1


Setelah membersihkan diri, Kayla masuk kamar dan masih tidak habis pikir sejauh ini belum ada pernyataan cinta atau komitmen dari Indra


__ADS_2