
Di restoran itu, sudah menunggu Kak Ryan dan istrinya. setahun yang lalu Kak Ryan menikahi pacarnya. Saat ini Kak Ryan sudah bekerja di salah satu perusahaan ternama. Kini istri Kak Ryan, Mbak Novi, sedang hamil. Selain Kak Ryan dan istrinya, di sana juga ada Ibu dan Ayah Mas Abdi.
Sampai di parkiran Kayla ternyata sedang tertidur. Mungkin karena Kayla bangun sebelum subuh untuk berias atau karena luka hatinya.
Abdi pun tersenyum melihat gadis yang sudah bertahun-tahun lalu dikenalnya. Tanpa diketahui, Abdi adalah Mas Indra, cinta Kayla saat masa kecilnya. Dengan lembut, Abdi membangunkan gadis cantik itu.
Ia segera turun dan membuka pintu untuk Kayla.
"Kayla, bangun, kita sudah sampai." Abdi mengelus pundak Kayla agar cepat bangun.
"Eh, maaf ya Mas, aku ketiduran ya." Kayla menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal.
Kayla segera bergegas keluar dari mobil dengan salah tingkah karena jaraknya dengan Abdi sungguh dekat. Karena gugup Kayla nyelonong tanoa menunggu Abdi yang sedang menutup pintu mobilnya.
"Hey tunggu!" suara Abdi mengagetkan Kayla.
__ADS_1
Kayla sempat ge-er "Ada apa ya?" gumamnya dalam hati.
"Ini rapikan dulu mukamu! Abdi menyodorkan sapu tangannya. Karena tisunya ada di dalam mobil dan mereka sudah melangkah menjauhi mobil.
Kayla segera menggunakan sapu tangan Abdi untuk merapikan wajahnya yang habis nangis tadi.
Sampai di meja restauran Kayla terkejut. Tapi Kayla masih belum mengenali Pak Arif dan istrinya yang dulu merupakan tetangga Kayla.
"Lha ini anak-anak kita sudah sampai" Pak Surya mengawali pembicaraan.
Kayla sangat salah tingkah. Karena "kegagalannya" ia terpaksa harus menerima perjodohan ini.
"Kau, ini Om Arif dan ini istrinya" papa mengenalkan orangtua Abdi kepada Kayla.
Oh iya, kedua orangtua mereka memang merahasiakan siapa Abdi kepada Kayla. Mereka sengaja agar Kayla tahu sendiri siapa Abdi sebenarnya.
__ADS_1
Acara hari itu dipenuhi canda tawa dan keakraban. Kali ini Kayla sudah kembali tertawa. Mungkin ia sudah bisa melupakan kejadian beberapa jam yang lalu. Itu semua berkat candaan Ryan kepada adik semata wayangnya itu.
Usai merayakan wisuda Kayla, tak lupa Bu Arif, Ibu Abdi memberikan hadiah kepada Kayla perhiasan kalung yang langsung dipakaikan kepada calon mantunya. Kayla tambah kelihatan anggun memakai perhiasan cantik itu. Setelah acara selesai Pak Arif dan istrinya begitupula Pak Surya dan keluarganya termasuk Ryan harus segera kembali ke Surabaya.
Pak Surya meminta Abdi mengantar Kayla sampai di Kosnya. Karena Abdi bertugas menjadi polisi di Kota Malang.
Karena tak ada pilihan lain, Kayla terpaksa menuruti perintah papanya. Selesai acara itu berarti sebentar lagi Kayla harus merenungi kejadian tentang Beny. Sebetulnya Kayla ingin sekali ikut pulang ke Surabaya. Tapi Kayla harus tinggal dulu di Malang karena ada beberapa yang narus ia urusi di kampusnya.
Dengan langkah gontai, Kayla membuntut di belakang Abdi menuju mobil milik Abdi di parkiran Restauran itu.
"Woy, tunggu dulu napa sih!" dengus Kayla kesal.
Mendengar teriakan Kayla yang sangat kesal, Abdi hanya tersenyum geli.
Abdi tetap melangkah menuju mobilnya. Tak lupa ia membukakan pintu untuk Kayla dan langsung menuju tempat duduk di belakang kemudi tanpa menutupkan pintu untuk gadis cantik itu.
__ADS_1