Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Hari Terakhir


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Kayla bersekolah di salah satu SMA di Kota Bogor. sekarang ia duduk di kelas XII. sebentar lagi ia akan kuliah.


Ryan sudah kembali lagi ke Surabaya. Karena Ryan kuliah di salah satu universitas negeri di Kota Pahlawan itu. Sudah dua tahun Ryan tinggal di Surabaya.


Pak Surya pun juga telah berpindah tugas kembali di Surabaya. Namun kali ini mereka tidak tinggal di perumahan yang dulu mereka tinggali. Karena sejak pindah, rumah itu sudah dijual.


Pak Surya dan keluarganya kini tinggal di perumahan lain di Surabaya Barat. Jaraknya jauh dengan rumahnya yang dulu. Kayla tidak ikut pindah karena ia sudah SMA. Kata mama sekalian sampai lulus saja. Kalau harus pindah-pindah lagi ribet urusannya.


Kayla kini menjadi remaja yang sangat cantik. Cowok-cowok di sekolahnya banyak yang menaruh hati pada Kayla. Namun Kayla sedikitpun tidak mudah jatuh cinta. Kalaupun sekarang ia punya pacar, Kayla tetap memikirkan Indra Abdi Pramana. Mungkin obsesinya sejak kecil ingin berpacaran dan bahkan punya impian menikah dengan Indra, teman masa kecilnya.


Tapi bagi Kayla mungkin itu hanya harapan dan angan-angan masa kecil saja.


"Kay, kamu mau pilih daftar ke Universitas apa?" tanya Irene sahabat Kayla.


"Aku akan kuliah di Jawa Timur aja, Ren. kalau tidak daftar di Universitas X di Surabaya berarti Univertias Y di Malang," kata Kayla sambil menyantap makan siangnya di kantin sekolahnya.


"Kalau aku sih harus nurut saran orangtuaku Kay. Mereka ingin aku kuliah di Jakarta saja," kata Irene sembari memberikan minuman kepada Kayla.


"Iyalah kalau kau mau kuliah jauh dari sini bagaimana urusan cintamu dengan Mas Donimu," goda Kayla.


Kayla seneng banget menggoda sahabatnya itu.


Di sela-sela makan siang mereka, muncul Dony kekasih Irene bergabung dengan mereka.


"Halo sayangku pujaan hatiku suapin donk," Dony bermanja-manja sambil memeluk pinggang gadisnya itu.


"Ih kebiasaan! kalian selalu mengunbar kemesraan di depanku saja," sinis Kayla.

__ADS_1


"Lagian kamu ada cowok yang selalu setia seperti si Alex selalu kamu cuekin. Dia sayang banget sm kamu lo Kay!" ejek Dony kepada Kayla.


Gadis cantik itu pun tersenyum sampai memerah.


Kayla akui, Alex memang bintang di sekolahnya. selain menjadi pemain basket yang hebat, ia juga cowok yang sangat keren. badannya tinggi, berkulit putih, hidung mancung, dan badannya yang atletis membuat cewek-cewek di sekolah itu selalu mencari perhatian kepada Alex.


Kayla memang berpacaran dengan Alex. Tapi bagi Kayla itu bukan cinta. Karena meskipun tanpa bertemu dengan Alex, Kayla nyaman-nyaman aja. Mungkin lebih tepatnya ia hanya ingin cewek-cewek ganjen di sekolah nya tau bahwa Alex milik Kayla.


"Beb, udah pesen makanan ya. Kok aku ditinggalin sih," ucap Alex bergabung dengan ketiga anak SMA yang sedang asik menikmati makanan di kantin.


Alex sangat menyayangi gadisnya itu.


"Iya nih, tadi aku sangat lapar, mangkanya cepet-cepet ngajak Irene ke kantin. soalnya tadi nggak sempet sarapan sih," jelas Kayla kepada cowoknya.


Alex pun segera memesan makanan dan segera duduk di sebelah gadisnya itu. alex selalu menggenggam tangan Kayla saat mereka berdekatan sehingga membuat penghuni kantin iri pada mereka.


"Iya Beib, ini titah papa. Papa ingin aku tinggal di Surabaya sama mama. Nenek udah nggak ada Beib. Jadi papa khawatir kalau aku di sini kurang pengawasan. Tapi kita masih bisa saling kontak kok. Kan bs v_call, telepon bahkan chat setiap waktu," Kayla meyakinkan Alex.


"Berarti ini terakhir kita ketemu Beib," kata Alex memelas.


"Hey,, kamu kok ngomong gitu sih Beib! Kita masih bisa ketemu kok," sambil memegang pipi cowok gantengnya itu.


Alex memegang tangan Kayla yang kini ada di pipinya seraya mengecup lembut tangan wanita yang sangat dicintainya sambil tak berhenti mentapanya sendu.


"Woyyy,,,!!! ada kita lho!!!!" Irene membuyarkan dua insan yang sedang berkasih sayang itu.


Tak bisa dipungkiri, meskipun Kayla tidak begitu mencintai Alex, setidaknya statusnya sebagai pacar Alex. Ia sudah terbiasa bersama Alex dan nyaman bersamanya.

__ADS_1


Setelah selesai makan Alex segera mengambil motor sportnya segera mengantar Kayla pulang.


Kayla pun heran, tumben lekakinya ini naik motor lagi. Karena sejak Alex kecelakaan setahun yang lalu meskipun nggak luka parah ortunya melarang Alex naik motor. Kemana-mana Alex diminta membawa mobil.


"Beib, kamu yakin naik motor? tumben boleh sama mamimu?"


"sudahlah ayao naik permaisuri ku! aku ingin hari ini hari terindah bagiku. mengajakmu naik motor sehingga kamu bisa peluk aku lebih lama" jawab Alex sambil menggoda Kayla.


alex segera menancapkan gasnya. Tanpa diminta Kayla memeluk Alex di sepanjang perjalanan.


mereka bagaikan sepasang kekasih yang sangat serasi. membuat yang lain iri.


Sampai di rumah. Kayla segera membersihkan diri. sesaat ia akan membaringkan tubuhnya di kasur empuknya HP Kayla berbunyi. Telepon dari Alex.


"Belum beberepa jam sudah kangen" gumam Kayla.


mendengar suara dari seberang sana, Kayla kaget dan tetap ternganga. butiran air matanya jatuh tanpa bersuara.


Memang itu hari terakhir bersama kekasihnya. Alex mengalami kecelakaan dan harus meninggal.


Kayla bergegas ke rumah kekasihnya itu. di sana sudah ramai para petakziah.


Kayla sungguh tidak sanggup kekasihnya telah meninggalkannya.


"Tuhan, kenapa begitu cepat. Baru saja aku akan belajar mencintainya secara tulus" tangis Kayla pecah di pelukan sahabatnya saat mengantar kepergian Alex di peristirahatan terakhir.


Irene dan Dony terus menguatkan hati Kayla.

__ADS_1


__ADS_2