Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Rencana Selanjutnya 2


__ADS_3

Pagi-pagi Kayla sudah sibuk mempersiapkan diri. Ia berdandan mengenakan pakaian busana muslim . Pagi itu Kayla mengenakan gamis dan hijab syar'i yang kelihatan anggun dan cantik. Gamis berwarna mocca kombinasi hitam dan hijab berwarna hitam. Meskipun berpakaian tertutup Kayla tampak begitu cantik.


Setelah dirasa cukup, barang bawaan dan tasnya juga sudah disiapkan. Kayla turun menghampiri kamar Indra. Saat membuka kamar Indra sudah tidak ada. Ternyata Indra sudah diajak Papa dan Mama ke meja makan untuk menunggunya sarapan.


"Ih udah di sini aja Mas Indra." ucap Kayla


"Lho ini siapa? Masya Allah cantik sekali ukhti." goda Papa


"Papa..... !" jawab Kayla manja


"Anaknya mama pasti cantik lah pa." mama tak mau kalah


Indra yang tampak sungkan terus mencuri pandang ke arah Kayla. Ya benar Kayla tampak sangat anggun dan cantik saat ini.


"Hallloooo!!!! kok bengong!" Kayla mengagetkan Indra.


" Cantik ya akunya?" ucap Kayla pede


"Bilang iya aja Ndra. Nanti kalau ngambek lama sembuhnya, mahal obatnya." ledek papa


"ck.. sembarangan ih si papa." Kayla membela diri.


"Ayo cepet makan keburu kesiangan nanti! Papa sama mama ke sana sorean aja ya Nak."


Mereka layaknya menantu anak dan mertua yang sedang makan bersama. Sesekali papa mengajak Indra ngobrol masalah dinasnya.


Selesai makan Kayla berpamitan sama mama dan papanya. Kayla dan Indra akan berangkat ke rumah Indra untuk menyambut kepulangan orang tua Indra dari ibadah haji kecilnya.

__ADS_1


"Aku aja ya yang nyetir?" tawar Indra


"Nggak ah bikin khawatir tau nggak. Kakinya mas kan masih belum begitu kuat." cegah Kayla


Kayla langsung duduk di belakang kemudi setelah memastikan Indra duduk dengan nyaman.


Kayla mulai menancapkan gas mobil Indra dengan hati-hati. Kayla memang sudah piawai dalam menyetir mobil. Ya, meskipun ia anak perempuan yang sebetulnya manja, tapi papa selalu membiasakan anak-anaknya untuk bisa mandiri.


"Kamu cantik banget lo pakai hijab gitu!" puji Indra


"Hmmm dari tadi kek mujinya. Napa tadi diem aja pas papa mamam muji aku!" jawab Kayla sewot


"Ih gitu aja sewot!" kata Indra sambil mencubit kecil pipi mulus Kayla.


Sekitar pukul 09.00 Indra dan Kayla sampai di Perumahan Asri rumah Indra.


"Ini mbak kemarin sempat kecelakaan. Tapi Alhamdulillah sekarang udah sembuh dirawat sama perawat cantik." kata Indra sambil melirik Kayla dan sontak membuat pipi Kayla memerah.


"Ya Allah Mas kenapa nggak ngabari Mbak Sum sih. Kapan hari Ibu telepon tanya Mas pulang apa nggak? Ibu kayaknya khawatir. " jelas Mbak Sum


"Aku nggak pingin mama sama papa kepikiran di sana mbak."


Kayla dan Mbak Sum sibuk menata rumah dan mempersiapkan kue, makanan, maupun hidangan untuk menyambut kepulangan Pak Arif dan Bu Arif.


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam, Alhamdulillah tante sama om sudah nyampe. Selamat datang kembali di rumah ya Om, Tante." jawab Kayla sambil semangat menyambut calon mertuanya datang.

__ADS_1


" Assalamualaikum ma , pa" sapa Indra memeluk kedua orangtuanya, tak lupa adik Indra dan keluarga kecilnya ikut menyambut riang.


"Lho kamu kenapa pakai sarung jalannya kaya habis disunat gitu." ledek Pak Arif


"Anu pa, sebetulnya aku habis kecelakaan." jelas Indra di meja makan tempat keluarga itu berkumpul.


"Astaghfirullah terus gimana keadaannya nak? Ya Allah kamu kok nggak ngabarin mama? Terus apa yang sakit?" pernyataan Bu Arif panjang lebar karena khawatir terhadap anaknya.


"Nggak apa-apa ma. Ini buktinya aku udah di sini."jelas Indra meyakinkan mamanya yang sangat khawatir


Indrapun menjelaskan kronologi kejadian kecelakaan itu kepada papanya.


"Alhamdulillah untung ada Kayla ma. Padahal waktu itu aku udah larang temenku cerita ke siapapun karena mama sama papa lagi umroh khawatir jadi kepikiran. Tapi Roni nelpon Kayla terus untung papanya ngijinkan dia ngrawat aku di Malang pa. soalnya kan kondisiku saat itu kepala habis kebentur trs kaki ini luka jahitnya lumayan jadi agak lama nggak bisa jalan. PaK Surya sampai nelpon temannya yang di Malang buat nyariin aku pembantu supaya nemenin Kayla selama di rumahku biar nggak terjadi fitnah pa." jelas Indra panjang lebar.


"Ya Allah terima kasih ya Nak, kamu sudah telaten merawat masmu! Mama betul-betul terima kasih banyak sama kamu dan keluargamu." ucap Bu Arif


"Ngomong-ngomong soal dirawat, terus rencana kalian gimana? Jadi mau dijodohin, apa menganggap seperti adik kakak atau saudara, apa sahabat?" tantang Pak Arif seraya menggoda Kayla dan Indra


Kayla dan Indra hanya tersenyum-senyum malu


"Lha kok diem aja! Udah punya rencana apa?" imbuh Pak Arif.


"Ingat ko Ndra, jamgan mainin anak cewek orang!" Kata Pak Arif ramah namun penuh ketegasan


"Iya pa nanti Indra ngobrol sama Kayla dulu tentang rencana kita." jawab Indra


"La dalaaaah... udah berapa bulan ketemu nggak punya rencana kok cemen anak papa! Kalah sama adikmu tuh udah ada baby girlnya." ledek Pak Arif lagi

__ADS_1


Indra dan Kayka hanya senyum-senyum. Kayla tampak salah tingkah sambil menggendong calon keponakan lucunya itu.


__ADS_2