Suamiku, Cinta Masa Kecilku

Suamiku, Cinta Masa Kecilku
Obrolan Serius


__ADS_3

Sore itu sesuai janji papa Kayla. Mama papa, Kak Ryan dan Mbak Novi mengunjungi Pak Arif dan Bu Arif yang pulang dari umroh.


Kedua keluarga itu tampak sangat begitu akrab mengobrol dengan suasana yang hangat. Tampak sesekali Ryan menggoda adiknya ya g sebentar lagi punya keluarga baru.


"Pak Surya terima kasih banyak lo atas bantuannya. Saya nggak tahu kalau Indra mengalami kecelakaan." ucap Pak Arif


"Iya sama-sama Pak Arif. Indra sudah saya anggap seperti keluarga kami." jawab Papa ramah


"Iya saya kemarin itu sempat kepikiran kok indra janji pulang katanya Mbak Sum Indra nggak pulang


sekali lagi terima kasih lo keluarga Pak Surya baik sekali. Harus membalas dengan apa kami ini!" ucap Bu Arif


"Sama-sam Bu Arif. Nggak perlu sungkan kaya sama siapa aja!" jawab mama ramah.


"Tadi mereka sempat saya tanya. Jadi punya rencana apa? Nggak ada jawaban malah senyum-senyum aja." kata Pak Arif


"Kayla gimana?" ledek papa


Kayla hanya senyum-senyum.


"Jadi hubungan apa kalian sebenarnya jadi menganggap kakak adik?" Pak Arif kembali menggoda


"Insya Allah kami punya rencana mau menikah Pa." jawab Indra tegas.


"Nahhh gitu donk." pujian Pak Arif terhadap Indra disambut tawa oleh semua yang ada disitu.

__ADS_1


Setelah keluarga Kayla berpamitan pulang Indra tampak sedih harus berpisah dengan Kayla. Maklum dua minggu kemarin mereka selalu bersama.


Indra berpamitan kepada orangtuanya untuk istirahat di kamar.


Di dalam kamar Indra terus memikirkan Kayla. Ia bertekad untuk mengajak Kayla bicara tentang hubungan mereka.


[Kay, udah nyampe rumah belum? Kalau udah nyampe kasih kabar ya. 😍] Indra


[Belum mas ini lagi diajak mampir beli bakso langganan papa. nanti ku hubungin ya Mas 😘😘] Kayla


Indra tertidur pulas sambil menunggu kabar dari kekasihnya itu.


Sampai di rumah Kayla segera membersihkan wajahnya dan bergegas mandi. Selesai membersihkan dirinya Kayla menjatuhkan tubuhnya ke kasur empuk di kamarnya. Ia langsung meraih ponselnya.


[Mas lagi ngapain? Aku udah di rumah.] Kayla


tok..tok ..tokk


"Kayla sayang!" panggil mama sambil membuka pintu anak gadisnya


"Eh mama , ya ma?" tanya Kayla


"audah ngantuk?" tanya Mama yang ingin mengajak ngobrol anak bungsunya itu.


"Nggak kok ma, kan baru makan masak mau tidur nanti ndut sama mama diledekin." jawab Kayla manja

__ADS_1


"Kayla mama mau tanya nih. Tapi kamu jawab jujur ya?" tanya mama


"Ya ma. Jadi deg-deg an nih aku. ada apa sih ma?" tanya Kayla penasaran.


"Mama cuma mau tanya, Kayla sama Mas Indra hubungannya gimana?" tanya Mama


"Ya seperti yang mama lihat" jawab Kayla santai


"Iya mama tahu hubungan kalian baik-baik saja. Cuma yang mau mama tanyain hubungan kalian sejauh apa?" tanya Mama


Kayla menjelaskan panjang lebar. Kini anak dan ibu itu mengobrol dengan serius. Kayla bercerita kepada mamanya bahwa memang sejak kecil Kayla memang suka sama Indra. Tapi Kayla nggak tahu itu rasa suka yang bagaimana. Namun setelah dipertemukan lagi awalnya Indra tidak pernah menyampaikan rasa cinta dan sayangnya atau tujuan hubungan mereka. Baru sebelum kecelakaan itu Indra bilang kalau cinta Kayla dan Kayla adalah calon istrinya.


" Ma emang kenapa sih ma kok mama tanya gitu?


tanya Kayla balik


"Nggak papa sih. Mama cuma pingin tahu aja. apa kalian nyaman dijodohkan atau gimana. Khawatir kalian terpaksa. Karena Indra anak yang sopan begitupun kamu. Mama khawatir kalian melakukan ini atau Indra melakukan ini karena sebagai rasa hormatnya kepada orang tuanya saja. Mama takut salah satu di antara kalian kecewa!" jelas Mama hati-hati.


Ya, di pikiran mama saat ini mama takut kalau kalau anaknya yang sudah jatuh cinta sama Indra ternyata Indra menanggapi karena sungkan sama orangtuanya.


Penjelasan mamanya sontak membuat hati Kayla gamang. Namun Kayla tetap menyembunyikan ini dari mamanya.


"Nggak kok ma, tapi nanti coba seperti yang disampaikan Mas Indra tadi, nanti Key sm Mas Indra ngobrolin dulu ya ma." jawab Kayla mencoba santai.


"Ya udah deh kamu istirahat ya sayang. Besok kamu obrolin sama Mas Indra." pamit mama.

__ADS_1


Mama memang sosok ibu yang penyayang. Mama nggak ingin anak-anaknya mengalami kekecewaan. Mama kadang nggak sadar kalau anaknya kini sudah besar.


__ADS_2