
Waktu berlalu. Sedikit demi sedikit Kayla bisa melupakan Alex. Sekarang Kayla mulai berkuliah di Kota Malang. Di antara dua pilihan ternyata ia diterima di universitas negeri ternama di Kota Malang.
Bagi Kayla tak masalah, karena jarak Malang dan Surabaya hanya membutuhkan waktu 1-2 jam perjalanan. Sehingga ia bisa pulang ke Surabaya kalau libur kuliah.
Pak Surya juga mempercayai Kayla membawa mobil. Karena papa memang berjanji, jika ia bisa diterima di universitas negeri, ia akan dibelikan hadiah mobil. ditambah lagi nilai ujian nasional Kayla tertunggi di SMAnya. Kayla memang anak yang cerdas.
Hari-hari dilalui Kayla dengan baik di Malang. Ia juga tinggal di tempat kos tak jauh dari kampusnya.
Saat masa ospekpun Kayla juga ditaksir oleh senior di kampusnya. Tak heran memang, karena Kayla mempunyai paras yang cantik, badan yang mungil tapi terkesan sexy dan rambut lurus yang terurai dengan sangat anggun.
Berkat dorongan teman-temannya Kayla menerima cinta Kak Beny senior yang juga idola di kampusnya.
Bagi Kayla tak ada salahnya. Karena mulai saat ini, ia harus mulai melupakan cinta masa kecilnya. Itu semua karena Kayla sempat menanyakan kepada Kak Ryan tentang keberadaan Indra. Tapi sampai saat ini Kak Ryan tidak pernah tau kabar Indra sekarang.
"Ah, mungkin juga ia sudah punya pacar dan bahkan akan menikah," gumam Kayla dalam hati sambil menghadap layar laptopnya mengerjakan tugas di taman kampusnya.
"Hey Kayla! Kamu ini dicari kemana-mana ternyata ngendon di sini" cerocos Santi sahabat Kayla sejak menjadi mahasiswa.
"Lagi pusing nih San, tugasnya banyak banget," kata Kayla sambil memijat pelipisnya.
"Kita shopping aja yuk Kay! atau kita nonton aja. kan besok nggak ada kuliah!" ajak Santi riang
"Hush ngawur aka! Besok kan kita ada jamnya Pak Salim. takut nih kalau kita kabur dari jamnya," Kayla menolak ajakan Santi.
"Ih, nih anak kudet deh! Kan tadi ada pemberitahuan kalau besok Pak Salim nggak bisa ngisi kelas kita!" Santi terkekeh
"What???!!!! Serius??? Widih... seneng banget deh. Ayo deh kita cabut!" Kayla segera menutup layar laptonya dan menyimpannya ke dalam tas.
Mereka segera menuju parkiran untuk mengambil mobil Kayla.
__ADS_1
Saat berjalan sepintas Kayla melihat Beny mengendarai mobil Sita cewek yang selama ini sok cantik tapi tajir melintir.
Namun Kayla mencoba berpikiran positif.
"Ada apa Kay?" Santi segera membuyarkan kebengongan Kayla
"Ah nggak ada apa-apa! Yuk cepetan keburu panas nih!" ganti Kayla yang nggak sabar ingin segera masuk mobil karena siang itu cuaca sangat terik. Mungkin panasnya juga karena hati Kayla yang kini tengah meronta-ronta ingin memarahi laki-lakinya itu.
Tapi lagi lagi Kayla mencoba menata hatinya
"Ah mungkin aku salah lihat" batin Kayla sambil duduk di belakang kemudinya.
"Woy, mau sampai kapan bengong Nona! Heran deh kayak habis lihat setan aja," kata Santi sambil menepuk sahabatnya yang sedang tidak fokus itu.
Kayla pun segera mengemudikan mobilnya menuju salah satu Pusat perbelanjaan di Kota Malang. Kedua sahabat itu kini sedang bersenang-senang menghabiskan waktu senggangnya.
Jam menunjukkan pukul 17.00. Itu tandanya sudah 5 jam sejak matanya melihat Beny dengan Sita, kekasihnya itu tak juga menghubunginya..
Kayla segera membersihkan dirinya dan bersiap untuk makan malam. Ia sudah membeli makanan untuk makan malam saat pulang dari jalan-jalan bersama Santi tadi.
Setelah membersihkan diri, Kayla segera meraih bungkusan makanannya.
Ponsel yang sejak tadi ada di meja tak satupun ada chat atau panggilan dari kekasihnya.
"Mungkin dia sedang bersenang-senang dengan wanita sialan itu!" gumam Kayla sambil menikmati makanannya.
Walaupun tak berselera makan, Kayla tetap menghabiskan makanannya. Ia sekarang jadi anak kos yang harus pandai mengatur keuangannya, meskipun orangtuanya memberikan uang lebih untuknya.
Papanya yang seorang perwira dan mamanya yang punya butik yang cukup terkenal di Kota Surabaya, tak membuat Kayla terlena. Ia tetap menjadi gadis yang bijaksana dalam mengatur hidupnya.
__ADS_1
Hari-hari dilalui Kayla dengan baik. Ia sangat serius mengikuti kegiatan perkuliahan. Karena ia nggak mau sampai kuliahnya keteteran dan membuat orangtuanya kecewa.
Di tempat lain, ada Beny dan juga Sita yang sedang asyik nonton bioskop berdua.
Sebetulnya Beny menganggap Sita adalah sahabat. Karena Sita juga merupakan teman kekasihnya, Kayla. Namun tanpa disadari, Kayla sangat menaruh hati pada Beny dan ingin merebut kekasih sahabatnya itu.
"Ta, pulang, yuk!" ajak Beny
"Tanggung ni, bentar lagi ya. Aku masih mau cari sesuatu nih. Temenin dulu, ya!" tolak Sita.
"Waduh baterai hpku habis Ta, aku nggak bisa hubungi Kayla. Bisa-bisa dia marah sama aku." jawab Beny kesal.
Sita adalah gadis yang sangat licik. Apaoun keinginannya harus terpenuhi meskipun dengan berbagai cara. Timbul niat dalam hati Sita agar Beny melupakan niatnya untuk segera oulang jarena ia ingin verlama-lama dengan cowok ganteng itu.
Kini mereka berada dalam outlet jam tangan tekenal.
"Eh, Beny sini deh ini pasti keren kan?"tanya Sita sambil memegang lengan Beny
"Hmmm,,, oke juga. Iyalah keren orang harganya juga mahal!" sinis Beny
Dengan segera Sita menyuruh SPG itu untuk membungkus jamnya.
Sambil ke luar dari outlet, Sita menyerahkan bungkusan jam tangan mahal itu untuk Beny.
"Ni buat kamu!" Sita melempar senyuman termanisnya untuk Beny
"Lho, kok buat aku sih! Aku kan lagi ga pingin beli jam tangan" Beny berusaha menolak dengan halus.
" Sudahlah terima aja. aku nggak mau ada penolakan!" manjah Sita kepada Beny.
__ADS_1
Meskipun tidak terlalu tertarik dengan Sita, tapi Beny tetaplah laki-laki yang playboy lama-lama mungkin kalu disosor terus pasti hati Beny akan luluh juga.
Beny dan Sita melanjutkan jalan-jalannya. Kini, ia tidak lagi mengingat untuk menghubungi gadisnya lagi.